
Seorang Ibu tetaplah Ibu, Ia pemilik cinta sejati untuk sang anak.
Cinta Ibu sepanjang masa. Sang Ibu siap membela dan melindungi anak nya kapanpun dan dimanapun, meski kadang sang anak bersalah.
Rasa perih dan teriris, kini dirasakan oleh Sandra, saat melihat Raga sang putri terbujur lemah tak berdaya.
Sandra merenungi banyak hal, atas perbuatannya yang gegabah, yang memaksa putrinya untuk menggugurkan kandungan nya, hingga Ia mengalami pendarahan dan kondisinya yang kritis.
"Mama Ibu yang egois, Mama Ibu yang jahat, maafkan Mama sayang. Dulu , saat Mama hamil kamu, tidak ada seorang pun yang tahu bahwa kau sudah hadir di perut Mama sebelum Mama dan Papa Suryo menikah. Mas Suryo sangat menyayangimu , karna yang Dia tahu, kamu adalah anak nya." Ujar Sandra sembari menggenggam erat tangan anak nya.
"Mama adalah Ibu yang egois. Mama juga wanita yang jahat karna telah membohongi Mas Suryo selama 25 tahun . Mama yang berdosa , Mama yang pantas dihukum, tapi Mama malah melampiaskannya pada mu dengan memaksamu menggugurkan kandunganmu sehingga kamu terkulai lemah seperti ini, Maafkan Mama."Sandra merutuki dirinya sendiri.
"Alexa, kamu tahu gak, Papa Suryo sekarang sudah menceraikan Mama, setelah tahu Mama telah membohonginya selama ini. Sekarang Mama sendirian, bangunlah sayang, temani Mama.
Alexa sayang, setelah ini, Mama akan berusaha menjadi Mama yang baik. Kita jalani hidup bersama, juga sama steven , Dia memilih tinggal bersama kita, karna Papa Suryo sudah punya istri baru lagi sebelum cerai dengan Mama.
Mulai sekarang, kamu harus semangat untuk sembuh ya nak, Kami butuh butuh kamu.
Kita mulai lagi hidup baru, buka lembaran baru."
Sandra terus mengajak Alexa bicara, meski sebenarnya Ia tahu kalau Alexa belum sadar, namun Ia senganja mencurahkan segala kegundahan dan rasa yang dialami nya saat ini pada Alexa, agar Alexa bisa segera meresponnya.
Dengan meluahkan segala rasa yang ada di hatinya , kini hatinya merasa lebih tenang dan nyaman.
"Mamaaaa..." suara lemah itu tiba-tiba terdengar dari bibir Alexa yang mulai terbuka perlahan.
"Alexa..kamu sudah sadar sayang?" Sandra terharu.
"Syukurlah, kamu sudah sadar, sebentar Mama panggil dokter dulu." Tambah Sandra.
Dokterpun datang dan segera memeriksa kondisi terkini Alexa dengan seksama.
"Dia sudah keluar dari masa kritisnya, sekarang kpndisinya sudah mulai stabil. Dia hanya butuh banyak istirahat untuk pemulihan fisik maupun psikisnya, jangan paksa Dia untuk berpikir berat, tenangkan hatinya, bahagiakan prasaan nya." Guman dokter yang waktu itu memang tengah menangani kasus Alexa.
"Terimakasih banyak dok," senyum sumringah Sandra tersirat dari wajah nya.
__ADS_1
"Mamaaa, memang nya Alexa kenapa?"tanya Alexa dengan suara berat.
"Kamu mengalami koma selama dua hari." Sandra sengaja tidak membahas masalah pendarahan nya, karna dikhawatirkan psikisnya terganggu.
"Ma, Alexa ingin pulang." Dan Alexa pun ternyata juga tidak mau membahas nya.
"Iya, nanti Kita pulang, tapi Mama tanya dokter dulu ya ." Ujar Sandra.
"Ma...maafkan Alexa, jika selama ini Alexa tidak pernah bisa mejadi anak yang berbakti pada orang tua."
"Tidak sayang, seharusnya Mama yang minta maaf, karna Mama egois, Mama kurang perhatian pada Alexa dan..." Sandra tidak bisa melanjutkan ucapan nya, karna bulir bening yang mengkristal telah jatuh dan mampu membasahi kelopak mata nya.
