
Kurang ajar !! Kenapa Dia sampai lolos ??" Gladis melempar gelas kaca yang berisi wiski di tangan nya.
"Mereka membawa polisi intel Bos !" Jawab Parta ketakutan.
"Rupanya mereka mau bermain-main denganku!" Gladis mendengkus kesal.
Kemudian Ia mencengkram kerah jaket levis yang di kenakan Parta saat itu "Parta ! ingat , jangan sampai polisi itu menemukan jejak kita, kamu sudah tahu maksud ku kan ?".
"Baik Bos, semua aman terkendali, " Parta ketakutan, sebab meski Gladis hanya seorang gadis, tapi srcara fisik Ia kuat karna memang sering latihan khusus. Selain karna kuat secara fisik, Pengaruhnya dan nama besar Ayah tirinya sangat di takuti preman se kota Depok itu.
"Bagus, Karna kalau sampai polisi itu menemukan jejak kita, bisnis besar kita akan terancam . Untuk sementara Hentikan dulu teror kita ke rumah mereka , karna saya kawatir anak buah kita tertangkap ," ucap Gladis .
"Baik Bos !" Jawab Parta
"Parta ! Jalankan Target kita selanjutnya, kamu tahu kan ?" Tambah Gladis.
"Mengerti Bos, semua sudah siap, Bos siap-siap saja mendapat kabar baik besok !" Parta optimis.
"Oke, Aku tunggu kabar nya !"
"Bos, ada nyonya Antoni di depan?" Tiba-tiba ada anak buah nya yang memberi informasi.
Dan tanpa menunggu lama, akhirnya nyonya besar pun muncul.
"Halo mi, Mami kesini kok gak bilang ?" Gladis segera menyambut nya.
"Ngapain harus bilang dulu, Mami tahu, Anak mami yang cantik ini pasti sedang sibuk, "ujar Yurika yang sekarang lebih dikenal pangglan Nyonya Antoni.
"Gak juga kok, Gladis cuma sedang bahas tentang balas dendam kita pada keluarga Hanum," ujar Gladis.
"Bagaimana perkembangannya ?"
"Mereka meminta bantuan polisi, dan Tawanan kita lolos, jadi untuk sementara aksi kita dihentikan sementara ," jelas Gladis.
"Bagus, Kamu memang pandai menggunakan taktik. Sesuai Yang mami dan Papi ajarkan selama ini ! Papi pasti bangga padamu, Sayang nya papi sedang duduk di kursi roda, jadi tidak bisa memantau langsung hasil kerja kerasmu , baik itu dalam mengelola bisnis renternir maupun obat-obatan terlarang kita !" Yurika memuji Gladis.
"Mami tenang saja, semua beres, semua aman ! " Gladis meyakinkan Maminya.
"Mami Bangga padamu sayang !" Yurika memeluk Gladis.
__ADS_1
"Mi, boleh Aku tanya ?"
"Apa sayang ?"
"Ceritakan padaku tentang kejahatan mereka pada kita dulu ?" Tanya Gladis.
"Mereka adalah keluarga seseorang yang telah menghancurkan hidupku, karna Hanum, Mami disia-siakan . Bahkan, Mami diusir dari rumah beberapa hari setelah Mami melahirkanmu. Entah Kenapa ada ada seorang suami yang tega meninggalkan istrinya dan bayi nya yg masih merah. Mereka juga sering menfitnah dan menghinaku ." Yurika tersedu.
"Mak-sud nya Mami, yang menyia-nyiakan itu adalah Ayah kandungku ?"Gladis tersentak.
"Iya , "
"Jangan bilang kalau laki-laki yang bernama Bambang yang Aku tabrak waktu itu adalah Ayah kandungku ?" Gladis merasa semakin penasaran.
"Iya, Itu Ayah kandungmu !"
"Kenapa Mami gak cerita dari awal kalau Dia Ayahku, Aku kan bisa bertemu atau menyapa nya dulu sebelum Aku menlenyapkan nya ,"
"Memang nya kenapa ?,"tanya Yiurika.
"Gakpapa, Aku cuma benci aja sama laki-laki pengecut seperti Dia !!!" Gladis menghela nafas kasar.
"Ya sudah, sekarang kita nikmati saja moment saat kita meng habisi keluarga Ayahmu , itu bisa membuat mu melampiaskan kebencian dan kemarahanmu pada si Bambang !" Guman Yurika.
