Mendadak Dinikahi Brondong

Mendadak Dinikahi Brondong
Teror


__ADS_3

Arman membawa Ibu nya pulang dengan senang dan lega, karna sudah terbebas dari sihir yang entah dari orang dengki mana yang telah tega mengirimkan nya ke tubuh Ibunya.


"Omahhh....Zahira kangen ." Sore itu Zahira langsung menyerbu ke pelukam Bu Hanum, Ia pun menyambut pelukan cucunya.


"Syukurlah Bibi akhirnya sembuh,"guman Ranti yang juga sedang menyambut dengan senyum sumringah kedatangan Bu Hanum dari berobat.


"Bu, Arman langsung pulang dulu ya, ini sudah sangat sore, jangan lupa perbanyak istirahat dan berdzikir !" Arman pamit setelah salim pada Bu Hanumdan langsung berlalu pergi .


"Alhamdulillah, akhirnya Ibu sehat kembali ." Nur juha menyambut kepulangan mertuanya dengan bahagia, sembari menuntun nya untuk duduk di sofa, namun Bu Hanum menangkap raut wajah menantunya yang tersirat sesuatu yang lain.


"Kamu kenapa Nur, kelihatannya pucat gitu ?" Ucap Bu Hanum.


"Mas Baim Bu, sampai sekarang ponselnya tidak bisa dihubungi, Nur kawatir, takut terjadi sesuatu dengannya ," ucap Nur sedih.


"Apa kau sudah hubungi teman nya yang di surabaya gitu." Raut wajah Bu Hanum seketika juga berubah kawatir.


"Sudah, Aku sudah hubungi Novi, tapi katanya Mas Baim sudah pulang, Aku tambah kawatir."


"Kita berdoa saja yuk, semoga Baim dalam keadaan baik-baik saja" Bu Hanum sebenarnya juga sangat kawatir, tapi Ia harus bersikap temang demi menguatkan Nur .


"Zahira juga kangen sama Ayah , Ayah kapan pulang nya bun, nanti telfonin Ayah ya ?" Ujar Zahira polos.


"Ayah masih di Surabaya sayang, ponsel nya belum aktif karna batrenya lagi habis, nanti kalau ponsel Ayah aktif lagi, kita hubungi Ayah ya ," Nur menghibur Zahira.


"Zahira nanti tidur sama tante saja ya, Nanti Tante bacain dongeng ," Ranti juga mencoba menghibur Zahira yang selalu menanyakan kabar Ayahnya yang sudah sepuluh hari an pergi, hingga belum ada kabar nya sampai sekarang.


*


Pukul delapan malam, saat Ranti menidurkan Zahira, dan Nur menemani Ibu mertuanya, tiba-tiba terdengar suara bising.


Pyarrrrrr...

__ADS_1


Tiba-tiba suara kaca pecah mengkaget kan mereka, kemudian mereka serentak keluar dan mencari arah sumber suara, meski takut dan panik yang mama sumber suara itu seperti berasal dari batu yang di lempar ke kaca jendela bagian depan rumah Bu Hanum.


"Astaghfirullahal adzim."Ucap Nur yang terperanjat , setelaj melihat pecahan kaca di teras nya.


"Astaqhfirullallhal adzim. Ada apa ini kok berantakankan begini."Bu Hanum juga penasaran dengan serpihan kaca jendelanya.


Namun pandangan Mereka tertuju pada kertas yang membungkus batu yang berada di antara pecahan beling itu , ternyata ada yang sengaja melempar batu yang di bungkus kertas alias sebuah surat kaleng.


Karna penasaran , Nur segera memungut nya dan membuka lkertas itu dengan debaran jantung yang bergemuruh.


[ HIDUP KALIAN TIDAK AKAN TENANG, DASAR KELUARGA AN***G , BA****T, MATI LAH KALIAN SEMUA !!!


KINI ANAK KEDUAMU, ALFIN IBRAHIM SUDAH ADA DI TANGAN KU, JANGAN CARI DIA, KARNA SEBENTAR LAGI AKU AKAN MENGANTAR BANGKAI NYA ]


Tulisan di kertas yang bernada amcaman itu telah membuat Nur maupun Bu Hanum ketakutan dan panik.


"Ibuuuu...." Nur berteriak shok melihat Ibu mertuanya pingsan sesaat setelah mendengar Nur membacakan surat teror tersebut.


"Ya Allah...lindungilah Suamiku dimanapun Dia berada Ya Allah, lindungilah Dia ya Allah !"Nur histeris menangisi suaminya yang sedang berada di tangan seseorang yang meneror mereka.


