
"SEMUANYA BANGUN.....! INI KEADAAN GENTING NYAWA KETUA TERANCAM" teriak seorang pria yang berpakaian piyama gambar babi.
BRAK
BRAK
BRAK
BRAK
Pria yang Barus saja teriak langsung terperanjat kaget saat pintu di buka satu persatu oleh pemiliknya namun dengan cara kasar bahkan terkesan di banting membuat pria itu hampir terjatuh dari lantai 3 jika tidak berpegangan pada pembatas tangga.
"APA YANG TERJADI PADA KETUA" teriak ke 4 orang itu membuat pria yang sedang bergantungan di pembatas hampir terlepas.
"APA KALIAN INGIN MEMBUNUH KU HA..... CEPAT KEMARI DAN TOLONG AKU. AKU BUKAN MONYET SI*LAN..." teriak yang bergelantungan di pembatas Dak lantai dua.
Sontak Karna teriakan itu membuat ke empat orang itu langsung melihat ke arah asal suara.
"Max apa kamu sedang cosplay jadi monyet" tanya pria yang yang memakai piyama abu-abu.
"Dasar Anton s*alan bukannya nolongin malah menghina pula." gerutu pria yang sedang bergelantungan itu yang ternyata bernama Max
"HEY KALIAN JANGAN HANYA DIA CEPAT TOLONGIN...." teriak Max yang meneriaki mereka semua.
__ADS_1
Keempat orang itu saling melirik satu sama lain sebelum sama-sama berjalan menghampiri Max lalu membantunya untuk naik.
"Lagian kenapa harus bergantungan disana sih" gerutu soso yang menjadi wanita satu-satunya di antara mereka.
"Boneka Anabel ini terjadi karena ulah kalian yang membuatku kaget" sentak Max yang menunjuk sosok wanita itu yang ternyata adalah Anabel.
"Mas s*alan nama ku A.R.A.B.E.L.A Arabela bukan Anabel berhenti memanggilku dengan nama setan itu" sentak sosok itu yang ternyata memiliki nama Arabella akan tetapi selalu memanggilnya dengan sebutan Annabel.
"Berhenti berdebat dan jelaskan apa maksud dari perkataan muka di Max" kata Sosok yang menggunakan piyama hitam menatap mereka dengan tajam James atau mereka bertiga sering memanggilnya dengan sebutan kulkas berjalan.
Sontak Arabella dan Anton langsung menatap tajam Max yang berdiri kaku di hadapan mereka.
"Aku hampir lupa" ucap Max pelan menepuk jidatnya sendiri
hingga beberapa saat kemudian mereka sampai di depan suatu ruangan yang memiliki pintu bercat warna putih.
Ceklek
"Ayo masuk" kata Max yang langsung serius.
mendengar nada bicara Max yang terdengar serius membuat ketiga orang itu langsung masuk tanpa protes karena mereka tahu belum Max terkenal akan sifatnya yang cerewet dan pecicilan namun jika sudah serius maka benar-benar akan serius.
Setelah memastikan ketiga orang itu masuk dalam ruangan Mark lalu mengunci pintu. setelah selesai Max berbalik dan berjalan ke arah mereka tak lupa mengambil sebuah laptop.
__ADS_1
"Lihat ini"
Max meletakkan laptopnya di depan ketiga manusia itu hingga ketiga orang itu bisa melihat isi dari laptop di depan mereka. Mata ketiga orang itu membuat sempurna saat melihat apa yang ada di dalam laptop itu walau hanya berupa titik-titik namun bagi mereka itu adalah sebuah kode yang mengartikan jika keadaan Nona atau pemimpin mereka dalam bahaya.
"Nona meminta kita untuk datang ke sini dalam waktu 3 hari?" ucap arabella yang meminta kepastian dari Max.
"$ht kita tidak punya banyak waktu cepat urus semuanya. Arabella segera menuju ke tempat medis sisakan hanya 50 orang untuk di sini, kamu Anton segera kumpulkan anggota kita di halaman utama berikan arahan untuk bersiap malam ini, dan terakhir kamu Max panggil orang-orang di dalam laboratorium bahwa semua jenis racun dan penawarnya kumpulkan semuanya di aula utama. setelah tugas kalian masing-masing selesai segera perintahkan anak buah kalian masing-masing untuk menyangkut senjata yang berada di gudang tak perlu senjata berat cukup ambil serapan pistol berlatih granat bom yang jelasnya keringkan dan mudah di bawah namun berdampak besar" Dita James terdengar tegas dan penuh wibawa.
"Baik" jawab serempak ketiga orang itu yang langsung berdiri beranjak pergi melakukan tugas masing-masing meninggalkan James sendirian di dalam ruangan itu.
"Klan Merah ternyata mereka kembali berulang aku yakin peperangan kali ini akan menjadi akhir dari segalanya namun aku juga tidak tahu apakah nona masih bisa bertahan atau tidak walaupun sekarang jumlah kami banyak namun tak sebanyak dengan jumlah dari Klan Merah tapi walau hanya segini kami akan berusaha dengan keras Nona" ucap James pelan terdengar tegas dan yakin.
James berdiri dari duduk yang lalu beranjak pergi dari ruangan itu berjalan turun ke lantai 1 menuju sebuah gudang sampai di sana James segera membuka sesuatu yang menimbulkan lantai bergetar dan muncul tangga dari bawah tanah.
Tanpa James langsung melangkahkan kakinya menuruni anak tangga satu persatu hingga sampai di anak tangga terakhir yang langsung disambut beberapa orang yang sedang melakukan aktivitas sehari-hari.
"Selamat datang Tuan" ucap sekelompok orang dengan nada serentak.
kumpulan orang-orang itu jika dilihat akan mencapai 400 atau 500 orang. James hanya menganggukan kepala lalu melihat semua orang yang berada di dalam ruangan itu yang bisa dikatakan sebagai ruangan isolasi Di mana mereka dilarang keluar bukan karena di tahan atau di kurung akan tetapi ada alasan lain yang membuat mereka lebih memilih tinggal dan hidup di ruangan itu daripada mereka harus hidup di luar sana yang nyawa mereka setiap saat selalu terancam.
"Segera bersiap kita akan keluar Ketua sedang membutuhkan bantuan Kita" ucap James lantang.
"Siap Tuan James" balas mereka semua serentak
__ADS_1