
Zahira sangat bahagia dan menangis terharu saat akhirnya Ia bebas dan bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga nya lagi, terutama Bunda nya.
"Bundaaa...Zahira takut Bunda ..., " Zahira menangis ke pelukan Nur saat baru sampai ke rumah nya . Melihat Putrinya menangis dan wajahnya tampak lebam, hati Nur terasa perih dan Ia pun ikut menangis sedih
"Bundaaaa...Pipi Zahira sakit.."Zahira mengeluh kesakitan sambil menangis.
"Tenang ya sayang, sekarang Zahira aman dan Bunda akan mengobati luka nya, sebentar lagi tidak akan sakit lagi sayang..." ucap Nur yang pura-pura tersenyum dihadapan putrinya meski hatinya terasa perih.
Bukan hanya Nur, Bu Hanum serta yang lain nya yang melihat kondisi Zahira saat itu pun ikut menangis melihat Anak umur tiga setengah tahun itu di culik dan di pukul hingga lebam.
Butuh waktu hampir seminggu untuk bisa menghilangkan trauma pada Zahira. Bunda nya, omah nya serta paman dan Bibi nya selalu berusaha yang terbaik untuk Zahira.
Dan dalam satu minggu itu pula, ternyata baru ada kabar dari Andi, bahwa Andi sudah berhasil meringkus otak di balik penyekapan Baim atau pun penculikan Zahira serta teror yang terjadi di rumah Bu Hanum beberapa bulan terakhir itu.
Baim dan Bu Hanum di minta untuk datang ke kantor polisi.
"Alhamdulillah , Akhirnya mereka berhasil ditangkap Bu, semoga setelah ini, keluarga kita merasa aman dan nyaman seperti dulu." Ujar Baim pada Bu Hanum.
"Iya, semoga setelah ini, keluarga kita selalu bahagia dan Harmonis seperti dulu lagi ." Bu Hanum tersenyum sumringah.
Sesampai nya di kantor polisi, Baim terperangah saat mengetahui , ternyata otak di balik penculikan anaknya adalah;
"Gladis ??? Jadi kamu yang menyuruh anak ku di culik ,serta penyekapanku serta teror di rumahku? " Baim masih tidak percaya dengan kenyataan yang Ia lihat, Gladis adalah orang yang pernah menjadi klien nya
"Kamu ada dendam apa pada keluargaku , hingga kamu tega melakukan semuanya ini ?"ujar Baim dengan raut wajah penuh amarah Pada Gladis.
Saat ini Mereka sedang bertemu di ruangan khusus, Gladis yang duduk berhadapan dengan Baim itu, tertawa.
__ADS_1
"Hahaha, Apa perlu Aku ceritakan semua tentang kejahatan kalian pada Ibuku ?" Jawab Gladis dengan pongah nya.
"Siapa Ibumu ?" Tanya Bu Hanum curiga
"Yurika ."jawab Gladis singkat.
"Apah !!!" Kamu benar anak nya Yurika ? Berarti kamu anak nya Mas Bambang ?" Bu Hanum terperanjat.
"Maksud Ibu, Dia saudara satu Ayah denganku ?" Baim tak kalah terkejutnya.
"Memangnya apa yang membuatmu sampai se dendam itu pada keluarga kami." Sahut Baim.
"Ibu mu menfitnah Mamaku, sehingga Mamaku di ceraikan dan di usir dari rumahnya bahkan dari kehidupannya saat Aku masih bayi merah. Anak mana yang tak sakit hati mendengar ibunya diperlakukan seperti itu bahkan oleh Ayah nya sendiri.
Bahkan Orang yang katanya Ayahku itu tidak pernah memperdulikan Aku dan Mamaku, orang itu menyia-nyiakan kami selama bertahu-tahun. Dan semua itu karna Kamu, wanita yang selalu ingin menguasai Pak Bambang." Gladis mengangkat jari telunjuknya tepat di muka Bu Hanum.
"Tidak, bukan Aku yang menfitnah Yurika, Tapi justru Yurika lah yang sudah menfitnahku . Dia menfitnahku telah berselingkuh dengan laki-laki yang Ia bayar, Tapi, kemudian Mas Bambang mengetahui fakta itu dengan mata kepalanya sendiri, sehingga Mas Bambang marah pada Yurika dan menceraikannya karna fitnah yang dilakukan nya pada ku" jelas Bu Hanum.
