Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Perang sesungguhnya


__ADS_3

"SIAPA YANG MEMBUNUH PUTRA KU S*4L4N CEPAT KATAKAN SIAPA......?" teriak Sosok itu yang semakin menakutkan dengan perubahannya.


"Bukankah kamu sendiri yang membunuhnya"


Deg


Semua orang langsung mendongak melihat sosok yang memakai tudung warna biru yang sedang melayang di udara.


"SIAPA KAMU???" teriak Sosok bertudung merah menatap Nyalang.


"Menurut mu?" sosok yang bertudung biru itu hanya bertanya balik kepada sosok bertudung Merah.


sesok bertudung dari udara itu dengan pelan menurun hingga kakinya menapak di tanah.


"Hari ini bukan hari akhir dari Klan Biru tapi hari ini adalah akhir dari Klan Merah. kamu dan anggota mu. semua akan mati disini" ucap sosok bertudung biru lantang.


Wushhh


tiba-tiba ada angin besar yang mengibaskan tudung dari sosok itu. Hingga tudung itu terlepas dari kepalanya memperlihatkan wajahnya yang begitu cantik dan mulus.


"ARUNA..."


Deg


jantung Arkana berdebar dengan kuat, tubuhnya berdiri mematung dengan mata yang terpaku pada sosok di depannya yang tak lain dan tak bukan adalah Aruna gadis yang di cintai.


Matanya memerah menahan air mata dadanya terasa lapang terasa lega karena sosok itu telah bangun dari tidur panjangnya.


Arkana tak mengalihkan pandangan matanya dari Aruna, Arkana terus menetap sosok itu yang begitu cantik dari sebelumnya, bola mata yang berbalik biru, bulu mata yang lentik, hidung yang mancung, bibir yang tipis dan pipi yang mulus sehingga sosok itu bisa membuat seseorang hilang kendali.


"Kamu.....kamu bukannya sudah mati? kenapa bisa ad disini?" teriak ketua Klan Merah.


"Aku mati?" beo Aruna yang menunjuk diri sendiri.


"Hahahaha aku tidak akan mati hanya racun lemah ciptaan anak mu itu Pak Tua" ucap Aruna yang tertawa lantang.


"Jadi itu kenapa kamu membunuh putra ku ha...."


"Hey Pak Tua kapan aku membunuh putra mu itu bukan kah kamu sendiri yang membakarnya" ucap Aruna sinis.

__ADS_1


"Walau aku yang tadi membuatnya seperti patung hihihi " lanjut Aruna yang tertawa jahat dalam hati.


"Perempuan si4l4n aku tidak membunuhnya tapi kamu melemparkannya padaku"


"Aku hanya melempar dan kamu membakarnya dengan sihir jelek mu itu"


"AKU AKAN BENAR-BENAR MENGHANCURKAN KALIAN SEMUA...." teriak sosok Merah itu dengan mata yang memerah kuku yang memanjang bahkan kakinya pun ikut memiliki kuku Kaki panjang.


"Benar-benar Iblis" Guman Aruna yang melihat perubahan tubuh sosok di depannya.


"PANGERAN ZELAN TARIK SEMUA PASUKAN KALIAN" teriak Aruna lantang yang langsung mengambil ancang-ancang menyerang.


"Tidak kami akan membantu mu" tolak Zelan yang tak ingin menarik pasukan mereka.


"AKU BILANG TARIK MAKA TARIK JANGAN MEMBUAT MEREKA MATI SIA-SIA MEREKA BUKAN LAWAN PARA PASUKAN ITU. MUSUH DI DEPAN KITA INI BERSEKUTU DENGAN IBLIS" terima Aruna lantang sehingga semua orang mendengarnya.


"Hahahaha ternyata kamu cukup pintar juga tapi terlambat kalian semua akan hancur dan menjadi bahan persembahan ku hahahaha" sosok itu tertawa jahat.


Raja Arthur dan Pangeran Zelan melirik kepada Aruna yang menganggukan kepala samar.


"MUNDUR.....!" teriak Raja Arthur dan Pangeran Zelan yang menyuruh pasukan mereka untuk mundur.


