Mendadak Dinikahi Brondong

Mendadak Dinikahi Brondong
Kehilangan


__ADS_3

Setelah memberikan istrinya minum, Baim merasa bahagia karna istrinya yang sudah dua hari terbaring koma itu, kini sudah sadar, namun Ia merasa takut dengan apa yang akan Dia jawab dengan pertanyaan yang akan di ajukan oleh istrinya nanti.


sementara dalam pikiran Nur mulai penuh dengan pertanyaan yang membuat nya tak sabar menunggu jawaban dari suaminya.


"Mas, anak kita sudah lahir kan, Dimana Dia sekarang, Aku ingin menyusui nya! Kenapa tempat tidur nya dipisah" Nur sangat Antusias dan merasa bahagia karna anaknya dirasa sudah tidsk ada lagi dikandung nya.


"Tenang Sayang, tenang..! nanya nya satu-satu dong!"Baim mencoba menenangkan Istrinya yang sudah tidak sabar bertanya tentang anaknya.


"Aku tak sabar ingin melihat anak kita Mas, dimana dia?" Nur masih dengan prasaan antusias nya.


Kemudian, dengan terpaksa dan dengan berat hati, Baim mencoba menata kalimat yang baik yang akan Ia sampaikan pada Istrinya yang kondisi fisiknya sedang lemah saat ini,


"Sayang..., Kamu harus sabar ya, anak kita telah pergi ke surga, dia telah bahagia disana." Baim masih merasa berat menyampaikan nya.


"Apa maksud nya, anak kita kenapa ?" Nur syock.


"Dia sudah meninggal di dalam perut sesaat setelah kamu mengalami kecelakaan, dan saat Itu dokter bilang harus segera dilakukan operasi saecar untuk menyelamatkanmu karna anak kita sudah meninggal di dalam perut, namun setelah operasinya selesai, kamu malah mengalami koma."


"Tidaaaakkk !"Nur histeris tak percaya.


"Tenang Sayang...kamu harus tenang, jahitan diperutmu masih basah , kamu tidak boleh bergerak berlebihan atau histeris seperti ini !" Baim merangkul istrinya agar tidak bergerak berlebihan.


"Aku akan menyusul anakku, Aku ingin memeluknya, Aku ingin menyusuinya, Biarkan Aku pergi menemuinya!"


Nur meracau.


"Sayang, Aku mohon tenanglah, kalau kamu seperti ini kasihan Zahira, mungkin kita memang belum di amanahkan dua anak, kita harus fokus pada Zahira dulu." Baim lebih mengeratkan pelukan nya agar istrinya itu tidak lagi banyak bergerak.

__ADS_1


"Kalau waktu itu perutmu terasa sakit dan kram, kenapa kamu tidak minta antar Aku, Aku kan suami mu yang akan selalu siap siaga saat istrinya sedang hamil, tapi kenapa kamu malah pergi tanpa pamit dan lebih memilih naik ojek !" Imbuh Baim.


"Bukankah kamu sedang sibuk dengan mantanmu yang sekarang lebih cantik itu, yang lebih seksi dan lebih muda dariku, pergi sana , Aku benci sama kamu , Aku benci !" Nur meninggikan nada suaranya, hal yang belum perna Ia lakukan pada suaminya selama ini.


"Tenangkan hati dan pikiranmu dulu, sayang ! tenang, jangan banyak bergerak. Sebelum kau pergi naik ojej, Berarti waktu itu kamu melihatku dengan Nadia dan kau salah faham melihat kami, janganlah dulu cemburu buta seperti itu sayang."


"Salah faham apa nya, Kalian bahkan bepegangan tangan sangat romantis." Nur terlihat marah.


"Sungguh, Kami tidak sedang membicarakan tentang kami, waktu itu Nadia hanya minta maaf atas semua kesalahan nya padaku, Dia juga minta maaf pada Ibu, pada saat itu, Nadia memang memegang tanganku karna dia sedang berusaha mengharap maaf dari ku itu saja" Baim mencoba menjelsakan lagi.


Ternyata Baim, baru memgetahui kalau ternyata penyebab Istrinya pulang duluan karna Isri nya cemburu melihatnya saat berdua dengan Nadia di pesta pernikahan Anggun dan Dava.


Kemudian Baim segera menghubungi Ibunya.


"Kalau kamu tidak percaya, nanti Ibu akan menjelaskannya" Baim masih berusaha meyakinkan Nur.


