
"Ayah...Bunda...,Zahira pingin main ke rumah Rangga , boleh ya ?", pinta Zahira saat mereka sedang makan pagi, dengan bertambahnya usia, kini Zahira yang sudah memasuki usia 4 tahun itu sudah bisa mengucapkan huruf R.
"Iya, mereka lama tidak main kesini, Oma jadi kangen." Sahut Bu Hanum.
"Rangga kan sudah sekolah Bu, mungkin mereka sibuk?" Ujar Nur, sembari menyiapkan makanan di meja.
"Bunda, zahira kapan masuk sekolah nya? Zahira juga mau sekolah."
"Bentar lagi sayang, nunggu ajaran baru tiba, nanti sekolah nya bareng kak Rangga."jelas Nur.
"Waktu Bu Ayu meninggal, Aisyah dan anak-anak nya juga tidak ikut, ada apa ya dengan mereka, kok akhir-akhir ini, hubungan mereka seperti renggang gitu." Tambah Bu Hanum.
"Kita doakan saja, semoga rumah tangga kak Arman baik- baik saja ." Imbuh Baim.
"Iya, karna memang dalam setiap rumah tangga itu, pasti akan ada duri- duri dalam daging, krikil-krikil kecil maupun batu besar bahkan bisa berupa badai, baik badai kecil maupun besar, makanya dalam setiap habis sholat kita dianjurkan agar kita berdoa untuk keharmonisan keluarga" Bu Hanum memberi amunisi untuk Baim dan Nur.
"Mas Baim kayaknya tidak pernah lupa kok Bu, Dia pasti selalu membacanya disetiap selesai sholat dan Nur selalu mengamini nya." Ulas Nur, sambil melirik orang yang dimaksud.
Tiba- tiba Baim merasa tersedak nasi yang sedang di kunyahnya , karna merasa tersindir. Seketika Pikiran nya pun berkelana mengenang tentang frekwensi ibadahnya yang selama ini kurang istiqomah, sholat sering bolong dan bahkan tadi malam melakukan sesuatu yang di larang agama, yaitu meminum khamr.
'Astaghfirullahal adzim'
Seketika prasaan Baim merasa sedih. Ia merasa penuh dosa , ibadah kurang, dan terlalu memikirkan duniawi. Sebab Belakangan ini Dia memang lebih fokus dengan Butik yang sedang Ia bangun bersama Yongki.
"Mas, sepertinya kok ngelamun sih, makan nya juga belum habis tuh, habiskan dulu Yah, biar Zahira juga menghabiskan makanannya." Ujar Nur.
"Tolong kamu habiskan, karna Setelah ini Aku akan segera berangkat ke Butik, ada banyak hal yang harus Aku urus." Baim memberikan sisa makanannya pada istrinya untuk dimakan, dan itu sudah biasa bagi Nur, memakan sisa makanan milik suaminya.
"Iya, Mas hati-hati di jalan ya," ucap Nur dengan membisikan kalimat sambung khusus di telinga suaminya.
"Dan jangan sampai, melakukan sesuatu yang di larang agama lagi ya sayang, agar rizki kita berkah nantinya, meskipun itu dengan tujan hanya sekedar menghargai teman." Setelah membisikkan hal itu, Nur segera mencium punggung tangan suaminya yang hendak berangkat kerja.
Setelah itu Baim mencium punggung tangan Ibunya , serta juga mencium kening Zahira.
"Ayah berangkat dulu ya sayang, doakan Ayah, agar dapat banyak uang?"pinta Baim pada anaknya.
"Iya Ayah ."
"Assalamualaikum "
"Waalsikumsalam"
***
__ADS_1
Setelah mengantar Rangga ke sekolah , Aisyah yang membawa speda matic sambil membonceng Radit di depan itu segera memasuki rumah. kemudian Ia segera masuk rumah dan langsung di todong dengan pertanyaan oleh Bu Suci.
"Aisyah, sepertinya suamimu tadi malam tidak pulang lagi, memang nya kalian belum baikan?", ucap Bu Suci tanpa basa basi terlebih dahulu.
"Iya Bu, sepertinya kami akan bercerai saja !" guman Aisyah datar.
"Loh, kok secepat itu, memang nya tidak mau di bicarakan dulu gitu ". Wajah Bu Suci tampak senang tapi Ia tutupi dengan pertanyaan yang seolah peduli.
"Rasanya tidak ada yang perlu dibicarakan lagi Bu!" Aisyah tetap datar.
"Terus, apa yang akan terjadi selanjutnya ?"
