
"Kamu hamil?" Burhan terperanjak mengetahui putri kandung yang baru Ia ketahui ternyata mengalami seperti hal nya orang tuanya.
Burhan terduduk lemas di pinggir kasur, di kamar Nadia. Ia kecewa, sedih dan semakin merasa berdosa, semua prasaan nya seakan bercampur aduk. Nadia dan Alexa yang berada di kamar itu hanya bisa saling pandang, menunggu reaksi dan jawaban dari Ayah mereka.
"Maafkan Ayah, selama ini Aku memang tidak pernah tahu Sandra sedang hamil anakku, karna sebelum nya , saat Aku berkali-kali melamarnya, Dia selalu menolak. Sekarang Aku menyadari, dosaku yang berzina dimasa lalu di balas oleh Tuhan dengan Kehamilanmu yang hamil di luar nikah ini.
Ayah harap, kamu jaga anak itu, Ayah setuju kamu tidak mau menggugurkannya, tapi kamu juga tidak boleh menikah, karna kalau kamu tetap menikah, maka kau akan menjadi istri yang haram disentuh oleh suamimu, karna kehamilanmu ini.
Jadi sebaiknya , menurutku pertahankan lah kehamilanmu, kalau perlu selama hamil jangan keluar rumah dan tinggalah disini, biar Aku yang bicara dengan Sandra nanti." Burhan memberi masukan untuk Alexa.
"Tapi Aku malu, jika hamil tanpa suami, bagaimana mungkin Aku bisa bertahan dalam kondisi seperti ini?." Alexa menangis di pangkuan Burhan.
"Tinggalah disini bersama ku, Aku akan menemani mu, bukankah kita saudara?." Alexa pun berhambur ke pelukan Nadia, antara sedih dan bahagia karna masih bisa di terima dalam keadaan terpuruk..
"Terimakasih, sejahat apapun Aku padamu, kamu masih mau menerimaku dalam keadaan terpuruk seperti ini." Alexa semakin menangis di pelukan Nadia.
tatlama kemudian, Susi yang sedari tadi menguping, langsung masuk dengan melemparkan pertanyaan pada semuanya.
"Sebenar nya, ada apa dengan kalian ? Apa yang kalian rahasiakan dari Mama. kenapa kalian dekat dengan Alexa yang jelas-jelas telah merusak ketenangan hidup Nadia ?." Susi yang tiba-tiba datang merasa sangat marah karna merasa tidak tahu apapun dan ada yang disembunyikan dari nya.
"Jawab Mas, ada apa ini sebenarnya , Mas ?"Susi menekan pertanyaannya.
"Baiklah, memang sebaiknya kamu juga harus tahu tentang semua ini." Burhan menghela nafas panjang untuk bisa melanjutkan kosa kata nya.
Sementara rasa penasaran Susi malah semakin besar.
"Sebenarnya, Alexa adalah putriku." suara Burhan terasa berat, sementara Susi langsung membulatkan matanya dan tubuhnya mundur perlahan.
"Apah maksud Mas sebenarnya? apakah Mas punya istri lain?" Susi masih merharap penjelasan dari suaminya.
"kamu tahu kan, Sandra adalah manyanku danTernyata, dulu Sandra Hamil dan tidak ada seorang pun yang tahu kehamilannya, sebab saat dulu Aku ingin menikahinya, Dia tidak pernah mau, karna Aku miskin,
Dan baru kemarin Dia mengakuinya, dihadapan ku, Alexa dan Nadia. Dan sekarang, ternyata Alexa, juga mengalami seperti yang dialami Sandra, sekarang Dia hamil dan pacarnya tidak mau bertanggung jawab." mendengar itu, Susi hanya diam.
"Apakah Mama marah ?" Tanya Nadia dan Sepertinya Alexa merasa sangat mrasa tak enak.
Kemudian Burhan mengajak Susi keluar, Diluar Burhan tampak sedang nerusaha memberi penjelasan pada istrinya itu.
__ADS_1
sementara Nadia dan Alexa yang masih di dalam kamar masih bisa menyaksikan kalau Burhan dan Susi yang masih terlihat bertengkar.
"Apakah Mamamu akan bisa menerimaku?." tanya Alexa penuh harap.
"Mamaku orang yang baik, pasti Dia akan mengerti, Kamu tenang lah !" Nadia menenangkan Alexa.
*****
Setelah mempertimbangkan baik dan buruk nya serta untung rugi nya, baik bagi kedua belah pihak, antara Baim dan Yongki akhir nya resmi bekerjasama.
Yongki memang sangat profosional serta kompeten dalam kerjasama bisnis dengan setiap klien nya. Sejak awal, Baim memang yakin dan puas dengan kinerja Yongki.
Suatu waktu, Baim di ajak nongkrong di sebuah cafe andalan Yongki, Baim yang jiwa muda nya masih bergelora itu tentu sangat senang dengan undangan Yongki.
"Sayang, malam ini Yongki mengundangku ke acara nya bersama rekan bisnisnya yang lain juga . Demi menghargai nya, Aku malam ini mau hadir, mungkin pulang nya agak malam ya. " Baim memberitahu sekaligus meminta ijin pada istrinya.