Baik Raja Arthur mau pun Pangeran Zelan tahu orang-orang di depan mereka bukanlah lawan Mereka. apa yang dikatakan oleh Aruna adalah kebenaran tidak ada gunanya membunuh mereka sia-sia.


Johan dan Arkana membulatkan mata saat melihat api yang menuju mereka.


Slasshh


"Mundurlah" kata Aruna yang begitu datar dan dingin penuh akan aura intimidasi yang kuat.


"Tidak baby aku akan membantu mu menghadapinya" tolak Arkana yang mana mungkin membiarkan wanita yang dia cintai bertarung sendirian.


"Nona kami akan membantu Nona" timpal Johan yang berdiri tegak seperti tidak mempunyai luka.


Aruna yang mendengar itu hanya berdengus laku menatap mereka dengan mata birunya yang begitu mempesona akan tetapi terdapat bahaya juga secara bersamaan.


"Apa kalian sanggup? kalian hanya manusia lemah yang mungkin akan mengantarkan nyawa kepadanya" balas Aruna penuh akan ejekan dan penghinaan.


"WANITA SI4L4N AKU AKAN MEMPORAK-PORANDAKAN ISTANA DAN TANAH KEBANGGAAN MU INIX teriak sosok itu yang langsung menyerang Aruna dengan api di tangannya.

__ADS_1


Brak


Api yang di lemparkan sosok itu menghilang saat cahaya biru muncul dan memakan api itu.


"SELAGI AKU HIDUP TIDAK AKAN ADA YANG BISA MENGHANCURKAN TANAH KELAHIRAN KU. JIKA HARI INI AKU MATI MAKA KAMU DAN PARA KLAN MU YANG SESAT ITU JUGA HARUS MENGIKUT KU MENEMUI RAJA YAMA" ucap Aruna lantang yang langsung melemparkan serangan kepada anggota Klan Merah hingga mereka berteriak-teriak histeris saat api warna biru memakan habis mereka.


"JAMES......."


"Siap ketua"


Seorang pria yang memiliki jubah yang sama dengan Aruna muncul di depan Aruna membuat Johan dan Arkana terperanjat kaget.


"Keluarkan pasukan" titah Aruna


"Siap ketua" balas James.


Aruna yang baru ingin memberi serangan langsung berhenti saat mendengar suara teriakan yang bersahut-sahutan hingga Aruna langsung melihat ke arah asal suara.


"James pasukan siapa itu?" Aruna bertanya dengan menatap datar Sosok Merah itu yang terus membakar pasukan yang memiliki pakaian serbah hitam.


Aruna semakin marah saat melihat sosok itu bahkan memakan mereka hidup-hidup tanpa sadar Api di tangan Aruna yang berwarna biru semakin menyala dengan besar.


"Mereka pasukan dari orang di belakang ketua" jawab James.


Sontak Aruna langsung berbalik dan menatap tajam Arkana dengan mata yang sudah berubah sepenuhnya menjadi biru.


"TARIK PASUKAN MU S*ALAN KAMU MEMBUNUH MEREKA SIA-SIA K"P4RA4T" teriak Aruna yang Murka.


Johan yang mendengar bentakan Aruna langsung berlari ke kerumunan itu lalu berteriak nyaring untuk mundur.


"James pergilah dan keluarkan serang langsung bagian kepala usahakan bakar mereka semua. berikan ini satu tetes di setiap senjata kalian baik pedang maupun belati" kata Aruna yang memberikan 2 botol kaca yang memiliki ukuran sedang kepada James.


"Ini apa Ketua" tanya James yang tidak mengerti.


"Itu darah ku. teteskan di mata pedang dan belati kalian." balas Aruna yang terus melemparkan serangan kepada sosok merah itu hingga membuatnya marah.


"Perempuan...."


"Kenapa kau marah? aku hanya mengingatkanmu jika lawan mu ada disini bukan disana" kata Aruna penuh ejekan.

__ADS_1


AAAAAAA


"BLUE RED DATANGLAH.."


__ADS_2