
Cintya memang cinta pertama bagi Arman, Dia tidak menampik kalau masih ada cinta di hatinya pada Cintya dan Dia membohongi Aisyah, kalau Dia tidam akan menduakan nya.
Saat ini, Cintya, yang merupakan cinta pertama nya di masa lalu telah menjadi pasien nya, dimana Cintya sedang sakit parah.
"Arman, Aku bisa melihat di matamu masih ada cinta untukku, Aku sudah bertemu dengan istrimu dan meminta ijin pada nya agar kamu bersedia menikahiku, tapi mengapa kamu tetap keukeh menolak nya ?" Ujar Cintya pada Arman yang masih terbaring lemah ranjang rumah sakit.
"Maafkan Aku Cintya, Aku tidak bisa,"
"Katakan padaku, apa yang membuatmu enggan memenuhi permintaan terakhirku, padahal Aku tahu kau juga masih mencintaiku," tatapan Cintya nanar.
"Jujur, masih ada cinta dihati ini padamu, tapi Aku tidak bisa menikahi mu. Cinta tidak harus memiliki, Aku enggan menikahimu bukan karna Aku takut pada istriku, tapi karna Aku tidak mau menyakitinya," Arman mencoba menjabarkan prasaan nya.
"Ada alasan lain ?" Cintya masih berharap.
"Bukan Aku tidak setuju dengan poligami. Tapi Aku hanya menghindari pernikahan poligami, karna dulu Ibuku pernah dipoligami . waktu itu usiaku sekitar 15 tahunan dan Aku mengerti apa yang terjadi semua nya waktu itu.
Seorang tentara memang tidak boleh poligami, tapi Ayahku pernah menikah lagi tanpa sepengetahuan siapapun kecuali keluarga nya.
Dan kamu tahu, Ibuku sangat menderita saat itu, setiap hari Ibu pasti menangis, meski Dia sudah menyembunyikan penderitaan nya itu, tapi Aku bisa melihat rasa sakit yang di rasakan Ibuku.
Istri kedua Ayahku saat itu sangat pandai bersilat lidah dan memutar balikan fakta, Ibuku menderita bukan hanya karna di duakan, tapi karna sering terdzalimi oleh madu nya ataupun Ayahku sendiri. Hingga akhirnya Ayahku menceraikan istri kedua nya.
Dan Aku bertekad untuk tidak akan menyakiti perempuan, terutama hati istriku. Aku tahu kamu wanita yang baik, Aku yakin, kamu tidak akan seperti madu Ibu ku, tapi Aku bisa merasakan sakit nya hati perempuan saat melihat suaminya berjalan dengan wanita lain.
Andai Aku menikahimu, Dan kamu jadi istriku. Saat Aku menghabiskan waktu bersamamu, seikhlas apapun Aisyah mengijinkanku menikahimu, Dia pasti akan merasakan kesedihan.
Dan jika Aku sedang berdua dengan Aisyah romantis gitu, kamu pasti akan merasa cemburu, jadi bagaimana mungkin Aku akan membiarkan wanita yang Aku cintai terluka hatinya."
"Jika itu alasanmu, ya sudahlah, Aku tidak akan memaksamu lagi untuk menikahiku." Cintya terlihat pasrah.
__ADS_1
"Kamu mungkin memang sakit dan secara medis, kamu tidak punya waktu lama lagi untuk bertahan, tapi percayalah, dokter hanya manusia, sejati nya hanya Allah yang menentukan hidup dan mati seseorang.Tetaplah yakin dan berusaha kau pasti bisa sembuh, "
"Terimakasih kau sudah menemani hari-hari terakhirku," Cintya putus asa.
"Jangan bicara seperti itu, yang menentukan hidup dan mati itu hanya Allah. " Arman menguatkan Cintya.
"Entahlah, Aku memang sudah merasa sudah punya harapan lagi untuk hidup lebih lama lagi,"
"Kau harus tetap semangat!,"
"Bagaimana mungkin Aku bisa semangat, kedua oramg tua ku saja tidak menemaniku, mereka sibuk dengan urusan masing-masing," Cintya merasa marah pada orang tuanya.
"Biar nanti Aku minta Aisyah menemanimu, "
"Dia pasti membenciku, karna bagaimanapun juga, Aku wanita yang pernah melamar suaminya,"
"Tapi kalian bisa berteman,"
***
Setelah kehadiran Cintya , Aisyah selalu kepikiran tentang rumah tangga nya. Ketenangan nya seolah terenggut. Senyum yang biasa terpancar, kini seolah meredup.
