
"Berhenti memojokan istriku Raja Arthur?" Kalimat datar Arkana membuat Raja Arthur tertegun.
"Apa masalahnya jika aku menyentuh kaki istriku? Tidak menghargai ku? Tidak menghormatimu? Ck...... Dengar Yang mulia Raja Arthur, Mulai saat ini istriku Putri Aruna Ases De Bora bukan lagi bagian dari kerajaan atau negara ini. Putri Aruna Ases De Bora mulai saat ini hanya akan memiliki Nama belakang Albarack yaitu Margaku. Aruna Ases Albarack nyonya Albarack!" Ucap Arkana penuh penekanan pada setiap katanya.
"Dia memang putrimu karna aku tidak bisa membuang darah yang mengalir dalam tubuhnya. Tapi mulai saat ini dia tanggung jawabku. Aku tidak akan rela kulit istriku tergores hanya karna benda jelek ini!" Kata Arkana yang meletakkan Hells yang di kenakan Aruna tadi di depan Raja Arthur.
Semua orang sontak membulatkan mata, bagaimana tidak? Sepatu helss yang di kenakan Aruna adalah seharga fantasi yaitu 400-500 juta. Namun, dengan enteng dia mengatakan sepatu jelek.
"Jika ada yang menginginkan sepatu itu, silahkan maju. Asalkan ukuran mereka sama mereka boleh mengambilnya dan menukarnya dengan sepatu yang cocok untuk istriku." Ucap Arkana lantang.
"Bahkan jika itu seorang pelayan pun." Tambah Aruna yang jelas membuat orang terheran-heran.
Usai pengumuman yang di lakukan pengantin itu para tamu berbondong-bondong maju mencoba. Namun belum satu orangpun yang bisa atau cocok dengan ukuran Hells itu.
Hingga Aruna menatap intens seorang pelayan yang tengah membawa nampang minuman itu.
"Pelayan kemari!" Ucap Aruna lantang menunjuk seorang pelayan.
__ADS_1
Pelayan itu dengan gemetar langsung bergerak maju di depan Aruna.
"Salam Yang Mulia Putri, Apa ada yang bisa saya bantu?" Pelayan itu memberi hormat kepada Aruna.
"Coba sepatu itu!" Titah Aruna yang langsung menunjuk sepatu di depannya.
"Sa....saya ti...tidak berani Putri..." Pelayan itu langsung berlutut di depan Aruna.
"Cobalah." Ucap Aruna dengan nada tegas.
"Sudah ku duga." Guman Aruna tersenyum tipis saat melihat Hells itu terpasang dengan pas di kaki mungil pelayan itu.
"Pakailah, dan berikan aku sepatu mu itu!" Titah Aruna.
Pelayan itu segera melepas sepatunya lalu membawanya di kaki Aruna dengan maksud untuk memakaikan sepatu itu pada sang putri.
Arkana yang melhat itu langsung menghentikan pelayan itu.
__ADS_1
"Diam disitu!" Ucap Arkana datar.
Lagi-lagi para tamu dan orang-orang yang berada di pesta itu dikejutkan dengan kelakuan Arkana. Bagaimana tidak pria itu dengan mudah sekali lagi berjongkok menyentuh dan memegang kaki Aruna guna untuk memasangkan sepatu pelayan ke kaki Sang Putri.
Pesta pernikahan yang diadakan untuk 3 mempelai pasangan kini justru terlihat jika orang-orang dalam pesta itu hanya berpusat kepada Aruna dan Arkana.
Sedangkan untuk dua pasangan lainnya seperti hanya pengantar pengantin saja. Walau banyak para tamu yang bersalaman dengan dua pasangan lainnya akan tetapi tatapan mereka terus tertuju kepada Aruna dan Arkana.
Di sisi lain bagian sudut pesta berdiri sosok pria yang menatap sendu wanita yang di cintainya kini bersanding dengan saudara kembarnya. Sosok pria itu tak lain dan tak bukan adalah Zilan saudara kembar dari Zelan.
Tatapan sendu Zilan langsung berhenti dengan tetapan penuh kasih sayang saat melihat sang adik di atas panggung sana. Terlihat sekali Jika Arkana sangat mencintai adiknya itu bahkan di saat mengetahui jika tidak boleh menyentuh kaki wanita justru Arkana tanpa keberatan melakukan hal itu sampai dua kali.
"Syukurlah, kamu menemukan pria yang begitu mencintaimu Princess. Akhirnya aku lega bisa melepasmu pada orang yang tepat." Kata Zilan dalam hati menatap Aruna dan Arkana yang hanya berwajah datar dan masam.
Zilan terkekeh lucu menyaksikan dan melihat ekspresi dari kedua orang di atas panggung sana. Keduanya saling mencintai akan tetapi terlihat jika keduanya berwajah masam seperti pernikahan yang di paksakan.
Setelah menyaksikan adiknya telah menemukan pria yang tepat. Zilan langsung berbalik pergi dari acara pesta itu. Entah, kini Zilan tidak tahu akan menuju ke mana yang jelas hanya akan mengikuti kakinya membawanya ke mana.
__ADS_1