Mendadak Dinikahi Brondong

Mendadak Dinikahi Brondong
Dinner


__ADS_3

Sesuai kesepakatan, Aisyah di antar Arman ke klinik kecantikan dokter Fina , untuk perawatan. Sementara anak-anak mereka titipkan ke omah nya, Bu Hanum, bukan Bu Suci, sebab Bu Suci memang tidak suka bila direpotkan dengan urusan anak-anak.


Sesampainya Mereka di Klinik itu, mereka tidak langsung masuk, Arman seperti masih ingin berbicara pada istrinya itu, Ia pun menggenggam tangan Aisyah, seraya menyampaikan sesuatu.


"Sayang.., Maafkan Aku, yang telah membiarkanmu selalu repot dengan rutinitas yang tiada hentinya sebagai Ibu rumah tangga, hingga kau tidak ada waktu untuk merawat diri." ujar Arman sembari memandangi garis kelelahan yang terlukis di wajah istrinya, dengan prasaan bersalah karna kurang perhatian pada nya selama ini.


"Aku sudah daftarkan kamu untuk prawatan disini setiap bulan nya, kamu hanya perlu tenang, refresh, tidak usah memikirkan anak-anak, karna mereka berada ditangan yang tepat, dan tidak usah kawatirkan Aku ataupun curiga padaku selama Aku jauh darimu.


Aku tahu sejak kedatangan Ibumu, beberapa bulan ini, bebanmu semakin bertambah, baik lelah secara fisik maupun batin, sebab Ibumu tidak mau repot dan tak mau direpotkan jangankan urusan dapur, urusan anak pun enggan." ucap Arman sesuai Fakta.


"Maafkan Ibuku Mas, Ibuku dari dulu memang seperti itu, jadi Aku tidak merasa kaget dengan sikapnya, justru Aku tidak enak hati sama , Mas ." Aisyah merasa tidak nyaman,


"Setelah dari Bandung, Aku sudah memutuskan untuk mengambil ART dan baby sister untukmu, agar kamu tidak terlalu lelah seperti ini."


"Sebaiknya art saja Mas, baby sisternya tidak usah, biar anak-anak lebih dekat denganku, art nya juga yang agak tua saja , jangan yang muda, ya, Aku takut .."


"Takut kenapa, tidak usah kawatir, suamimu ini tipe orang yang setia kok, Aku hanya mencintaimu dan akan selalu berusaha membahagiakanmu ."


"Terimakasih ya Mas, "mereka pun berpelukan sebagai salam perpisahan, sebab setelah itu arman langsung ke Bandung.


"Oh iya, nanti pulang nya pesan taxi online saja, sebab nanti butuh sekitar 1 sampai 4 jam perawatan disini, nikmati saja waktumu sayang, Aku kenalkan dulu sama fina yuk !. " Arman mengajak nya turun setelah Dia membukakan pintu untuk sang istri, berlagak seperti seorang pangeran menyambut permaisurinya.


Selama ini Arman memang merasa kurang perhatian pada Aisyah,Namun saat Ia sering mendengar ucapan Ibu nya Aisyah yang sering menasehati yang tidak benar pada Aisyah,membuat Arman berancang-ancang membuat pertahanan diri untuk bisa menjaga rumah tangga nya dari gempuran , baik dari dalam maupun dari luar.


sebab kegagalan pernikahan pertama nya dengan Nadia, membuatnya kini lebih bertekad untuk mempertahankan keutuhan rumah tangganya dengan Aisyah.


Aisyah yang sedang menunggu giliran , saat Ia fokus dengan ponselnya, sekedar membuat instastory, tiba-tiba Ia dikejutkan oleh suara yang tak asing baginya.


"Aisyah, mau nyalon kok gk ngajak Ibu, kan Ibu sudah bilang, Ibu mau ikut, sudah lama Ibu tidak ke salon"


"Ibu ! Kenapa Ibu bisa ada disini?" Aisyah terperanjat melihat Ibunya sudah berada di dekatnya.


"Gak usah kaget gitu, Ibu bosan di rumah sendirian, lalu Ibu ikuti saja mobil suamimu dengan ojek "


"Terus, maksud Ibu kesini mau ikut perawatan juga?"


"Ya iyalah masak kesini cuma mau nungguin kamu doang"


"Tapi Bu, Mas Arman yang membayar nya, jadi Aisyah sekarang tidak punya cukup uang untuk membayar Perawatan Ibu "

__ADS_1


"Hubungi saja suamimu, agar melunasi Ibu juga, Aku cuma mau facial saja kok"


" owh cuma facial saja"


"Medicure pedicure dan..."