"Tidak, Aku tidak berbohong , kalau begitu tanyakan sendiri pada Mamamu dihadapanku apa benar yang Dia katakan ," Tantang Bu Hanum.
"Aku tidak butuh itu, bagiku kau adalah wanita yang jahat ," hardik Gladis seraya meninggalkan Baim dan Bu Hanum.
Awal Gladis tertangkap , bukan semata-mata karna kasus penculikan Zahira, tapi juga Ia terbukti terlibat kasus penjualan obat-obatan terlarang dengan sekala besar.
Sementara itu Yurika yang mengetahui Gladis sudah tertangkap, Ia langsung menghapus jejak dirinya agar tidak terendus pihak kepolisian . Sebab Ia juga banyak ikut andil dalam bisnis jual beli obat terlarang tersebut.
Bisnis tersebut memang berasal dari suaminya, ketika suaminya sudah tidak lagi aktif, maka Gladis lah yang meneruskan usaha itu.
__ADS_1
Gladis pun terancam dengan hukuman mati, karna bisnis Narkoba nya lumayan besar , banyak anak buah nya yang juga tertangngkap.
****
Keluarga Bu Hanum kini merasa lebih bahagia sebab pelaku teror yang meneror rumah nya dan mengganggu ketenangan keluarganya sudah tertangkap , berikut otak dibalik penculik Baim dan Zahira.
"Ibu, kami ingin pengakuan jujur dari Ibu , sebenarnya Ayah itu orang yang seperti apa ?. kami seperti tidak mengenalnya dengan baik, karna banyak yang dendam padanya.
Pertama tentang Bu Ayu dan Anggun sekarang muncul lagi Yurika dan Gladis yang bahkan segitu dendamnya pada keluarga kita." ujar Baim yang waktu itu bertiga dengan Arman dan Ibunya.
"Ayah sudah pasti jarang bertemu dengan kita. karna Dia sering bertugas ke luar kota. Bahkan selama ini Ayah selalu bersikap baik bukan hanya kepada kami, tapi kepada Ibu, sudah pasti sikapnya beda kan Ibu sudah pasti tahu sifat baik buruk nya Ayah ?" Tanya Arman
"Dia.., ya sama seperti yang kalian lihat, Jika Dia sosok Ayah yang baik dan bijaksana, Dia juga sosok suami yang baik, bijaksana dan penuh tanggung jawab." Jawab Bu Hanum
"Tapi mengapa Ayah sampai Dua kali menikahi wanita lain sampai mereka bisa sebenci itu pada Ayah ?" Baim berkilah.
"Kalian itu ya, Ayah kalian itu sudah tiada, tapi pertanyaan kalian ini seolah-olah ingin mengorek-ngorek aib Ayah kalian sendiri , sebaiknya kalian pergi saja dari dini, hust...sana,!" Bu Hanum mengusir anak-anaknya.
"Sebenarnya Mas Bambang itu memang suami yang baik, bijaksana, tidak pernah lupa tanggung jawabnya pada keluarga.
Namun, Tentang mengapa Ia sampai dua kali menikah diam-diam dengan wanita lain, itu memang sifat Mas Bambang yang memang tidak bisa di ubah dari dulu saat sebelum menikah.
Aku bisa bertahan sampai akhir hayatnya, karna Selain rasa cintaku, tapi juga demi nama baik nya dan karir nya ." Batin Bu Hanum.
***
Arman dan Aisyah punya kabar gembira untuk kluarganya, Aisyah sedang hamil anak kedua nya. Hal itu membuat Arman maupun Bu Hanum sangat bahagia.
__ADS_1
Karna sudah Ada Babysitter yang menjaga dan merawat Rangga maupun Radit, Aisyah tidak merasa keberatan jika Dia hamil lagi .
Nadia yang juga Hamil , kini sedikit demi sedikit sudah memdapat simpati dan kasih sayang dari mertuanya. David merasa bahagia karna akhirnya Mamanya bisa menerima Nadia .