Karna merasa tak sanggup menanggung sendiri, Akhirnya Ia mencoba untuk berbagi dengan mertua nya. Bersama kedua anak nya Ia mengunjungi rumah mertuanya.
"Apa yang kamu alami saat ini, hampir sama dengan apa yang pernah Aku alami ."
"Maksud Ibu?" Aisyah terkesiap
"Saat itu, Mas Bambang bahkan sudah menikah dulu, baru memberitahukan padaku.
__ADS_1
Kalau Tentang Ayu, Aku memang baru tahu ketika Mas Bambang sudah meninggal. Tapi Aku memaafkannya, bahkan sekarang Aku bersyukur Anggun sudah menjadi bagian dari keluarga kami.
Kemunculan Ayu dan Anggun waktu itu, sebenarnys hatiku hancur, tapi akhirnya Aku bisa menerima Ayu dan Anggun karna Aku tahu Mas Bambang lah yang telah menyia-nyiakan mereka.
Tapi, tahukah kamu, ada wanita lain lagi yang pernah dinikahi Mas Bambang?" Ujar Bu Hanum.
Aisyah menggeleng tak percaya .
"Saat itu Arman masi berusia 15 tahunan. Mas Bambang memberitahukan kalau Dia sudah menikahi seorang gadis asal Kota Makasar. Berbeda dengan Ayu yang Ia tinggal begitu saja, Mas Bambang membawa istri sirri nya itu ke kota ini, mereka memgontrak rumah di dekat sini." Bu Hanum memghentikan kisahnya karna sedang menyeka air matanya yang mulai menganak sungai.
Di kamar Bu Hanum itu, Aisyah menjadi pendengar yang pengertian. Pintu kamar itu sengaja di kunci dari dalam agar tidak di ganggu anak-anak, yang sedang seru-seru nya bermain di luar.
"Istri Sirri Mas Bambang itu bernama Yurika, Dia selalu bersikap seolah-olah Dia sangat penting di hati Mas Bambang, hingga Dia hamil, Dia semakin berulah, tambah manja, salah satu ngidam yang Ia paksa untuk dipenuhi, ialah, Ia ingin mengganti posisi ku dan menjadi istri tentara yang diakui.
Yurika sering berulah, Dia bahkan sering melabrakku , katanya Aku selalu menghalangi Mas Bambang untuk menemui nya, padahal karna memang Mas Bambang sering tugas keluar kota." Menceritakan itu, Bu Hanum menghela nafas , seolah membuang segala beban yang mendera. Sementara Aisyah hanya mendengarkan.
"Waktu itu, Ibu selalu berusaha tetap bersabar dan bertahan dalam keadaan apapun, mempertahankan keutuhan dan keharmonisan rumah tanggaku demi kedua anakku, Meski Yurika selalu berbuat ulah.
Yurika memang selalu berusaha agar Aku tidak tahan dengan sikapnya, Dia berharap Aku mundur dan meminta cerai dari Mas Bambang." Ujar Bu Hanum dengan raut wajah sendu.
"Intinya, Ibu tetap mempertahankan rumah tangga Ibu, meski di madu, dan meski madu Ibu sering menjahati Ibu?" Tanua Aisyah.
"Iya, meski sakit, perih dan terluka, Ibu tetap berusaha mencoba tegar demi anak-anak.
Yurika yang selalu berusaha dengan berbagai cara agar Aku di cerai. Tapi ternyata justru Dia lah yang di cerai karna Dia sudah ketahuan menfitnahku,
Pernikahan mereka hanya bertahan dua tahun, dan dikaruniai satu orang anak perempuan. akhirnya Yurika dan anaknya diantarkan pulang ke Makasar dan setelah itu, Aku tidak tahu lagi kabar mereka," Bu Hanum berhenti sejenak.
"Dan Ibu yakin, Arman tidak akan menerima permintaan wanita itu untuk menikahinya, sebab Dia trauma dengan Ayah nya dulu yang telah mendua dan menyakiti ku dihadapannya.
__ADS_1
Kamu harus tetap sabar dan tenang menghadapi setiap ujian dan cobaan dalam rumah tanggamu, karna setiap rumah tangga pasti akan ada ujian nya. Dan ujian dalam berumah tangga itu berbagai macam rupa ny, tetap lah berusaha menjaga rumah tangga mu ya nak!" Bu Hanum mengelus punggung menantunya itu.
Dan Aisyah pun kini merasa lebih tenang , Dia seolah mendapatkan pencerahan dari mertuanya.