Mendadak Dinikahi Brondong

Mendadak Dinikahi Brondong
obrolan pagi


__ADS_3

Suasana pagi di Rumah Bu Hanum tampak berbeda.


Sesaat setelah sarapan, Nur membantu mencuci piring di dapur, dan terjadilah percakapan antara mertua dan menantu.


"Kayaknya ada yang habis keramas nih !" Bu Hanum menggoda menantunya yang sedang serius mencuci piring , Sementara Baim sedang bercengkrama dengan Zahira di luar.


"Ibu..." Wajah Nur seperti kepiting rebus karna menahan malu.


"Bagaimana ? Apakah Suamimu sudah tidak lagi Amnesia, sampe membuatmu keramas gini" Bu Hanum bertanya serius tapi tetap membuat Nur malu.


"Belum Bu, Dia hanya bilang, meski ingatannya belum pulih, Dia tetaplah lelaki normal, yang juga membutuhkan hal itu, " guman Nur, menunduk.


"Gitu aja ? Dia gak ingat sama kamu tapi menggaulimu? Benar-benar aneh Anak itu" Bu Hanum terperanjak.


"Entahlah Bu, tapi menurut dari yang Nur baca di internet, katanya kalau suami yang lama tidak berhubungan badan, maka otot-otot akan melemah, dan saraf akan menegang, emosinya juga sulit terkontrol, mungkin dengan seperti ini, saraf dan otot-otot Mas Baim serta emosinya akan kembali stabil" jelas Nur pada mertuanya meski tampak canggung dan malu.


"Semoga saja dengan sering nya kalian melakukan hubungan suami istri , membuat ingatan nya perlahan kembali, siapa tahu aja, kan kita tidak ada yang tahu ! Dan Ibu berharap ucapan Ibu ini jadi doa" Guman Bu Hanum membenarkan ucapan Nur.


"Oh iya Bu, mungkin nanti siang, Nur akan meminta antar sama Mas Baim, untuk kontrol kandungan, karna ini sudah waktunya kontrol "


"Ibu ikut, sekalian jenguk Ayu, tadi Arman menghubungi Ibu, katanya Ayu sedang di rawat di Rumah sakit , terkena stroke! kata Arman kondisi nya lumpuh dan tidak bisa bicara"


"Innalillah.., kasian Bu Ayu ya Bu, iya nanti kita berangkat bareng, sekalian jenguk Bu Ayu !" Nur menyambut ajakan mertuanya.


*****


Semenjak bekerja di cafe, Nadia terlihat banyak perubahan, baik dari segi sikap maupun pemikirannya, tekad nya ingin merubah diri di awali belajar mandiri dengan bekerja keras , meski sebelumnya belum pernah Ia lakukan.


Bagi Nadia, awalnya memang berat, karna biasanya tidak banyak kegiatan yang Ia lakukan, saat berada Rumahnya sendiri ataupun di rumah mertuanya dulu, kegiatan yang sering Ia lakukan lebih sering nongkrong, shoping dan nyalon, selebihnya tidur dan ongkang kaki.


Saat bekerja dalam melayani konsumen, Ia masih menggunakan Masker, untuk menutup jadi dirinya dan menghindari bully an konsumen yang merupakan bagian dari netizen Indonesia yang terlanjur men jugde Nadia sebagai pelakor dari vidio viral nya saat dilabrak Alexa.


"Kamu bekerja dengan sangat baik Nadia, jangan patah semangat, Aku akan selalu mendukungmu !"Ujar David saat melihat Nadia sedang duduk beristirahat, Ia pun duduk disisi nya, tentu pelayan yang lain melirik mereka dengan tatapan aneh.


"Eh iya, Ini adalah pekerjaan pertamaku jadi Aku harus maksimal, meski sebenarnya Aku tidak bisa apa-apa"


"Kalau boleh tahu, Sudah berapa lama kau bercerai dengan Arman ? Maksudku, sejak kapan kau berjuang sendiri sehingga bekerja keras seperti ini"


"Tidak lama sih, kalau sama Mas Arman sekitar dua tahunan, kemudian menikah lagi tapi jadi istri kedua, ya...seperti yang kamu tahu sendiri, sampai Aku di labrak anaknya, setelah Aku pun di cerai juga." guman Nadia dengan senyum palsu seakan mentertawakan nasibnya.


"Maaf, bukan maksudku mengungkit hal itu"


"Its okay, gakpapa kok, Aku kenal kamu dari dulu, kamu itu orang baik"


"Hmmm...berarti masih hangat-hangat nya dong jadi janda! Hot single !" David mencoba mencairkan suasana hati Nadia yang tadi mulai redup.


"Ini semata-mata bukan karna Aku menjadi janda, tapi lebih kepada ingin berubah dan belajar mandiri"

__ADS_1


"Kamu punya anak?"


"Iya, satu, baru kemarin Dia ikut Mas Arman, selama ini Dia ikut Aku"


"Woouu ...Hot mom dong!, makin kesini makin cantik aja kamu" puji David, yang dari dulu memang menyukai Nadia, tapi selalu di tolak.


"Ish..!! kamu ini apa an sih dari tadi ngomongnya gitu, kamu sendiri bagaimana, udah ada calon belum?"