"Sudah Ma, Mama jangan nangis, kita lupakan saja semua nya , kita jalani hidup yang baru, kita akan tetap bersama seperti dulu lagi meski tanpa Papa ". Alexa menenangkan Mama nya.
Dan Senyum Bahagia mulai terukir di bibir Alexa, matanya menyiratkan semangat hidup yang baru. Begitu juga bagi Sandra.
****
Sementara itu, di tempat lain Pak Burhan tidak menemani Alexa, karna Ia sedang menjadi wali untuk putri kedua nya, Nadia.
"Para saksi Sah ?" Tanya penghulu.
"Sah !"jawab para saksi.
Kemudian Semua saksi yang hadir meng amin kan doa yang dipanjatkan untuk kedua mempelai. Yang dipimpin seorang ustad yang di undang.
Acara dilaksanakan secara sederhana di rumah Nadia dengan segelintir tamu yang terdiri dari tetangga dekat dan keluarga , bahkan dari pihak laki-laki pun hanya sedikit.
Anggun , Dafa serta Pak Bagas. Sementara Bu Nita tidak mau hadir karna memang sampai detik itu Dia tidak setuju dengan pernikahan keduanya.
"Sampai kapan pun Aku tidak setuju kamu menikah dengan wanita itu !" Tegas Nita pada David.
David status nya yang masih lajang, sukses dan tampan, sangat di sayangkan jika menikah dengan seorang wanita yang berstatus janda dua kali dan pernah terlibat kasus pelakor dalam vidio viral, Ibu yang mana yang rela anak nya menikah dengan wanita seperti itu, rutuk Bu Nita.
"Fid, Aku merasa tidak enak hati kita menikah tanpa restu Mama mu" ujar Nadia di kamar pengantin yang merupakan malam pertama bagi mereka.
__ADS_1
"Tapi Papa setuju, yang tidak setuju cuma Mama, tapi Aku yakin suatu saat Hati Mama akan terbuka. Sudahlah jangan pikirkan itu, malam ini jangan memikirkan yang lain selain Aku, karna Aku sekarang adalah suamimu, Akulah yang berhak kau pikirkan " David meraih pinggang Nadia serta meletakkan dagunya di pundak sang istri.
"Vid ...Tapi maaf , Sebelum nya Aku harus jujur padamu ." Ucap Nadia dengan memasang suara agak serius.
" ada apa?" David meraih dagu Nadia setelah membalikkan badan nya.
"Maaf , jika Aku sudah tidak perawan lagi."
"Haha.., itu kan semua memang sudah tahu, tapi mau perawan atau janda , pernikahan itu untuk menuju rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah, bukan memperioritaskan hal tabu yang di sebut dengan keperawanan. Justru bagiku, janda sepertimu pasti lebih berpengalaman ." David menggoda Nadia.
"Hmmm tergantung sih, kamu mau Aku jd wanita polos atau wanita berpengalaman." Timpal Nadia.
"Berpengalaman yang ku maksud itu, pengalaman mengelola emosi diri, menghadapi amarah suami, bersabar dalam menghadapi kekurangan suami dan pengalaman di kasur juga, hehe ." David mulai memeluk istrinya.
"Hmmm, tapi Kamu mau pilih mana, Aku harus wanita polos atau berpengalaman di kasur ?"
"Di luar rumah, jadilah polos ! Berdandanlah dwngan dandanan yang biasa, karna sejatinya kamu itu memang cantik alami dari dulu. Dan pakailah pakaian yang sopan, meski kamu belum bisa menutup rambutmu, dengan jilbab, tapi Aku akan menunggumu untuk itu.
Sedangkan kalau di kamar , Aku harap sih tidak usah pakai apa-apa khusus untukku titik."
"Entar masuk angin dong !"
"Biarin , biar cepat hamil, karna Aku ingin cepat punya anak darimu, dengan begitu siapa tahu Mama bisa menerima pernikahan kita."
"Semoga saja." Nadia mengaminkan.
"Kalau begitu ayo !"ajak David.
"Kemana?"
"Bikin anak".
♡♡♡♡♡♡.
Mohon maaf para readers, jika Saya kurang bisa mengaplikasikan adegan ranjang seperti penulis lain nya. 🙏🙏
__ADS_1