Mendadak Dinikahi Brondong

Mendadak Dinikahi Brondong
kedatangan Ranti


__ADS_3

Pagi hari sebelum memasak, Nur sudah selesai belanja dari tukang sayur yang memang sudah standbay di depan komplek rumah Bu Hanum.


'Tumben Ibu pesan belanjaan banyak banget' batin Nur sesaat setelah selesai belanja.


"Nur, nanti masak nya yang banyak ya, soal nya akan ada tamu, tamunya ini suka makan." Tutur Bu Hanum pada menantu nya itu.


"Owh, Iya Bu. Memang nya tamu siapa Bu yang suka makan ?" Nur penasaran.


"Keponakan ku , Ranti. Dia anak dari adik bungsu ku, Dia seumuran Suamimu, dari kecil Dia memang suka makan, banyak kalau makan , kalau kesini Aku pasti harus masak banyak, tapi orang nya menyenangkan, maka nya Aku senang jika Dia kesini." ujar Bu Hanum.


Bu Hanum dan Nur memasak bersama sambil ngobrol. Mungkin hanya obrolan santai antara mertua dan menantu, tapi hal itu sangat baik dalam keharmonisan keluarga.


Jam sepuluh pagi, ternyata Ranti yang ditunggu-tunggu baru muncul.


"Keponakan Tante kok baru nyampe sih, padahal sudah dari tadi ditungguin loh."ujar Bu Hanum sembari memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri Ranti.


"Duh Tante, maaf ya, Ranti telat, tadi habis ikut ngeroyokin orang !" Ujar Ranti.


"Waduh, jangan bilang kamu menghajarnya habis-habis an kayak cerita Ibumu, yang dulu pernah menghajar copet di pasar, kamu itu dasar tomboy !."


"Ya, nama nya juga jiwa pendekar, pasti berantem lah tan ! Rugi dong kalau gak di pake,


"Terus, yang kamu hajar itu copet, begal atau rampok ?".


"Bukan , Tapi Dia adalah seorang Suami yang ketahuan selingkuh, yang di labrak sama istrinya"


"Ha ha ha.......kamu itu ada-ada aja, dari dulu gak pernah mau diam , oh iya kenalin itu istrinya Alfin !" Ujar Bu Hanum yang kemudian memperkenalkan Nur yang baru muncul dari dapur.


"Hai , Saya Nur." Nur memperkemalkan diri.


"Hai juga mbak, Aku Ranti ." Ranti menyambut ramah seraya mengulurkan tangan yatu


"Ini yang nama nya Ranti Bu?" Nur terheran-heran, tatapan nya tak luput dari memandangi Ranti dari atas ke bawah.


"Memang nya kenapa Nur?"Bu Hanum heran.


"Dari cerita Ibu, katanya Ranti itu suka makan dan makan nya pun banyak, ini kok badan nya langsing gini, orang nya juga cantik." Ujar Nur memuji.


"Haha...jadi mbak mikir nya Aku ini gendut," Reaksi Ranti malah merasa senang.


"Haha, Ranti jadi kepedean tuh di bilang cantik." Imbuh Bu Hanum.


"Eh, Bom-bom mana Tan ?"tanya Ranti sambil mencicipi makanan yang ada di meja.

__ADS_1


"Dia sedang ke kantor." Jawab Bu Hanum.


"Wah, enak nih semur jengkol nya, Aku langsung makan ya tan !". Ujar Ranti yang sudah siap makan.


"Emang Bom-bom kerja apa an ?". Ucapnya sampil mulut


"Dia lagi ngurus Butik ."


"Butik ? Gimana ceritanya ya, orang dulu Dia tuh ahli bidang ekonomi, kalau Aku sih pantes di Butik, karna Aku bisa dibilang desainer. Tapi Alfin"


"Rizki orang kan tidak ada yang tahu lewat jalur mana, kebetulan Istrinya Bom-bom dulu seorang penjahit, jadi keterusan bisnis dibidang fshion gitu!". Guman Bu Hanum.


"Mbak Nur hebat ya, bisa merubah Bom-bom, jadi pengusaha Butik ."


"Itu memang sudah keahlian Mas Baim dalam bidang ekonomi, Aku hanya mendukung dan mendoakannya."


"Owh, jadi panggilan sayang nya mbak Baim, gak jauh beda sih sama Bom-bom, dari dulu Aku panggil gitu karna Dia gendut saat masih kecil, ha ha ha" ujar Ranti.


