Mendadak Dinikahi Brondong

Mendadak Dinikahi Brondong
kegagalan Gladis


__ADS_3

Telah sampai masa sebulan, waktu yang di berikan Gladis untuk Baim menyiapkan pesanan 1000 baju dari Butik Zahira . Gladis sangat yakin kalau Baim tidak mungkin bisa menyelesaikan pesanan nya tersebut, karna memang itu yang Ia rencanakan. Memesan sesatu yang sekiranya Baim akan gagal, sebab jika gagal, maka Baim wajib ganti rugi.


Gladis sangat bersemangat saat akan menemui Baim di Butik Zahira. Gladis hanya membawa satu orang asisten , Sedangkan disana sudah ada Baim , Ranti dan Yongki yang sedang menunggu.


Gladis tiada hentinya menyunggingkan senyum terindahnya saat disambut oleh Baim dan karyawan lain nya.


"Bagaimana ? pesanan Saya sudah selesai semua? " ujar Gladis dengan full senyum , dan hatinya tidak sabar menunggu respon kegagalan Baim.


"Alhamdulillah, kami bisa menyelesaikan pesanan anda tepat waktu. 1000 baju terbaik dari Butik Zahira ," Seketika raut wajah Gladis berubah pucat mendengar jawaban tenang dari Baim.


'What ? Bagaimana ini, mengapa mereka bisa menyelesaikan pesanan sebanyak itu dalam waktu cepat ? Tidak mungkin, ini tidak mungkin terjadi !!' Batin Gladis shock.


"Benarkah ?"ujar Gladis nanar dan terpaksa tersenyum.


"Iya, ini, semua sudah kami persiapkan !" Jawab Baim.


Kemudian Gladis memerintahkan asistennya untuk memeriksa , dan hasilnya memang benar, Baim Bisa menyelesaikan semua nya.


"Sebentar, Saya mau bicara dulu pada Asisten Saya,"ucap Gladis, meminta ijin pada Baim.


Kemudian Gladis berbicara serius dengan asistennya di dekat garasi Butik.


"Rokyj, kenapa bisa begini ? Kenapa mereka bisa menyelesaiÄ·kan permintaan kita dalam waktu secepat itu ?" Ujar Gladis.


"Saya juga gak tahu Bos !" Roky merasa ketakutan , jikaTugas nya gagal.


"Kalau begini, kita jadi harus segera menyelesaikan pembayaran nya . Huh..terus buat apa Aku repot-repot pesan 1000 baju Butik, jika akhirnya akan gagal ," ujar Gladis sambil melkjs


Setelah berdiskusi dengan asistennya selesai, Gladis kembali ke tempat semula.


"Oke, Saya mengucapkan banyak terimakasih. Baju-baju yang Saya pesan sudah selesai semuanya dan tepat waktu. Dan sesuai janji saya, Saya akan membayar sisa pembayaran sebanyak 250 juta nya dimana dulu Saya sudah bayar 100juta ! Roki , tolong segera transfer 250 juta !"


"Baik Bos !" Ujar Roky.


"Terimakasih mbak Gladis , " ucap Baim .


"Sama-sama, oh iya bisa minta tolong karyawan nya untuk membantu mengangkat barang-barang ini ke mobil saya !" Pinta Gladis.


"Pasti !"

__ADS_1


Dengan prasaan dongkol dan kesal, Gladis tetap berusaha tersenyum di hadaan mereka.


Kerjasama antara Gladis dan Baim berjalan dengan baik dan lancar . Yang jelas Baim dan yang lain nya merasa senang dengan keberhasilan itu , tapi tidak dengan Gladis , Ia merasa kesal karna semua rencananya gagal total .


"Arhgggg...kenapa ini bsa terjadi. Kenapa kalian ke colongan dalam memata-matai mereka ? Apa kerja kalian selama satu bulan ini ? Kalau begini malah Aku yang rugi jadinya, uang 350 melayang hanya untuk beli baju-baju yang sebenarnya Aku sendiri tidak tahu untuk apa!!," guman Gladis dengan penuh amarah.


"Masalah baju-baju ini, Bos tenang saja ! biar Aku tanganin, nanti uangnya bukan hanya 350 juta, tapi bisa jadi 500 juta "ujar Viona.


"Ya sudah , itu terserah kamu !"


"Viona, kira-kira kamu tahu gak, kenapa mereka bisa menyelesaikan pesanan kita tepat waktu ?"


"Hmmm, kemungkinan Baim punya teman yang bisa membantunya atau bisa jadi, Dia bekerja sama dengan Butik lain, " ujar Viona.


"Kenapa Aku tidak berpikir sejauh itu ? , huf, anggaplah ini kebodohanku yang kurang merencanakan semua dengan matang. Tapi benar juga katamu. Baju-baju itu tidak akan sia-sia, kita bisa juga berbisnis pakaian selain bisnis obat-obatan terlarang ."