"Hmm, gimana ya, Aku beritahukan gak ya ?"


Drrrttt.


Tiba-tiba ponsel David berdering, Ia pun segera pergi meninggalkan Nadia.


"Sebentar, Aku terima telfon dulu !"ucapnya.


Taklama kemudian, seorang perempuan cantik, dengan busana yang fashionable nan elegan, mendatangi Nadia.


"Hey kamu ! jangan sok cantik ya ! setelah merebut suami orang karna kaya raya, sekarang kamu juga mau merebut tunanganku Hah !" Ucapnya dengan suara menantang sembari mengacungkan jari telunjuknya tepat di muka Nadia.


"Siapa kamu dan apa maksudmu?" Nadia panik, Dia masih trauma dengan perlakuan Alexa, sehingga Dia takut wanita dihadapannya itu melakukan hal yang sama, karna mimik amarah tersirat dari raut wajahnya.


"Perkenalkan ! Aku Hesti, calon istrinya David, dan jangan kira Aku tidak tahu siapa kamu ya, kamu itu pelakor kelas teri, yang rela menjadi simpanan om-om demi hartanya, sekarang kau mendekati David, jangan harap bisa merebut tunanganku ya !" Sahut Hesti


"Sungguh ! Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan nya, meski kami dulu berteman, Aku hanya karyawan biasa, sama seperti yang lainnya" pekik Nadia


"Awww...sakit, "pekiknya.


"Dasar kau pelakor, berani-beraninya mau menggoda tunanganku hah !" Makinya lagi sambil terus menarik rambut Nadia.


"Tidak mbak !"jawab Nadia parau.


"Hesti, lepaskan !" Tiba-tiba David muncul dan langsung menghadang Hesti agar tidak menyakiti Nadia lagi.


"Mas, kenapa kau lebih membelanya, Aku tunangaanmu !" Hesti merasa semakin marah, karna kini Nadia berlindung di belakang David.


"Kenapa kau menghajarnya?" Suara David meninggi.


"Karna Dia menggodamu, Dia mau merebutmu, jangan bilang kamu juga menyukainya ,?"


"Dia hanya teman sekolahku dulu, kami tidak ada hubungan apa-apa!"


"Sekarang mungkin tidak apa-apa, tapi bisa jadi nanti ada apa-apa kan ?"


"Sudah cukup Hesti, atau Aku akan membatalkan pertunangan kita karna Aku tidak suka kecumburuanmu yang tak beralasan ini "


"Sayang...?" Hesti terhenyak

__ADS_1


"Baik baik, Aku akan diam tapi Aku tidak mau Dia bekerja disini lagi !"


"Kamu tidak bisa memecat orang tanpa alasan"


"Tapi..."


"Sudahlah, kau hanya sedang cemburu buta, sekarang pergilah dan tenangkan pikiranmu ya ! Percayalah padaku!" Bujuk David.


"Kamu tahu kan vidio viral tentang Dia yang sedang di labrak Alexa, karna Dia menjadi simpanan Ayahnya Alexa ?"


"Iya Saya tahu "


"Alexa itu temanku Mas, Aku tidak mau Dia juga merebutmu dariku"


"Sudah, kamu percaya padaku, srkarang pulanglah, malu dilihat orang !"


"Tapi...!"


Namun karna takut David membatalkan pertunangannya, Dia memilih pergi dari tempat itu.


"Kamu tidak apa apa kan?" Kemudian David menghampiri Nadia yang terlihat trauma.


"Kenapa semua orang membenciku ? Padahal Aku ingin berubah , Apakah Aku tidak pantas dimaafkan"


"Dimaafkan? Siapa maksudmu? Alexa ? Mwmang nya Kau sudah meminta maaf padanya?"


Nadia berpikir sejenak,


'bagiku Alexa yang telah mempermalukan ku bagaimana mungkin Aku minta maaf pada nya. Aisyah dan Arman, iya mereka yang selama ini sering Aku sakiti' batin Nadia.


"Kalau kamu ingin berubah, pertama, yang harus kamu lakukan adalah kau meminta maaf pada orang yg pernah kau sakiti, maaf, sebelumnya, bukan Aku sok menggurui mu, tapi mungkin orang yang pernah kau sakiti tidak membalasmu, namun doa nya saat kau sakiti langsung didengar oleh Tuhan, sehingga karma akan terus berlaku meski kau sudah berubah namun belum minta maaf" ujar David.


"Iya, mantan suamiku dan istri barunya, Aku sering menyakiti mereka dengan menfitnah mereka di sosmed ku , dan Aku belum meminta maaf pada mereka" Nadia merasa bersalah.


"Tapi Aku malu jika harus meminta maaf mereka!"


"Biar Aku temani "


"Tapi bagaimana dengan tunanganmu ?"


"Itu bisa di atur, yang penting Aku temani kamu, karna kau itu temanku,"


"Tidak, sebaiknya Aku akan meminta maaf sendiri , Aku tidak mau mengganggu hubunganmu dengan tunanganmu"


"Baiklah jika itu membuatmu tenang!"


"Terimakasih ya!"

__ADS_1


"Tidak usah berterima kasih, kita kan teman ! Memang harus saling mendukung" David tersenyum sumringah.


__ADS_2