Sambil makan, Ranti terus bercerita tentang dirinya dan Baim saat masih kecil, Zahira turut mendengarkan ulasan dari Ranti.


Ranti datang dan sementara akan tinggal bersama Bu Hanum, kedatangannya adalah ùiuntuk mencari pekerjaan setelah Ia baru lulus kuliyah di Bandung. Dan Bu Hanum menyambut nya dengan senang hati.


*****


Sementara itu di kantor, Baim sedang sibuk menyiapkan meeting , bersama Yongki.


Taklama kemudian rapatnya selesaìl dan mereka haya


"Kamu kenapa, wajah mu tampak murung".tanya Baim pada Yongki


"Entahlah, Aku hanya merasa kurang fit saja ".


"Kamu masih tinggal bersama orang tuamu?"


"Tidak, mereka berpisah dan masing-masing menikah, Aku hanya tinggal bersama seorang pembantu."


"Kenapa kamu tidak menikah saja?"


"Aku tidak percaya pada pernikahan dan wanita ."


"Kenapa?" Baim pun merasa heran.


"Alda, cinta pertamaku dulu, tega menghianatiku, Dia berselingkuh yang Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Belum lagi Ibuku yang selingkuh dari Ayah, Aku jadi semakin membenci perempuan "

__ADS_1


"Tapi mengapa Aku lihat kamu malah sering gonta ganti pacar"


"Aku membeli wanita itu bukan untuk ku gahahi, tapi Aku hanya mengajak mereka ngobrol saja !, tidak lebih"


"Sebaik nya kamu itu harus membuka hati untuk menerima cinta dari seorang wanita, karma bagaimanapun juga, sebagaimana manusia yang normal, kita di haruskan menikah, karna itu sunnah Rosul, hukum alam."


"Emm, Aku masih belum siap".


"Tapi, Kamu masih normal kan? kamu benci pada wanita bukan berarti kamu menyukai sesama jenis kan?"


"Ya tidak lah, Aku masih waras !".


"syukurlah kalau begitu."Baim merasa lega, dengan jawaban Yongki.


****


"Ranti ? kapan kamu datang?" Baim terperanjat saat pulang ke rumah menemukan sepupu nya sedang ngemil bakso di ruang makan.


"Bom-bom...akhirnya Kamu pulang juga ya !" Ranti menyambut sepupunya itu dengan pelukan.


"kamu masih saja doyan makan , sudah berapa kali nih kamu makan ?"


"siapa bilang Aku lagi makan, ini Aku cuma lagi nyemil doang, kebetulan tadi ada tukang bakso lewat, kasian kalau gak ada yang beli."


"Alasan kamu aja tuh ! oh iya, ngapain kamu kesini, kalau gak penting amat bisa bangkrut Aku, karna harus kasih jatah makan lebih banyak setiap harinya."


"Dih..., tante, Bom-bom nya jahat banget sih , pelit nya minta ampun !"Ranti mengadu pada Bu Hanum yang sedari tadi ada di sana.


"haha...kalian itu dari dulu masih sama saja ya, sukanya ribut !".tambah Bu Hanum yanb malah mentertawakan keusilan Baim"


"Bom, Aku kesini mau nyari kerja, kamu tahu kan, Aku suka men desain, dan katanya kamu sedang merintis Butik, jadi bisa dong Aku masuk dalam bagian Butikmu ?"


"Bisa, bisa, Kami memang sedang butuh tukang pel dan bersih-bersih ." ujar Baim sambil melahap pentol di mangkok bakso Ranti.


"Aku ini sarjana disainer, bukan sarjana kebersihan !" Ranti sewot.


"Iya, iya, besok ikut Aku, Aku kenalin sama Pimpinan nya," Baim sambil berpikir untuk menjodohkan Sepupunya itu dengan Yongki.


"Beneran, loh ya !"


"Ya iya lah bener, soalnya Aku kasian lihat kamu kalau gak segera dapat pekerjaan, gak bisa makan banyak nanti, dan bisa-bisa nanti Ibuku yang bangkrut karna belanja nya double ."


"Nanti kalau Aku jadi di terima kerja, Aku akan bersikap seperti anak kost, Aku bayar deh untuk uang belanja Tante".

__ADS_1


"Bom-bom hanya bercanda kok, jangan masukin ke hati, kamu gak perlu repot-repot , anggap rumah sendiri." ujar Bu Hanum.


"terimakasih ya tan," Ranti mrmeluk Bu Hanum dengan sumringah.


__ADS_2