"Apa kita harus melapor polisi saja?" Ujar Nur, dengan mata sembab karna menangisi nasib suaminya.


"Ya Allah kenapa ini terjadi pada keluarga kita, apa salah kami , Ya Allah tolong jagalah anakku dimanapun Dia berada. Selamatkan Dia dari orang-orang jahat itu Ya Allah ! Hika hiks ," Bu Hanum menangis meratapi nasib Baim yang sekarang sedang di sekap orang yang tidak mereka ketahui.


"Ibu tenang dulu, biar Arman yang akan urus, Ibu jangan kawatir, tetap berdoa semoga Baim tidak ala-apa ," Arman menenangkan Ibunya , meski sebenarnya Ia juga kawatir.


Arman sedang berpikir keras, mondar mamdir ditempat yang sama seperti setrikaan.


Hingga akhirnya Ia mememukan ide dan langsung menghubungi seseorang.


**

__ADS_1


Pandangan nya kabur, Selain ruangan pengap karna tidak adanya ventilasi , tempat itu juga gelap. Hanya pantulan semburat cahaya matahari pagi yang menyinari ruangan itu yang sedikit membantu penglihatan Baim yang saat itu kedua tangannya di ikat ke belakang, mulut nya di sumpal dengan sapu tangan dan Ia di biarkan tergeletak tak berdaya di lantai yang kotor dan sekelilingnya berantakan .


Sudah tiga hari Baim terkurung dalam ruangan pengap yang tampak seperti gudang dan banyak tikus nya itu dengan tangan terikat, Ia hanya sekali diberi makan dalam tiga hari itu.


"Dimana Aku, dan sebenarnya siapa yang menculik ku serta mengikatku seperti ini ?"ujar Baim yang merasa geram pada musuh yang tidak nampak itu.


"Bagaimana ? " Suara percakapan di luar gudang sayup-sayup terdengar oleh Baim.


"Dia Aman Bos, Dia tidak mungkin bisa lepas dari sini !" Jawab seorang lagi.


"Pokoknya jangan sampai lepas, nanti kalau Dia sudah tampak semakin menyedihkan, Aku akan kirim vidio nya pada keluarga nya agar mereka menangisi penderitaan nya, ha ha ha " ucap seseorang dengan tertawa jahat nya.


"Kasih makan sekali saja dalam 3 hari, biarkan Dia hidup dulu !" Tambahnya.


"Oke Bos !" Jawab yang lain.


Baim terperangah , saat Ia mengintip melalui lubang kecil tempat kunci di pintu gudang itu, Ternyata bos nya adalah seorang perempuanyang kemarin Ia temui.


'Wanita yang Kejam' guman Baim. Ia jadi teringat saat pertama kali Ia sampai di tempat Ia di sekap itu.


Waktu itu saat pulang dari Surabaya, di tengah jalan, ada seorang wanita minta tolong padanya untuk di antarkan ke suatu tempat, saat mobil Baim melaju wanita yamg menumpang itu menodongkan sebilah pisau di leher Baim.


Kemudian memaksanya untuk berhenti di sebuah tempat sepi. Ditempat itu Baim dipaksa turun dan di tendang oleh perempuan tadi. Disana, ternyata ada banyak orang yang sedang menunggu nya yang kesemuanya berpenampilan seperti preman.


Sekitar sepuluh orang sudah berkumpul , bersiap memukuli Baim, sampai wanita tadi memberi aba-aba dan akhir nya Baim pun di hajar beramai-ramai sampai bapak belur.


Sementara Para preman itu menghajar Baim dengan membabibuta , wanita tadi malah merekam nya.


Karna kalah jumlah dan tenaga, Baim pun ambruk hingga tak sadarkan diri. Dan bangun nya, tahu-tahu Ia sudah terikat dan mulut di sumpal.


Sudah lapar, badan sakit semua karna dipukuli, wajah penuh lebam mau buang air pun Ia kesulitan.

__ADS_1


"Ya Allah, tolong hambamu yang teraniaya ini, sesungguhnya tidak ada daya dan upaya melainkan kekuatanmu." Lirih Baim dalam ketidakberdayaan nya.


Meski kondisinya sangat memperihatinkan, Ia masih bisa berdiri meski dengan sempoyongan. Ia memperhatikan keadaan sekitar untuk mencari sesuatu yang mungkin bisa Ia gunakan untuk membebaskan diri.


__ADS_2