"Maafkan Aku sayang, jika kamu sangat marah karna melihatku dengan Nadia sehingga membuat mu sedih hingga mengalami kecelakaan, Aku benar-benar menyesal, maafkan Aku sayang!" Baim menangis dan menyalahkan dirinya sendiri.


'Ini semua salahku, Aku kurang menjaga prasaan istriku sehingga kami kehilangan anak kedua kami sebelum Ia melihat dunia, maafkan Aku istriku, maafkan Aku !' Batin Baim merutuki dirinya sendiri.


Tampak Nur sangat terpukul, kondisinya yang masih lemah membuatnya semakin lemas tatkala psikologisnya sedang di gempur oleh prasaan kehilangan hanya karna Ia merasa cemburu melihat suaminya berdua dengan wanita lain.


Secara naluri, Ia juga menyalahkan dirinya sendiri yang hanya karna cemburu, Ia sampai melupakan kalau dalam tubuhnya ada makhluk lain yang berhak untuk hidup, tapi kini yang ada hanya penyesalan .


'Andai saja waktu itu, Aku tidak pergi sendirian, Andai saat itu Aku tidak cemburu, Andai Aku hati-hati, semua ini pasti tak terjadi ' Nur masih belum bisa berdamai dengan kondisi yang Ia alami


Taklama kemudian Bu Hanum datang, Dia pun juga membawa Nadia untuk menjelaskannya semuanya.

__ADS_1


"Nur, kamu yang sabar ya, ikhlaskan kepergian anakmu, Allah lebih sayang padanya, dan mengenai Suamimu dan Nadia, Itu sungguh tidak ada apa-apa, Nadia hanya meminta maaf pada nya, pada Ibu juga." Bu Hanum mencoba memberi penjelasan juga.


"Mbak, maafkan Aku. Waktu itu Aku menemui Suamimu hanya karna Aku sedang meminta maaf padanya, karna Dia tidak mau memafkaku, Akhirnya Aku membujuknya dengan mencoba menggenngam tangan nya, berharap Dia akan memaafkanku, maafkan Aku jika itu membuatmu salah faham, maafkan Aku mbak! TidK ada niatan buruk sedikitpun pada rumah tangga kalian."


Nur masih terdiam mendengar pernyataan Nadia, tatapannya kosong, Kondisi fisik yang masih sangat lemas pasca operasi saecar dan psikis yang belum optimal setelah kehilangan.


***


David mengunjungi orang tuanya, Dia sedang ingin membicarakan masalah hubungannya dengan Nadia dan Dia juga berniat ingin segera menikah menyusul Dafa.


"David, Ibu tidak suka kamu berhubungan dengan nya, meski kamu sudah tak mau lagi dijodohkan dengan Hesti , bukan berarti kamu harus menikah dengan nya, Mama tidak mau mempunyai menantu seperti Dia yang dikenal dengan sebutan pelakor, vidio nya waktu Dia dilabrak kan pernah viral , bagaimana kata keluarga dan teman-teman Mama kalau Dia menjadi menantu Mama." Nita mencoba bernegosiasi dengan David.


"Tapi Itu kan vidio lama Ma, lambat laun orang-orang akan lupa, Nadia sekarang sudah berubah lebih baik.." Sanggah David.


"Tapi jejak digital itu tdk akan bisa hilang begitu saja vid, Aku malu pada orang, apa kata dunia, jika menantuku pernah viral sebagai pelakor,"


"Tapi Ma, aku mencintai nya dari dulu, Dia cinta pertama ku, pokoknya Aku tidak bisa meninggalkannya"


"Pokoknya mama tidak merestui nya, Mama malu punya menantu seperti Dia, memang nya tidak ada wanita lain lagi apah, sehingga harus menikahi janda seperti Dia."


"Maaf ma, kali ini David akan tetap mempertahankan nya" David masih bersikukuh.


"David...!"Bu Nita tambah geram.


"Sudaa lah Ma, jangan memaksakan ataupun menghalangi kemauan anak selagi mereka berada di jalan yang benar" Pak Bagas menambahkan.


"Papa juga belain Dia, dulu Dafa juga gitu maksa mau nikah sama Anggun, Papa membela nya meski Mama menentang nya, sekarang David juga mau mengikuti jejak kakaknya, kalian ini memang tidak pernah mau mendengarkan perkataan Mama, di rumah ini memang tidak ada yang sayang sama Mama! Tidak ada yang mau dengerin Mama" Bu Nita ngambek, Ia pun segera beranjak ke kamar nya dan menutup pintunya dengan keras.

__ADS_1


__ADS_2