Sementara itu, Baim memberi bonus pada masing-masing karyawan nya yang sekarang berjumlah dua puluh orang itu.


"Selamat ya Mas, kita berhasil menyelesaikan pesanan mbak Gladis, Mas memang the best deh, pokoknya.!"


"Itu mah biasa, kamu lupa, kita kan punya Butik pusatnya di Surabaya, disana Novi dan Hasbi yang meng handle nya, dan dengan senang hati mereka mengerjakannya, apalagi karyawan kita disana sekarang sudah mencapaj 200 orang."


"Oke lah , kamu itu ya, kalau urusan makanan, sinyalnya kuat. " seloroh Baim , Yongki hanya tersenyum melihat tingkah Ranti.


"Orang hidup memang butuh makan Mas !" Jawab Ranti enteng.


***


Pagi itu, Nur dan Bu Hanum sedang pergi ke Pasar untuk keperluan dapur, karna malamnya mereka berencana akan mengadakan makan malam bersama keluarga.


Zahira yang ikut mereka merasa senang karna diajak. Namun saat Bu Hanum dan Nur sedang sibuk memilah-milih sayuran , tiba-tiba Zahira lepas dari pengawasan mereka.


Nur shok, setelah menyadari Putrinya hilang. Ia bahkan mengelilingi pasar untuk mencari keberadaan putrinya itu hingga meminta bantuan keamanan Pasar serta melakukan pengmuman dengan Toa .


Namun semuanya tidak bisa membantu menemukan Keberadaan Zahira.


Nur segera menghbungi Baim, dan Baim pun segera mencari jejak Zahira di sekitaran pasar tradisional terbesar itu.


Hampir 5 jam, mereka belum menemukan tanda-tanda tentang ke beradaan Zahira , sampai Nur pingsan dan mereka terpaksa pulang dengan tangan hampa.

__ADS_1


Namun pukul 12 siang, ada telfon untuk keluarga Bu Hanum.


"Anak kalian berada di tangan kami "ucap si penelpon.


"Apah ? Siapa kalian? Kalian apakan anakku" Baim marah dan panik.


"Ayahhh ...tangan Zahira sakit yah.."suara tangisan Zahira di telfon semakin membuat keluarga Baim sedih .


"Jangan sentuh anak ku ! Siapa kalian sebenarnya ? Apa mau kalian ?" Gertak Baim.


"Kami mau uang 500 juta." Kemudian si Penelfon langsung menutup telpon nya.


"Zahiraa..zahiraaa..."Nur dan Bu Hanum semakin menangisi Zahira.


Kemudian, Baim segera menghubngi Arman , yang kemudian Arman langsung menghubungi Andi.


Dengan sigap, nomer telpon pelaku langsung di lacak nya.


Sama halnya dengan penyelamatan Baim waktu di sekap, penculikan Zahira pun cukup mudah untuk di tangani.


12jam setelah penculik itu menelfon Keluarga Baim, Andi berhasil menemukan lokasi penculiknya. Mereka pun siap melakukan penangkapan.


Arman ikut mendampingi Baim yang ikut dalam penyelamatan itu. Sementara Nur dan Bu Hanum tetap di Rumah, di temani dan dihibur Aisyah dan Ranti.


Sesampainya di lokasi, seperti layaknya seorang polisi yang melakukan penyelamatan terhadap korban penculikan, Dalam hitungan menit, musuh bisa ditaklukan dam Zahira sudah bisa diselamatkan.


Baim memeluk Putrinya yang menangis dan terlihat ketakutan.


Kemudian Baim meninju beberapa penculik dengan amarah, karna Ia melihat Zahira terlihat memar di pipinya. Iya, Zahira sempat di tampar oleh salah seorang penculik, karna Zahira menangis terus.


"Beraninya kalian memukul anak kecil , Hah, dimana hati nurani kalian ! "Baim benar-benar marah.


"Kalian memang tidak ber prikemanusiaan, anak kecil ssperti ini kalian pukul juga?" Arman pun sangat marah, Ia juga memukul penculik yang berjumlah tiga orang itu.


"Tunggu sebentar ! Aku sepertinya pernah melihat kalian ?" Ujar Baim sambil mengingat sesuatu.


"Iya, kalian teman orang yang menculik dan menyekapku. Pak Andi , mereka juga terlibat dalam penyekapanku, berarti Orang yang menyuruh kalian adalah orang yang sama dengan orang yang menculikku serta menteror rumahku." Ungkap Baim.


Mendengar itu, Andi bergerak langsung menangani kasus itu lebih dalam. Baim segera membawa Zahira pulang agar Ia bisa segera di obati dan tidak trauma lagi.

__ADS_1


__ADS_2