"Sudah Bu, memang nya Ibu mau cantik untuk siapa sih ?"


" Ibu mau nyari suami lagi tentu yang kaya, kalau perlu yang brondong, kayak ipar kamu itu, yang dari kampung, si Nur . Gini- gini Ibu itu masih cantik kok, karna dulu Ibu itu bunga desa , jadi kan sayang kalau gak di rawat, siapa tahu ada brondong nyantol"


"Astaghfirullahal adzim " Aisyah hanya bisa mengelus dada dengan kelakuan Ibunya yang tidak mau berubah, seperti anak remaja yang hanya memikirkan dirinya sendiri.


***


Malam menjelang, Baim sudah berencana ingin membawa Nur Dinner berdua di cafe bernuansa romantis tak tempat tinggal Baim.


"Selagi Zahira tidur, Ayo ikut Aku sebentar !" Ajak Baim pada istrinya.


"Kemana?"


"Cuma ke cafe dekat sini."


"Kamu lihat bunga ini, ? "Baim menunjukkan setangkai bunga mawar yang ada di meja mereka.


"Ia, bunga yang indah dan menggoda setiap mata yang memandangnya, aroma nya pun semerbak tapi sayang, sebentar lagi, Ia akan layu, tapi tidak dengan cintaku, cintaku yang terjadi pada pandangan pertama membuatku memantapkan hati untuk mencintai dan menjagamu sepenuh hatiku" tambah Baim.


"Tumben nge gombal, biasanya cuek, ada apa ya !"


"Bukan gombal, tapii ungkapan sungguhan"


"Kamu ingat gak, saat pertamakali kita bertemu, dalam sekejap, kita langsung menjadi suami istri, tanpa mengenal satu sama lain


"Iya tentu saja ingat , saat itu kau ngaku-ngaku jadi pacarku terus warga langsung menikahkan kita, dan... "


"Happy Annyversary yang ke 4 istriku"seketika Nur terkejut karna Baim memberikan cincin permata dihadapan nya.


Nur tidak bisa brrkata-kata, perlakuan istimewa malam itu ternyata sebuah kejutan untuk merayakan hari jadi pernikahan nya yang mendadak dengan Baim.


"Cintaku dulu mungkin berawal dari mendadak bertemu, mendadak menikah, kemudian mendadak cinta tapi Aku berharap semua yang serba dadakan itu mdnjadi selamanya dan seterusnya" ucap Nur.

__ADS_1


"Terkmakasih sayang, selama ini kamu telah menemaniku dari nol, seolah Aku lam pemimpin yang butuh dibimbing" Baim meraih genggan tangan Istrinya


"Kita harus saling menyempurnakan dan melengkapi bukan?"


"Kasihan Zahira gak di ajak ya"


"Ya kan Zahira sdh sama Ibu, ini memang waktunya kita pacaran, selama ini kita belum pernah diner seperti ini bukan "


Terlihat Mereka menikmati dinner mereka, namun tiba-tiba ada yang menepuk pundak Baim.


"Hai bro, apa ka'bar lo ! Lama gak kelihatan, kemana aja lo !." Sapa nya.


"Yongki ! Apa ka bar lo, wah pemampilan mu sekarang sudah jadi bos kayaknya nih"


"Biasa, generasi milenial harus selangkah lebih maju"Yongki merasa semakin tinggi hati.


"Kamu kesini sama siapa? " tanya Baim


"Ini sama gebetan gue" Yongki merangkul mesrah pacarnya.


"Owh, kalau Ini, perkenalkan ! Dia istri ku, "


"Istri , kapan lo nikah ?"


Empat tahun yang lalu, ini Aku sedang Annyversary"


"Owh selamat , tapi sayang ya, lo gak bisa puasin-puasin masa muda elo"


"Kalau sudah ketemu jodohnya ,mau bagaimana lagi, kan Allah yg mengatur, bukan kita sdndiri"


"Elo sama aja layak dulu, oh iya kamu sibuk apa? "


"Aku sedang mencari investor untuk udaha butik dan konveksiku, cabang dari Surabaya"


'Wah kebetulan banget nih Aku juga lagi nyari sesorang yang bisa mengelola bisnis, bagaimana kalau kita kerjasama?"


"Oke, bisa kita coba kerjasama ini, semoga bisa saling menguntungkan"Baim sumringah


"Oke, Aku duluan, nikmati malam romantis kalian"Yongki pamit untuk pulang duluan

__ADS_1


__ADS_2