"Ya mau tidak mau, Aisyah harus keluar dari rumah ini tanpa membawa apapun. Radit dan Rangga tetap di rumah ini, bi Hasnah yang akan merawatnya."
"Memang nya kamu mau kemana syah?"
"Aisyah akan mencari kos-kosan, dan selanjutnya Aisyah tidak tahu harus melakukan apa."
"Terus Ibu gimana ?" Bu Suci bertanya tentang dirinya sendiri.
"Terserah Ibu, Ibu mau ikut Aisyah atau Ibu punya tujuan lain ?"
"Mmmm...kayaknya Ibu mau pulang ke rumah saudara Ibu yang ada di Depok saja deh ".
"Tidak apa-apa, nama nya juga nasib orang, mana ada yang tahu."
"Setelah Radit nanti tidur siang, Aisyah akan segera keluar dari rumah ini."
"Kau tidak meminta harta gono gini gitu?."
"Tidak Bu, karna semua ini memang milik Mas Arman, Aisyah tidak membawa apa-apa waktu masuk kesini."
"Oh iya, nanti kita keluarnya bareng ya, Kalau kamu punya uang, Ibu minta buat biaya ke Depok." Bu Suci masih meminta uang ongkos untuk ongkos dirinya.
"Kebetulan Aku punya Bu, sedikit, tapi cukuplah untuk biaya Ibu ke Depok".
Taklama kemudian, Saat Radit sudah tidur, Aisyah sudah siap dengan tas ransel berisi pakaian sekadarnya untuk di bawa ke kosan.
"Kamu yakin mau pergi dari rumah ini Syah ?"
"Iya, Bu. Aisyah sudah lelah dengan sikap Mas Arman, Aisyah sudah mantab bercerai, dan Mas Arman pun tidak keberatan, jadi buat apa Aku bertahan"
"Jika itu keputusanmu, Ibu mendukung mu, sģaja"
__ADS_1
Aisyah dan Bu Suci sudah naik taxi online menuju tempat kost yang Aisyah pilih. Kost itu tampak murah, hanya terdiri satu ruangan, namun berjejer dengan kamar yang lain, namun kahmar mandi pun ada di luar, yang digunakan bersama.
"Ibu gak mampir dulu ke dalam ?"
" Tdak Syah, Ibu langsung menuju Depok, mumpung kamu yang bayarin ongkosnya"
"Kalau begitu, hati-hati di jalan ya Bu !"
"Iya, jaga diri baik-baik ya!!"
Bu Suci pun berlalu dari pandangan Aisyah. kemudian Aisyah segera masuk ke kamar nya.
Dihempaskan tubuh nya ke kasur busa yang terletam di lamtai kamar kost.
"Aku tidur dulu ah ! mau menikmati ekesendirianku saat ini tanpa siapa pun."
Drrtttt....
Pukul 12 siang, Aisyah terbangun karna ponselnya bergetar.
"Halo Bu, Ibu anda sudah sampai di Depok, Dia masuk ke sebuah Rumah dengan cat coklat"
"Terimakasih atas infonya, Pak !"ucap Aisyah dengan senyum sumringah, kemudian Dia pun segera menghubungi Arman.
"Halo Mas, nanti jemput Aku di tempat kost ya!"
"Oke sayang, bagaimana , Ibu mu sudah pergi? "
"Sudah Mas , Ibu sudah di Depok. Tadi supir nya sudah menghubungiku."
"Semoga dengan ini rumah tangga kita tidak lagi terganggu ya sayang"
"Iya, maafkan Aku yang slama ini termakan hasutan Ibu ya Mas,"
"Ya sudah, kamu istirahat saja dulu di situ, Rangga sudah Aku jemput tadi"
"Iya Mas."
'Maafkan Aisyah Bu, ini harus Aku lakukan demi menyelamatkan rumah tanggaku yang selama ini Ibu harapkan kehancuran nya, dan Aisyah baru tahu kalau ternyata, Ibu bukan Ibu kandungku.
Terimakasih Ya Allah, Engkau telah menyelamatkan rumah tanggaku , dengan membuka kebenaran tentang Ibu.'batin Aisyah bersyukur.
Ternyata rencana Aisyah dan Arman berhasil, setelah Aisyah mendengar sendiri pengakuan Bu Suci bahwa Dia bukan Ibu kandung nya dan memang berencana mau menghancurkan rumah tangga Aisyah dan Arman.
__ADS_1
Arman dan Aisyah bergerak cepat, Ia merencanakan rekayasa perceraian, sehingga Bu Suci dengan sendirinya keluar dari rumah itu tanpa harus di usir.