Mendadak Dinikahi Brondong

Mendadak Dinikahi Brondong
penyelamatan Baim.


__ADS_3

Andi berhasil mendeteksi lokasi dimana Baim di sekap, Ia dan rekan-rekan nya sudah bersiap-siap untuk bereaksi. Tanpa sirine dan hanya berpakaian biasa, Andi memimpin penyelamatan itu ke tempat tujuan.


Mengetahui hal itu Arman dan Reyfan pun ikut, mereka sudah ambil cuti dari Rumah sakit selama misi penyelamatan Baim tersebut. Jadi mereka leluasa untuk mengikuti perkembangan tentang Baim.


Di sebuah tempat yang lokasinya jauh dari keramaian kota Depok, tepatnya di sebuah bangunan yang tak ber penghuni yang jauh dari rumah penduduk.


Saat memasuki kawasan itu, Andi dan yang lain nya dihadang oleh beberapa orang yang memang di tugaskan berjaga disana. Mereka menghajar orang-orang Andi, satu lawan satu , Namun mereka kalah dalam berkelahi. Bahkan dari mereka ada yang menggunakan senjata api dan sebagian lagi senjata tajam, untuk menghadang Andi dan teman-nya .


Andi tak kehabisan ide, Ia biasa melakukan penyergapan, dengan kemampuan dan trik nya, dan dengan ke piawaian nya menggunakan pistol, Akhirnya Ia mampu melumpuhkan lawan hingga semua orang yang bertugas menjaga Baim di rumah itu bisa dilumpuhkan.


Setelah semua dapat di lumpuhkan, Arman dan Reyfan segera mencari keberadaan Baim di setiap ruangan di rumah itu. Dan ternyata, Baim berada di sebuah rangan yang gelap dan berantakan serta bau.


Tubuh ringkih Baim di temukan lemah tak berdaya, kurus penuh luka dan sangat menyedihkan.


"Baim.... Baim... bangun !!!!" Arman mencoba membangunkan nya, tapi Baim tak menjawab karna lemah , bibirnya juga terlihat kering sebab tidak diberi makan dan minum.


Setelah menemukan Baim, Arman segera menggendong nya ke mobil nya dan segera membawanya ke rumah sakit. Sementara Andi sedang sibuk menangkap preman yang berhasil dilumpuhkannya, namun yang berhasil ditangkap hanya dua orang tiga orang lainnya berhasil kabur.


***


Di rumah sakit.


Baim sudah sadar dan Dia masih sedikit lemas setelah mengalami dehidrasi dan kekurangan gizi.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu bisa bebas dari mereka. Apa kamu mengenali mereka?" Tanya Reyfan.

__ADS_1


"Tidak, Aku sama sekali tidak mengenalinya." Ucap Baim yang masih terbaring lemah itu.


"Anakku...bagaimana keadaanmu sekarang, mengapa kondisimu jadi seperti ini," tiba-tiba Bu Hanum yang baru datang ke rumah sakit itu langsung memeluk Baim.


"Tidak apa-apa bu, Baim baik-baik saja kok, cuma lka-luka kecil saja, Baim kan laki-laki, luka segini sih tak masalah," jawab Baim sambil tersenyum.


"Kamu itu, masih sama seperti dulu, kalau luka tidak pernah mau Ibu obati !?" Ujar Bu Hanum tersenyum sumringah.


"Setidaknya Baim tidak hilang ingatan seperti kemarin saat Baim kecelakaan kan, ini Baim hanya luka ringan saja !" Baim menghibur Ibunya.


"Bagaimana prasaanmu sekarang Mas ?" Kali ini Nur yang menyapa dan mendekat. Dia juga baru datang bersama Bu Hanum.


"Yang jelas, sekarang Aku sangat bahagia karna bisa bertemu dengan istri dan keluargaku lagi," Baim tersenyum sumringah.


