
Seminggu sudah, Baim menyelesaikan urusan pekerjaan nya di kota Surabaya, Iapun segera kembali ke Jakarta. sebelumnya Ia sudah konfirmasi terlebih dahulu pada istrinya bahwa Ia akan pulang hari itu. Tapi, saat Baim sampai ke rumah nya pada pukul tujuh malam, rumah nya tampak terlihat gelap.
Baim mencoba menghubungi ponsel istrinya, namun tidak aktif. Ia pun segera mencoba pintu dan memegang gagang pintu untuk mengedornya, Namun ternyata pintunya tidak terkunci, Baim kebingungan karna semua lampu mati, pintu tidak terkunci, Ia pun jadi was-was dan berpikiran buruk.
'Jangan-jangan sesuatu telah terjadi pada mereka, Aku harus segera memeriksanya' batin Baim panik.
Namun saat Ia telah menyalakan lampu, tiba-tiba
"Surprise !!"suara itu serentak diucapkan berbarengan dari keluarganya, istri, Ibu, Arman, beserta istrinya, serta Anggun dan adiknya. jelas Baim yang semula panik, kini merasa terkejut dam bahagia karna keluarganya sedang memberinya pesta kejutan ultahnya.
"Selamat ulang tahun anakku, semoga rizkimu semakin lancar, setiap usahamu semakin maju, dan Rumah tanggamu sakinah mawaddah warahmah !" Ucap Bu Hanum, sembari memeluk Baim agak lama, karna ternyata Bu Hanum menangis dalam pelukan anak nya.
"Selamat ulang tahun Ayah, mmuah !" Ujar Zahira sambil mencium pipi Ayahnya yang sedang menggendonya.
"Selamat ulang tahun ya Ayah, Mas Baim ku, semoga usahamu semakin sukses, selalu dilindungi Allah dimanapun berada, sehat selalu dan dijauhkan dari hal buruk !"Nur juga memberi nya pelukan.
"Selamat ulang tahun, Mas Baim, semoga semakin sukses dan bahagia selalu !" Anggun pun menyampaikan selamat untuk saudaranya itu.
"Selamat ya Alfin, atau Baim, atau adikku ter sayang, semoga apa yang di doakan Ibu dan istrimu dan adikmu terkabul semuanya "imbuh Arman.
"Kakak curang, masak doanya cuma ngaminin doa mereka !"
"Itu sama aja "Arman memeluk adik kesayangannya itu.
"Ya sudah sekarang kita nyanyi dan makan kuenya, oh iya, kue ini buatan tangan istrimu loh, yang di buat dengan penuh cinta" ujar Bu Hanum memamerkan kue tar buatan Nur yang di atasnya tertera tulisan.
'Selamat ultah yang ke 24 suamiku, Alfin Ibrahim'
__ADS_1
Setelah Baim meniup lilin dan memotong kue nya, Arman memberinya sebuah kado yang harus Ia buka saat itu juga, Baim pun langsung membukanya.
"Ini beneran kak, bukan kunci nya doang kan !"Baim terperangah tak percaya, saat kado yang dibukanya adalah sebuah kunci mobil, meski bukan mobil mewah, tapi hal itu memang sangat berarti untuknya.
"Ya kali, Aku ngasih kado kunci nya doang ! Setelah kecelakaan itu, mobilmu ringset tak bisa di perbaiki, jadi Aku kasian kamu, kemana-mana pake Taxi ataupun ojek online, jadi Kami berinisiatif memberikan kado ini"
"Terimakasih banyak ya Kak, dari dulu, kakak itu memang kakak terbaik " Baim memeluk kakak nya lagi.
"Tapi ini bukan hanya dariku, tapi kami patungan, Aku, Ibu dan Ternyata Anggun juga tidak mau ketinggalan"
"Oh iya, mau peluk-pelukan terus, gak mau lihat mobilnya?"ujar Anggun.
"Ayo kita lihat mobilnya!" Ajak Zahira yang antusias.
Mereka pun merayakan ultah Baim dengan penuh, canda tawa serta kegembiraan dan kehangatan dalam keluarga Bu Hanum.
Sementara di rumah Alexa.
"Ma... lihat nih ! Wajah Si pelakor itu kini rusak, tak akan ada yang bisa Ia rebut lagi Ma , jangan kan memacari, melihat wajahnya saja semua laki-laki bakalan jijik pada nya !" Ucap Alexa sembari menujukkan Foto Nadia yang sedang diperban pada Mama nya.
"Sudah cukup, jangan usik Dia lagi, kasihan Dia !"Sandra terlihat tidak senang dengan yang disampaikan putrinya.
