Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Flashback


__ADS_3

1 minggu kemudian


sudah satu minggu sudah Arkana jalani hari dan aktivitasnya seperti biasa hingga sampai pagi ini.


Arkana berjalan menuju ruangan dan masuk dalam sampai di dalam Arkana berjalan menuju kursi kebesarannya lalu duduk di sana


"di mana kopi ku? biasa wanita itu pasti sudah menyiapkannya tapi kenapa sudah satu minggu ini wanita itu tidak masuk dalam ruangan ku bahkan kopi ku pun tidak dia siapkan Apa dia mau makan gaji buta" Guman Arkana yang bercampur kesal.


Arkana tidak tahu apa yang terjadi yang jelas dia begitu kesal entah karena Aruna yang tidak terlihat dan menempelnya lagi atau karena kopi yang biasa dia lihat dan minum walau hanya setiap beberapa teguk tidak tersaji lagi di atas meja.


"Aruna "panggil Arkana dengan teriakan.


"Aruna" panggil Arkana lagi dengan menaikkan satu oktaf volume suara nya namun sosok yang diharapkan dalam juga muncul di depan matanya membuat Arcana bertambah besar.


"ke mana wanita itu? "gumun Arcana bertanya-tanya.


karena merasa malas pusing alkana lalu mengambil telepon kantor lalu menekan angka hingga terdengar.


"Hallo" terdengar suara di seberang sana yang langsung dipotong oleh Arkana.


"ke ruanganku sekarang "tita Arkana yang tak ingin dibantah lalu langsung mematikan panggilan secara sepihak.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


"Masuk" teriak Arkana.


Ceklek


"Tuan memanggil saya?" tanya sosok yang baru saja masuk dalam ruangan Arkana.


Arkana yang merasa asing dengan suara itu langsung memutar kursinya menghadap ke asal suara karena tadi posisinya dia duduk di kursi namun menghadap jendela ruangannya yang memperlihatkan pemandangan di luar sana yang hanya dibatasi kaca pembatas.


" dua apakah tuli Saya sedang berbicara dan bertanya kepada kamu s*alan" bentuk Arkana menatap tajam sosok wanita yang seksi di depannya itu.


Arkana bukannya terpesona atau terpukau Arkana malah merasa jijik dan tidak nyaman dengan keberadaan wanita itu.


senta karena teriakan Arkana yang begitu keras membuat wanita itu tersentak kaget.


"maaf tuan, tapi saya sudah bekerja menjadi sekretaris pribadi tuan selama satu minggu ini. " jawab sang sekretaris baru.

__ADS_1


"APAA...! bagaimana bisa ha.....?" teriak Arkana menatap tajam sosok di depannya yang siap untuk diterkam.


"Siapa yang menerimamu menjadi sekretaris pribadiku? "Arkana bertanya dengan nada sinis dan datar.


"Itu yang menerima saya bekerja sebagai menjadi sekretaris anda adalah tuan Johan Tuan " jawab sosok itu lagi


"Johan kau benar-benar mencari mati rupanya" desis Arkana menahan amarah entah kenapa Arkana tidak terima jika posisi Aruna di gantikan.


"keluarlah "usir Arkana tanpa melirik sosok yang menjadi sekretaris pribadi barunya itu.


"permisi tuan "kata sosok seksi itu membungkukkan badannya hingga memperlihatkan dadanya yang hampir keluar sempurna dari pakaiannya namun Arkana hanya berekspersi datar dan acuh.


Baru beberapa langkah sosok itu melangkah tiba-tiba Arkana mencegahnya.


"Tunggu" cegah Arkana tanpa melirik sosok itu.


"Iya tuan "jawab sekretaris baru itu dengan mimik wajah senang.


"sudah ku duga tidak akan ada yang mampu menolak dari pesonaku bahkan Tuan Arkana pun bertekuk lutut di depanku" kata susuk sekretaris dalam hati begitu bahagianya karena beranggapan Arkana terpesona dan menyukainya.


"ini kantor bukan club Jika kamu ingin menjadi j*lang silakan ke klub malam perusahaanku mencari orang yang berpendidikan bukan yang berperilaku layaknya hewan seperti anjing yang tusuk sana tusuk sini mau-mau saja "kata Arkana pedas menatap sini suka ke sosok itu.

__ADS_1


"Keluar dan panggilkan Johan menghadap ku sekarang" sentak Arkana


"Baik Tuan" jawab patuh sekretaris itu segera keluar dari ruangan Arkana dengan emangan kesal dan hati yang dongkol.


__ADS_2