Kondisi Baim sudah mulai membaik, Ia sudah boleh pulang . Meski badan nya masih lemas, Dia sedang menikmati kebersamaan nya dengan putrinya, Zahira.
"Mas, Ayo makan dulu, biar tenaganya cepat pulih !" Ajak Nur pada suaminya.
dan Baim pun segera memenuhi ajakan Nur.
"Ranti kemana?" tanya Baim .
"katanya dari Butik, Dia langsung jalan dama teman-temanya," jawab Bu Hanum.
*
Pukul tujuh malam, setelah dari jalan-jalan bersama teman nya, Ranti pergi ke butik lagi, karna ponsel nya ketinggalan di dalam butik. Ia masuk ke butik sendirian melalui pintu samping kemudian segera mencari-cari keberadaan ponselnya.
Saat Ia menemukan ponselnya yang ternyata terjatuh di bawah meja, tiba-tiba Ia mendengar suara orang memaksa membuka pintu dengan sebuah alat. Ia yang posisinya masih menunduk di bawah meja sengaja tetap terdiam dan memperhatikan dengan seksama, siapa yang datang, meski hatinya merasa takut.
__ADS_1
"Kalian harus cepat-cepat, agar tidak ada curiga. Kita mulai dari bagian peyimpanan bahan. Detelah itu, biarlah api itu perlahan demi perlahan menghanguskan tempat ini !" ujar seseorang pada teman nya.
Mendengar itu, Ranti membekap mulutnya sendiri karna terkejut, dan agar keberadaanya tidak di ketahui oleh mereka.
Selama kedua orang itu memulai aksinya, Ranti menyetel mode silent di ponselnya, lalu mengirim pesan pada Yongki, sebab Baim belum begitu pulih total.
[Aku sekarang terjebak di dalam butik, ada dua orang yang masuk dan mau membakar butik ini, cepat kemarin Aku takut ]
Pesan nya terkirim dan terbaca, Ranti pun merasa lega. Namun Ia mulai panik karna sudah tercium bau kain terbakar, sedangkan kedua orang tersebut tampak sudah pergi.
Ranti segera keluar dari bawah meja , dan menuju ke tempat penyimpanan bahan. Benar saja, disana sudah ada api yang menyala. Ranti pun panik, Ia segera menghubungi Yongki.
"Yongki, cepat kemari ! apinya sudah menyala, dan pelakunya sudah kabur , " ucapnya melalui sambngan ponsel.
"Ini Aku sudah dekat."
Sambil menunggu Yongki, Ranti memgambil air dengan gayung untuk menyiram api tersebut. Meski tidak efektif, tapi hanya itu yang bisa Ia lakukan saat itu.
Api semakin membesar, bahan yang sudah di potong pun tak luput dari percikan lidah si jago merah, Ranti semakin panik.
Namun tak lama kemudian, Yongki datang. Ia membawa satpam dan beberapa orang. Mereka bahu membahu mematikan api yang sudah mulai bergejolak itu.
Taklama kemudian, dengan susah payah dan alat se adanya , serta kerjasama yang baik, akhirnya mereka pun berhasil mematikan apinya, meski sudah lumayan banyak bahan yang sudah terbakar.
"Alhamdulillah, akhirnya kita bisa memadamkan nya. Meski sdah ada beberapa bahan kain yang terbakar." ucap Ranti.
"Iya, Syukurlah ! oh ya, Ranti, kenapa kamu bisa ada disini ?" tanya Yongki penasaran.
"Tadi setelah jalan-jalan sama temanku, Aku mampir kesini karna mau ambil hape ku yang ketinggalan." jawab Ranti.
"Untung mbak Ranti ada disini, kalau tidak, butik ini pasti habis di lahap api " ujar satpam.
"Apakah Pak Baim sudah diberi tahu?",tanya seorang lagi.
"Belum, tapi nanti Saya yang beritahukan,"Sahut Ranti.
"Terimakasih semuanya atas pertolongan dan bantuan Bapak -bapak tadi !"Ranti berterimakasih pada para penolong
"sama-sama," jawab mereka kompak
__ADS_1
"Ini sudah malam, sebaikya Aku antar kamu, sekalian Aku mau jenguk Baim." Yongki menawarkan tumpangan.
"Terimakasih," jawab Ranti malu-malu.