Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Pemenangnya


__ADS_3

"Aku..... aku tidak akan mengkhianatinya walau dia tidak bisa memberiku keturunan karna sejatinya cinta yang sesungguhnya adalah menerimah segala kekurangan pasangan kita bukan hanya menerima kelebihannya. Cinta yang sebenarnya adalah kesetiaan, kesetiaan yang terus bersama apapun alasannya karna cinta sejati tidak bisa terbagi menjadi dua apalagi menghadirkan orang ketiga di kehidupan orang yang aku cintai. bukankah masih banyak anak yatim di luar sana yang hidup di panti asuhan atau di jalanan aku bisa mengadopsinya menjadi anak ku nanti. aku bisa mendidiknya agar menjadi seperti apa yang aku inginkan. daripada aku kehilanagn orang yang aku cintai lebih baik aku tidak punya anak saja sekalian lagipula aku bukan pria yang akan mau menanam benihku di ladang wanita yang tidak aku cintai." terang Arkana terdengar tegas dan penuh akan keseriusan.


Semua orang terdiam saat mendengar penuturan Arkana yang begitu serius bahkan ucapan Arkana.mampu memukul ulu hati Aruna karna akan memiliki dua orang yang dia tahan disisi nya.


"HAHAHAHAHAHA"


Dalam keheningan itu tiba-tiba Arjun tertawa terbahak-bahak hingga membuat semua orang menatap ke arahnya.


"Apa Tuan becanda? di dunia ini mana ada yang tidak membutuhkan keturunan. dengan entengnya Tuan mengatakan akan mengadopsi anak. apa Tuan benar-benar sedang becanda?" kata Arjun dengan sinis.


"Cih kau pikir aku sama seperti mu yang br*ng*ek itu? aku bukan kamu yang kerjanya hanya tau tancap lobang sana lobang sini. daripada aku kehilangan istri ku akan lebih baik tidak punya anak." balas Arkana tersenyum dingin ke arah Arjun.


"Maaf Yang Mulia jika pun saya tidak terpilih menjadi suami kedua untuk Putri Aruna lebih baik anda mencari pria lain yang lebih steril pria yang masih benar-benar suci seperti perjaka mungkin. bukan pria yang suka bermalam dengan wanita yang berbeda setiap malam" ucap Arkana yang melirik Arjun yang kini berwajah pucat pasi.


"Apa maksud Tuan Arkana? apa Tuan berencana memfitnah diriku? Yang Mulia apa yang di katakan Tuan Arkana semua bohong saya tidak akan pernah melakukan perbuatan tercela seperti itu." sanggah Arjun yang langsung menatap tajam Arkana.


"Cih tidak mau mengaku rupanya" batin Arkana yang tersenyum licik.


"Bahkan dia sudah mempunya 3 orang istri di rumahnya Ah salah maksudku di rumah orang tuanya. bukan begitu Arjuna?" kata Arkana menoleh ke arah Arjun lalu tersenyum miring.

__ADS_1


Brak


Raja Arthur yang tadinya tenang kini tidak bisa lagi menahan amarahnya hingga mengebrak meja di depannya dengan keras. Raja Arthur benar-benar geram kepada pria muda di depannya yang begitu berani membohongi nya. dia yang sebagai anak Mentri saja bagaimana bisa memiliki keberanian membohongi seorang Raja.


Raja Arthur bahkan sampai berdiri dari duduknya lalu menatap tajam pria muda itu.


Bukan hanya Raja Arthur yang marah tapi semua orang salah satunya Zilan yang sudah bergerak untuk menghampiri Arjun namun di cegah oleh Zelan dengan mencekal lengangannya.


Sedangkan di sisi Aruna tangannya mengepal erat sampai telapak tangannya memutih karna saking marahnya. Jendral Naren yang berada di samping Aruna hanya bisa mengelus punggung Aruna tapi matanya menatap Arjun dengan tatapan sedang menargetkan seseorang.


"BERANI SEKALI KAMU MEMALSUKAN DATA DIRI LALU DATANG DENGAN TAMPANG POLOS MU ITU UNTUK MENJADI SELIR PUTRI MAHKOTA." bentak Raja Arthur.


Bahkan untuk ketiga Putra dan putrinya Yaitu di Kembar Zelan, Zilan dan Aruna sampai terperangah melihat kemarahan Raja Arthur.


"Sepertinya Mentri keuangan tidak lagi bisa mengurus wewenangnya maka saya akan carikan penggantinya." ujar Sang Raja.


"Yang Mulia tidak bisa melakukan itu terhadap saya dan Ayah saya bagaimana bisa Yang Mulia memilih mempercayai orang baru di banding saya dan ayah saya orang-orang Yang Mulia sendiri." teriak Arjun emosi.


"Kalian itu penghianat memang pantas di pecat" balas sang Raja.

__ADS_1


"Yang Mulia sungguh tak Adi bagaimana bisa Putri Mahkota bisa mempunyai selir sedangkan saya tidak bisa. itu hak saya sebagai bangsawan dan Putri Mahkota juga harus terima"


PLAK


Baru saja selesai mengucapkan kalimatnya sebuah tamparan melayang di pipi kiri Arjun. semua orang langsung membulatkan mata Mendengar suara tamparan yang begitu keras bahkan wajah Arjun sobek hingga berdarah.


Yang membuat mereka bertambah syok orang..... pelaku penampar itu adalah Aruna sendiri yang membuat Naren yang sejak tadi sedang di samping gadis itu menjadi linglung.


Di antara semua orang yang sedang kaget karna pergerakan Aruna maka beda dengan Arkana. hanya Arkana yang tampak santai lalu menyeringai licik.


Bagaimana tidak mau tersenyum momen ini adalah momen yang di tunggu-tunggu Arkana di mana Si Arjun di tampar oleh Aruna sendiri dengan begitu maka Arjun tidak punya peluang untuk menang terpilih sebagai selir.


"SIAPA KAMU BERANI MENERIAKI SEORANG RAJA. BERANI-BERANINYA HANYA SEORANG BAWAHAN MEMPUNYAI NYALI BESAR TERHADAP YANG MULIA RAJA." bentak Aruna di depan wajah Arjun yang memerah antara tamparan, malu, dan amarah yang berkumpul me jadi satu.


"Yang Mulia Ananda tidak ingin memiliki selir sepertinya oleh karena itu aku sebagai Putri Ases mencoret namanya dari kandidat selir" ucap Aruna lantang.


"Tidak......! Yang Mulia maafkan saya... Yang Mulia Putri Mahkota maafkan saya.... saya melakukan ini karna saya mencintai anda. Yang Mulia Putri Mahkota tolong cabut ucapan Anda. anda tidak boleh mencoret saja hanya saya yang pantas menjadi selir anda Sedangkan dia, dia hanya orang luar yang tidak mengerti tentang cara cara kerajaan kita Yang Mulia......."


"Penjaga.....! bawah pria yang bermulut bebek ini untuk segera keluar" titah dari Aruna yang memanggil penjaga yang langsung menarik Arjun yang terus memberontak.

__ADS_1


"Selamat kamu menang" ucap Aruna datar dan dingin yang hanya di balas senyum tipis Arkana lalu tiba-tiba berubah menjadi datar entah karena apa.


__ADS_2