"Tapi Mas, Aku tidak yakin dengan nya, mungkin iya, Dia hebat dalam urusan bisnis, tapi untuk sikap, Aku takut Mas terpengaruh, bukannya pengaruh teman itu sangat cepat pengaruhnya dalam pergaulan. " ujar Nur yang terkesan berat dalam memberikannya ijin.
memang benar, lebih baik meminta maaf daripada meminta ijin.
"Kamu tenang saja sayang, Aku mengerti batasan, insyaAllah, Aku tidak akan ikut-ikutan jika memang itu tidak baik." Baim meyakinkan Nur.
" yang di undang Ada ceweknya gak? kok baju yang di pakai fashionable banget, muka di ganteng-gantengin gitu." selidik Nur dengan memicingkan mata seperti seorang FBI sedang meng introgasi target nya.
"Kurang tahu lah, masak Iya Aku nanya siapa saja yang di undang ."Baim mulai merasakan tidak nyaman dengan tatapan istrinya.
"Kalau aada perempuan nya, Aku juga mau ikut dong !" pinta Nur penuh harap.
"Kayak nya gak ada, ini pertemuan khusus laki-laki. Ya sudah, Aku berangkat dulu! ya !" Baim segera berangkat karna kalau masih di sana, introgasinya tidak akan selesai-selesai.
Sesampai nya di lokasi, Baim langsung bergabung dengan Yongki dan teman-teman nya. Dia di sambut dengan hangat dan akrap serta bersahabat, namun ada hal yang mengganjal di hatinya, sebab di meja mereka terhidang minuman keras, yang kesemua teman nya yang berjumlah lima orang itu tampak meminumnya.
Baim sempat dipaksa untuk meminum, tapi dengan halus Ia menolak.
"Ayolah, dikit saja, gak bakal mabuk kok! Aku aja sudah habis 5 gelas tidak mabuk, benar gak coy!" Deni, teman Yongki memaksa.
"Maaf , Aku gak bisa" Baim tetap menolak dengan sopan.
__ADS_1
"Okelah tidak apa-apa, " akhirnya Deni menyerah.
"Halo sayang, sudah lama nunggu ?" Seorang wanita yang berpakaian super ketat super pendek menghampiri dan merangkul serta mencium pipi Deni .
"Istri?" Tanya Baim singkat.
"Istri itu tugas nya di rumah, kita sebagai laki-laki yang kerja keras mencari nafkah juga butuh yang lebih seger daripada yang di rumah, iya kan !" ujar Deni dengan tawa sumringahnya.
Wanita itu pun terus menatap Baim dengan tatapan sangat genit.
"Kamu pingin? apa Aku yang harus pesan kan untukmu? sekali-ksli jajan kan gakpapa." goda Deni pada Baim, sambil merangkul perempuan nya itu.
"Tidak, maaf, oh iya, kalau acaranya sudah selesai, apa Aku boleh pulang dulu an ?" Pinta Baim yang risih dengan teman -teman nya.
"Jangan pulang duluan lah , masak gak menghargai gitu, ayolah santai bro, oke kita bahas bisnis dulu" ujar Yongki.
Mereka pun membicarakan banyak hal sebagai topik pembicaraan, ada yang membahas tentang bisnis sampai hal asmara serta tentang rumah tangga mereka, sehingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Tak terasa, ternyata Baim juga minum meski hanya satu gelas, yang lain sudah mabuk meski tidak terlalu parah, sedangkan Deni sudah chek in dengan teman wanita nya tadi.
Baim pulang pukul 12 malam, mau membangun kan istrinya Ia takut mengganggu tidurnya, jadi, Dia putuskan untuk menunggu di teras dengan posisi tidur terduduk di kursi teras.
Tatlama kemudian Nur keluar, dan melihat suaminya tertidur di kursi merasa sangat bersalah.
"Mas, bangun ! bangun, ayuk masuk, tidur di dalam saja, " Nur membangunkan Suaminya.
"Maafkan Aku sayang , Aku pulang terlalu larut malam" ujar Baim.
"justru Aku yang minta maaf, karna tidak segera membukakan pintunya, Aku ketiduran di Sofa depan." sahut Nur.
"Mas, kamu minum ?" Nur Sontak terkejut, Ia mendengar bau minuman dari mulut suaminya, saat Ia membantu membopong tubuh suaminya dari luar.
"maaf sayang, Aku terpaksa , padahal Aku sudah berkali-kali menolak." Baim merasa takut.
Tanpa bicara, Nur masuk ke kamar nya, kemudian kembali lagi dengan membawa bantal dan selimut.
"malam ini Mas tidur di sofa saja, Aku tidak mau tidur dengan orang yang sudah minum minuman keras." ekpresi Nur sangat marah.
__ADS_1
Akhirnya , Baim pun tidur di sofa
"Nasib.., nasib..., sudah pulang kemaleman, tidur di sofa, kedinginn, banyak nyamuk, jadi kayak dulu waktu tidur beralaskan tikar saat jadi pengantin baru." grutu Baim, tapi Dia hanya bisa pasrah.