
Aruna menjalani hari-hari ya dengan begitu riang dan bahagia. bagaimana tidak bahagia sudah seminggu dia dan Arkana menjadi sepasang kekasih Arkana begitu memperlakukannya dengan baik dan penuh perhatian.
Ceklek
"Sayang aku....... ups" Aruna menutup mulutnya saat melihat Johan ada di ruangan Arkana.
"Tidak apa-apa Nona saya akan menutup mulut" ucap Johan dengan senyum misterius.
"Lagi pula sebentar lagi kau juga akan di tendang" lanjut Johan dalam hati menatap kasihan Aruna.
Deg
Aruna mematung seketika lalu menatap Arkana yang sedang menatapnya dalam.
"Johan keluarlah" usir Arknaa.
"Siap Bos." jawab Johan mengangkat tangannya memberi hormat layaknya tentara.
"Ingat nanti malam" kata Johan saat di depan wajah Aruna.
"Akan selalu Ku ingat persiapkan saja dirimu" ucap Arkana.
"Sungguh di sayang gadis sebaik kamu malah akan berakhir tragis. aku berharap kamu masih suci dengan begitu aku akan melepaskan kamu" kata Johan dalam hati.
"Ada apa ini kenapa aku bisa......"
"Sayang kemarilah"
suara Arkana membuat Aruna tersadar lalu menoleh ke arah Arkana dan tersenyum lembut.
"Sayang aku bawakan masakan kesukaan kamu nih aku masak sendiri lho" ucap Aruna masih dengan senyum manis di bibirnya.
"Hm. Letakkan saja disitu" kata Arkana menunjuk meja.
"Nggak lebih baik kamu sarapan dulu sayang" kata Aruna yang bersiap akan membuka kotak bekal itu namun terhenti dengan kalimat Arkana.
"Pake ini, nanti malam aku akan membawamu ke sebuah acara pelelangan" kata Arkana datar meletakkan kotak hitam di depan Aruna.
"Apa ini?" tanya Aruna mengambil kotak itu.
"Pake saja nanti tidak usah banyak tanya. sekarang keluar...!" usir Arkana dingin.
"Tapi sayang makanan mu......" kalimat Aruna langsung di potong oleh Arkana.
__ADS_1
"Aku bisa makan sendiri" sentak Arkana menatap tajam Aruna.
Melihat tatapan tajam Arkana langsung membuat Aruna tertegun dan duduk mematung karna Aruna merasa asing dengan tatapan mata Arkana yang sekarang.
Tatapan mata Arkana sekarang sama seperti tatapan 1 Minggu yang lalu tajam dan tak tersentuh berbeda dengan tatapan 1 Minggu ini yang begitu hangat dan penuh cinta.
"Apalagi? Keluar.....!" teriak Arkana menunjuk pintu.
Aruna dengan tubuh lemas dan tatapan mata kosong berdiri lalu berjalan keluar dari ruangan Arkana menuju ruangannya tanpa menyadari jika ada sosok lain yang mengikutinya dari belakang bahkan sampai mengikutinya masuk ke dalam ruangan.
Sampai di dalam ruangannya Aruna meletakkan kotak hitam yang di berikan Arkana padanya nanti di atas meja tanpa membuka isinya.
Aruna masih dengan tatapan kosongnya melangkah dekat jendela hingga ia melihat motor dan mobil yang berlalu lalang di bawah sana.
"Apa ini akhirnya? kenapa secepat ini. harusnya aku sadar dari awal agar aku tak jatuh di lubang ini" ungkap Aruna dengan air mata yang mulai jatuh.
"Kenapa aku harus kehilangan lagi? pertama dia sekarang apa dia juga akan pergi? hehehe sudah jelas dia pergi."
"Cepatlah kembali Dewi pelindungku, karna sekarang aku tak punya sandaran terlalu banyak kejutan dalam hidupku yang bahkan aku sendiri tidak mengerti." ucap Aruna begitu terdengar pilu dan penuh kerinduan akan sosok yang di panggil Dewi pelindung.
Sosok yang tadi mengikuti Aruna mulai berjalan keluar dari ruangan Aruna dengan pelan agar tidak membuat Aruna sadar akan keberadaannya.