"Kenapa Mama Kasihan padanya, Mama seperti membela nya, ada apa dengan Mama? Bukankah Dia pernah jadi istri simpanan Papa?" Alexa merasa heran dengan reaksi Mama nya.
"Tidak apa-apa, hanya saja kau sudah membuat nya terjatuh dari tangga dan juga membuatnya kehilangan janin nya, Aku rasa itu sudah cukup membuat Dia tersiksa, sekarang di tambah dengan wajahnya, apa kau tidak kasihan ?" Sandra berdalih, mencoba menasehati Alexa.
"Lagian yang menyiramnya dengan air keras, bukan Alexa, tapi temanku, Hesti . Dia itu kawatir Nadia merebut tunangannya, karna sejak Nadia bekerja di cafe tunangannya, mereka terlihat dekat, jadi, apa salah nya Aku saranin Hesti untuk jaga-jaga, jadi bukan Aku pelakunya, tapi Hesti!" Ucap Alexa tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
"Sudah Alexa, sebaiknya hentikan dendam mu pada Nadia, sekarang sebaiknya kamu makan dulu sana panggil juga adikmu di kamar untuk makan malam, Mama mau istirahat dulu" Sandra pun segera berlalu ke kamar nya dengan raut wajah yang membuat Alexa penasaran.
Malam itu, Suryo Suaminya sedang ke luar kota, sehingga Sandra seperti biasa sendiri di kamarnya, dalam kesendirian nya itulah, pikiran nya melayang ke waktu dimana Ia akan menikah dengan Suryo.
"Mas, orang tuaku telah menjodohkanku dengan anak temannya, Aku harap Mas mau segera melamarku pada orang tuaku !" Ucap Sandra pada kekasihnya.
"Tapi yang.., Aku sudah pernah menghadap mereka , tapi apa ? Respon mereka malah menghinaku, karna Aku orang miskin dan tidak sederajat dengan mereka, jadi bagaimana bisa Aku kesana lagi disaat sudah ada calon yang di pilihkan orang tuamu yang pasti sederajat dengan mu"
"Tapi, Mas, Aku mencintaimu dan hanya akan menikah denganmu, tolong Mas Burhan, berjuanglah untuk cinta kita !"
"Maafkan Aku Sandra, Aku hanya manusia biasa, Aku hanya orang miskin, Aku tidak mau lagi dihina orang tuamu." Burhan bersikukuh menolak permintaan kekasihnya. Namun Sandra tetap memohon.
"Aku mohon Mas, nikahi Aku Mas !" Sandra mencoba memegang tangan Burhan, Namun Burhan segera melepasnya dan meninggalkan Sandra.
Dua hari menjelang pernikahannya, Sandra merasa tubuhnya lemas dan pusing, Ibunya meminta Sandra untuk istrirahat di kamar. Sedangkan di kamar, Sandra yang memang sudah curiga dengan rasa lemasnya segera mengecek urine nya dengan tespek yang sudah Ia beli sebelumnya.
Dan ternyata benar, dua garis terpampang jelas di sana, membuatnya panik dan takut. Jelas orang tua nya akan murka pada nya jika mereka tahu, Ia pun memutuskan untuk menyembunyikan kehamilannya pada siapa pun, termasuk Ayah biologis anak yang Ia kandung saat itu, yaitu Burrhan.
Kini, sepenggal kisah cinta di masa lalu yang menghasilkan seorang anak itu terkenang kembali, setelah anak perempuan dari mantan kekasihnya dimasa lalu telah menjadi istri kedua suaminya.
"Mengapa ini harus terjadi padaku, anak dari mantan kekasihku telah menjadi istri kedua suamiku, dan anakku dendam bahkan selalu berbuat jahat pada nya yang notabene Nadia adalah adik Alexa juga, haruskan Aku beritahukan hal ini pada Mas Burhan atau Alexa atau Aku akan dihantui rasa bersalah seumur hidupku?
Aku memang marah dan sakit hati saat tahu kalau suamiku mempunyai simpanan, tapi saat tahu simpanan nya itu adalah anak dari mantan ku, Aku jadi takut berurusan dengan mereka, karna tabir rahasia yang selama ini Aku simpan bisa tersinkap.
Ya tuhan, apa yang harus Aku lakukan, Apakah Aku harus tetap diam , jujur, rasa cinta pada Mas Burhan masih ada sampai sekarang. Apalagi Alexa mirip dengannya, bagaimana mungkin Aku bisa melupakan nya.
Alexa adalah kenangan dari cinta kita, namun kenyataan lain yang membuatku sakit, justru anak mu telah menjadi istri simpanan suamiku, kepalaku benar-benar mau pecah memikirkan hal ini!" Sandra menghembuskan nafas berat, Ia tengah dilema dalam masalah itu.
__ADS_1