
Suatu hari, Baim diharuskan ke Surabaya untuk memantau Butik nya yang disana, serta untuk mengurus hal yang lain nya juga. Ia pergi Bersama Yongki dan juga Ranti . Baim satu mobil dengan Ranti, sedangkan Yongki dengan mobil yang lain.
Satu minggu bekerja di Butik Baim, Ranti sudah mulai banyak perubahan. Dia jadi lebih bersikap profesional, dan tidak lagi nyemil saat bekerja, meski itu berat bagi nya.
"Bom, Yongki itu punya pacar belum ?" Tanya Ranti pada Baim .
"Kenapa? Suka sama Dia ?" Baim yang fokus menyetir itu malah menggoda Ranti.
"Idih....orang dingin dan galak kayak gitu, mana ada cewek yang mau sama Dia." Ranti Mencibik.
"Hati-hati nyesel loh , nanti naksir malu sendiri."
"Nggak lah, gak bakal Aku naksir sama cowok kayak gitu !"
"Gak yakin Aku sama kamu."
"Ya udah kita lihat aja nanti."
"Gak usah gengsi gitu, Kalau kamu naksir Dia, Aku pasti dukung kok !" Baim terus menggoda sepupu nya itu.
Dan obrolan mereka pun berlanjut seiring laju mobil yang membawa mereka menuju kota Pahlawan itu.
Sesampainya di Surabaya mereka bertemu dengan Yongki di Butik Milik Baim. Disana mereka membahas sesuatu yang mereka perlu untuk dibahas.
Setelah dirasa sudah selesai semua urusan, Novi , selaku manager menjelaskan dengan rinci setiap permasalahan nya. Yongki dan Baim pun sangat serius berdiskusi, Sedangkan Ranti malah terfokus hanya pada Yongki.
'Galak dan crewet sih, juga suka ngatur, tapi...di lihat-lihat ganteng juga nih orang, **** lagi six pack gitu'. batin Ranti saat memandangi Yongki.
"Hem hem..."Baim berdehem mengetahui sepupunya fakus memandangi Yongki.
"Kalau suka, bilang saja. Nanti keburu di tikung orang loh !" Bisik Baim di dekat telinga Ranti.
"Apaan sih Mas " pipi Ranti memerah.
Setelah meeting selesai mereka membubarkan diri.
"Butuh tiga hari bagi kita untuk memantau perkembangan yang ada disini, jadi kita akan tetap di sini dua hari lagi . Sebaiknya kamu juga menginap di rumahku saja." Ujar Baim pada Yongki.
"Maaf, malam ini Aku akan menginap di hotel saja ! Besok dan lusa Aku akan menginap disana." Sahut Yongki.
"Maaf, bukan nya menolak. Tapi Aku hanya sedang ada urusan. " tambah Yongki karna takut Baim tersinggung.
"Mas, Aku juga mau main ke rumah teman kuliahku mumpung Aku di sini, , Kebetulan dari kemarin Aku sudah meng hubunginya. Dan rencana nya Aku mau nginap di rumahnya ." Ujar Ranti.
__ADS_1
"Ya sudah, kalian bareng saja sekalian !" Ujar Baim pada Yongki dan Ranti.
Kedua nya hanya saling berpandangan.
"Tidak usah." Ranti menolak dan segera berlalu.
*
Pukul 7 malam , Setelah memarkirkan mobil di bagasi di rumahnya yang sudah lama ia tinggal, Baim yang memang membawa kunci, segera membuka pintu nya dan langsung masuk.
Kalau malam pembantu nya memamg pulang, setelah menghidupkan lampu dan kalau siang hari hanya di bersihkan saja, jadi rumah itu tetap terang kalau malam hari. Dan rumah pembantunya pun tidsk jauh dari lingkungan rumah nya itu.
Saat menuju kamar nya di lantai atas, Baim ingin segera merebahkan diri di kasur miliknya, karna seharian mengurusi pekerjaan membuatnya penat , namun tiba-tiba Ia mendengar sebuah suara dari kamar satunya.
Suara desa**n dan er**gan seorang wanita, sontak Baim sangat terperanjat, kenapa di rumah nya yag sudah lama di tinggal itu tiba-tiba ada suara .
Ia perlahan melangkah mendekati sumber suara, dan suaranya semakin jelas, suara itu jelas membuat Baim naik pitam.
Bagaimana mungkin rumah nya yang Ia beli dengan uang halal di gunakan orang lain untuk berbuat haram , pikiran Baim mulai geram.
Atau jangan-jangan Itu Bi Sumi dan suaminya, tapi Bi Sumi sudah tua dan suaminya pun sudah setroke, pikiran Baim masih belum bisa menjangkau.
Hingga Ia segera membuka pintu dan Betapa terkejutnya yang Ia lihat adalah sepasang muda mudi yang sedang bercinta, mereka tampak tidak mengenakan pakaian sehelai benang pun, Baim langsung menutup mata karna merasa malu. Begitu juga dengan sepasang muda mudi itu.