"Ayah...Zahira kangen Ayah, Ayah kemana saja ?" Zahira memeluk ayahnya dengan senang.


"Itu, Ayah kenapa luka, Ayah habis jatuh dimana? Ayah nanti gak lupa lagi sama Zahira kayak dulu, kan? ," ucap Zahira polos, yang masih trauma saat dulu Baim hilang ingatan karna kecelakaan.


"Tidak sayang, Ayah tidak akan lagi melupakan Anak Ayah yang paling cantik ini, crewet lagi ," ujar Baim sambil mencium pipi anak nya dengan kasih sayang.


"Ayah jangan perg lagi ya, nanti yang nganter Zahira sekolah siapa kalau Ayah pergi terus ?" Ucap Zahira lagi.


"Iya sayang, Ayah janji deh !"


Sementara itu, Arman dan Andi berbicara serius di luar kamar Baim dirawat.

__ADS_1


"Bagaimana? Apa kau bisa menangkap orang yang bernama Yurika?"tanya Arman.


"Tidak. Selain tidak adanya bukti, orang yang Aku tangkap ternyata juga tidak mengenali orang yang bernama Yurika . Nomer telfon yang mengirimi vidio Baim disiksa itu nomer mereka. Serta penyerangan di rumah kalian, itu bukan mereka. Kemungkinan tugas mereka sudah di atur sedemikian rupa. Apakah kalian punya foto orang yang bernama Yurika ?" Papar Andi.


"Ya tidak, karna tetakhir kali kami bertemu sekitar dua puluh tahunan yg lalu, itu pun Dia datang sebagai istri kedua Ayahku" guman Arman.


"Terus katamu lagi, Dia terlibat di balik kematian Ayahmu, coba ceritakan kejadian nya ?" Tanya Andi lagi.


"Iya, ada saksi yang bilang kalau sewaktu Ayah berjalan, Ia seperti disengaja di srempet oleh mobil, kemudian Ayah jatuh dan masih bisa betdiri namun ternyata dari arah lain, ada mobil lain yang menabraknya hingga Ayah tertabrak dan terpental.


Saat itu Ayah masih sempat bicara saat di ruang IGD di rumah sakit. Sebelum akhirnya Dia meninggal.


Namun ada suatu hal yg harus kamu tahu, Saat jenazah Ayahku masih dirumah, ada seorang wanita yg mengaku sebagai istrinya, dia menangis-nangis di depan jenazah Ayah.


Namun suatu saat Aku memergokinya saat bersama suaminya. Dan terungkaplah, ternyata Dia di suruh seseorang. Orang yg menyuruh itu sebenarnua bisa jadi kunci , tapi sayang nya mereka tidak tahu orang nya, sebab saat menyuruh mereka, orang itu mengenakan masker, kaca mata dan pake topi, sehingga mereka tidak bsa mengenalinya." Arman menjelaskan panjang lebar.


"Ternyata Ayahmu mempunyai musuh dan musuh itu juga mau menghancurkan keluargamu. Hmmm mungkin kamu tahu , orang yang bernama Yurika itu orang mana?"


"Kalau tidak salah sih, orang Makasar" Arman menerka.


"Cukup rumit juga ya ...bentar-bentar, sudah cek cctv gak di komplek rumah mu ketika peneror melempar batu ke jendela rumah kalian?" Tanya Andi serius.


"Sudah, tapi plat nomer sepeda motor yg digunakan pelaku sengaja di tutupi, wajah mereka pun di tutupi." Ujar Arman.


"Saya akan memerintahkan anak buah Saya untuk menyelidiki peneror itu dengan penyamaran, kamu tenang saja ! . Oke, Untuk sementara it saja dulu, Aku permisi dulu, masih ada tugas lagi soalnya. " Andi pamit.

__ADS_1


"Terimakasih kawan !" Arman menyambut jabatan tangan perpisahan dari Andi.


__ADS_2