"Ternyata dia hanya gadis rapuh yang menutupi ke rapuhannya dengan terus tersenyum. aku tidak menyangka di balik wajah penuh senyum itu tersimpan sebuah luka dalam" kata dalam hati sosok yang mengikutinya tadi.
Sedangkan di tempat lain terlihat seorang wanita mudah yang mengenakan pakaian serbah hitam baru saja turun dari pesawat.
Malam harinya seperti di janjikan oleh Kenzo tadi siang kini Aruna sedang bersiap untuk menunggu kedatangan Kenzo.
Aruna terlihat beberapa kali mengeluarkan napas gusar dari gerak geriknya saja Aruna terlihat tidak nyaman memakai gaun yang telah di sediakan Arkana yang begitu kurang bahan menurutnya.
Bagaimana tidak mau kurang bahan dress itu begitu ketat dengan dada renda dan berada di atas 5 dari lutut.
"Kenapa harus pakaian seperti ini" kata Aruna menatap sendu pantulan dirinya di cermin.
"Persetan Dengan cinta aku bukan wanita penghibur" umpat Aruna langsung melepas dres itu lalu mencari gaun yang memiliki warna hitam.
Ting
Aruna mengambil ponselnya ternyata pesan dari Arkana jika sudah berada di bawah menunggunya.
"Bersiaplah Aruna" ucap Aruna pelan menarik napas lalu mengeluarkannya secara perlahan keluar dari apartemen menuju lobby.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
Aruna mengetok kaca mobil Arkana sebagai penanda lalu membukanya dan masuk dan langsung duduk di samping Arkana.
Deg
Deg
Deg
Arkana terpaku menatap dalam Aruna yang begitu cantik malam ini dengan balutan gaun yang berlengan pendek dan sampai selutut.
Warna gaun yang hitam sangat kontras dengan kulit putih Aruna layaknya porselin.
"Cantik" kata Arkana dalam hati menatap terpesona wajah make up tipis Aruna.
"Maaf membuatmu menunggu sayang" ucap Aruna dengan senyum manis di bibirnya yang langsung bergelayut manja di lengan Arkana.
"Hm. kenapa kamu tidak memakai gaun pilihanku?"
Arkana bertanya dengan datar dan terlihat tidak menyukai hal itu karna Aruna tidak memakai gaun pilihannya.
"Aku memang tak tahu malu mengejar Cintamu tapi aku wanita baik-baik bukan p*****r" kata Aruna menahan emosi.
Aruna memang terlihat genit namun Aruna sangat tidak menyukai wanita di rendahkan. Aruna yang dari kecil hidup di lingkungan kerajaan walau menjadi seorang putri raja dan kesayangan satu negara Aruna menjadi pribadi yang hangat kepada rakyat kecil selain itu ia sangat tidak menyukai seorang pria dengan begitu gamblangnya merendahkan kaumnya.
"Lebih baik kamu di katakan seperti itu daripada kamu harus di buru oleh musuh-musuh ku nantinya"
"Tidak apa daripada harga diriku di injak-injak lagi pula aku tidak akan lari hanya karna musuh karna musuhmu tidak ada apa-apanya di banding musuhku"
Deg
Arkana dan Johan yang mendengar penuturan Aruna langsung tertegun di tempat. apa gadis cantik dan seramah dirinya mempunyai seorang musuh adapun jika ada itu pasti wanita yang iri pikir Arkana dan Johan.
Setelah berkendara selama 30 menit akhirnya Johan berhenti di depan sebuah hotel mewah .
"Apa acara pelelangan di dalam hotel ini?" Aruna bertanya dengan bingun.
"Hm" Arkana tidak menjawab melainkan melingkarkan tangannya di pinggang Aruna.
Arkana membawa Aruna masuk lalu menuju Lift khusus. mereka bertiga masuk dalam lift itu lalu Arkana menekan tanda anak panah yang menunjuk ke bawah hingga tiba-tiba lift langsung bergerak turun ke bawah.
__ADS_1
Sampai di bawah Arkana keluar dengan memeluk pinggang Aruna yang langsung di sambut orang-orang berbaju hitam.
"Selamat malam King"