Sepasang remaja itu pun panik, yang cowok segera meraih celana nya yang tercecer di lantai, sedangkan yg cewek segera menutup tubuh bugil nya denga selimut kemudian mencari baju nya yang juga tercecer.
Ketika si cowok sudah msngenakan celana Ia segera melayangkan tendangan ke arah Baim. Namun Baim bisa menampisnya.
"Siapa kalian, mengapa kalian bisa bercinta di rumahku Hah ?" Ucap Baim marah.
"Apah ? Rumahmu? Jangan ngaku-ngaku ya, Ini rumah pacarku. orang tuanya sedang berada di luar negri." Ujar Ferdi sambil melayangkan tinju nya karna menganggap Baim adalah pencuri.
"Loli ? Tunggu sebentar," Baim melemparkan pandangan mata elang nya pada sosok wanita yang masih berada di atas kasur yang sedang menutupi tubuh nya dengan selimut itu. Tapi tiba-tiba tanpa di duga, pukulan mengenai kepalanya hingga pandangan nya pun gelap dan Baim ambruk.
"Ferdi, apa yang kamu lakukan ?" Loli panik melihat pacar nya telah memukul Baim.
"Tentu saja Aku memukulnya, Pasti Dia mau maling, kan." Sahut Ferdi.
"Dia itu yang punya rumah ini, duh bagaimana ini, apa Dia mati ?" Loli bangkit, Ia sudah mengenakan pakaian.
"Tenang Dia masih hidup." Ujar Ferdi.
"Terus kita harus bagaimana?" Ujar Loli panik.
__ADS_1
"Memang betul ini rumah nya? Bukan rumahmu?" Ferdi mengalihkan pembicaraan.
"Maafkan Aku Fer, ini memang rumah Dia, Ibuku cuma pembantu disini. Biasanya sebulan sekali Dia memang kesini ." Ujar Loli malu.
"Jadi, kamu cuma anak pembantu?"
"I-iya ," jawab Loli ragu.
"Dasar pembohong ! Aku tidak suka sama cewek pembohong, apalagi cuma anak pembantu, sebaiknya kita putus." Guman Ferdi, sebenarnya buman hanya karna itu, tapi Ia merasa takut karna sudah memukul Baim, Ia takut berurusan dengan polisi, maka nya Ia memutuskan untuk putus dengan Loli yang baru satu bulan di pacarinya itu.
"Ferdi, kamu mau pergi setelah mengambil keperawananku, jangan pergi ! Aku memcintaimu Fer !" Loli menangis mendengar keputusan Ferdi, Ia menahan lengan Ferdi agar tidak pergi.
"Ingat ya, kamu sendiri yang menawarkan diri, kamu yang mengejar-ngejar Aku , jadi jangan pernah bilang Aku yang merenggut paksa." Ferdi menepis tangan Loli, kemudian segera pergi.
"Ferdi...jangan tinggalkan Aku!" Loli masih meraung, menangisi nasib nya, karna baru saja Ia kehilangan keperawanan nya, namun langsung ditinggal oleh pacar nya, Padahal Ia sangat mencintai Ferdi .
Dalam keadaan sedih dan bingung, Ia tiba- tiba memutuskan untuk menghubungi Ibunya. Loli yang masih berusia 20 tahun itu memang sudah sering berbohong pada Ibunya, jadi Ia mempunyai rencana untuk Baim.
Taklama kemudian, Bi Sumi datang.
"Loli, ada apa denganmu nak ?". Betapa terkejutnya Bi Sumi melihat anak nya menangis di atas ranjang dalam keadaan tidak berpakaian bersama majikannya.
"Itu bu, Mas Baim bu, " Loli menangis dan menunjukkan darah di atas sprei ranjang itu.
"Tuan, apa yang tuan lakukan." Bi Sumi membangunkan Baim yang masih tak sadarkan diri.
Baim yang akhir nya sadar terkejut melihat dirinya berada di atas kasur tanpa pakaian dan hanya berbalut selimut.
"Ada apa ini?" Baim terperanjat.
"Mengapa tuan tega melakukan ini pada anakku?" Ujar Bi Sumi sembari menangis.
"Apa maksud bi Sumi?" Baim tidak mengerti.
"Tuan masih bertanya dengan apa yang Aku lihat sekarang ?"
"Ini tidak seperti yang Bi Sumi pikirkan, tadi malam saya..,"
"Tadi malam Mas Baim memaksa ku untuk melayaninya, waktu itu saya baru dari kamar mandi hanya mengenakan handuk, terus Mas Baim memaksaku Bu, hiks hiks.." Loli menangis.
"Tadi malam Aku memergoki Dia bercinta dengan seorang laki-laki di kamar ini, kemudian laki-laki itu memukulku, hingga Aku tak sadarkan diri" jelas Baim.
"Bo-bohong, Dia bohong Bu, Ibu percaya Aku atau Dia, Anakmu sedang terdzalimi Bu." Lagi -lagi Loli mendahului ucapan Baim.
__ADS_1