Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
bab 151 aku sudah dingin


__ADS_3

Saat Nayla memasuki kamar , dia melihat Rey yang masih saja tidur ....


" kak " suara lembut Nayla duduk di tepi ranjang membuka selimut yang menutupi wajah Rey ...


" bangun ,,,, kakak kan mau ke kantor" Nayla secara spontan mengelus kepala Rey yang masih memejamkan mata itu ....


" Nayy" rintih hati Rey merasakan usapan lembut Nayla di kepala nya ...


" apa " kata Rey membuka mata lalu menatap wajah berseri Nayla di balik cahaya pagi...


" bangun sudah siang " kata Nayla menunjuk jam di dinding


" masih jam 7 " jawab Rey malas memindahkan kepala ke pangkuan Nayla ....


" kalau gitu kakak nggak usah ke kantor aja ,,,,jika memang ingin istirahat" pendapat Nayla yang masih mengelus kepala Rey


" tidak bisa Nay ,,, aku ada pertemuan penting siang nanti " kata Rey langsung bangun dan duduk ....


" kalau gitu mandi gih ,,, biar Nayla siapin baju " ucap Nayla langsung menuju ruang ganti ...


😊


Rey juga masuk kekamar mandi dengan sengaja tidak membawa handuk ....

__ADS_1


setelah melepas semua pakaian nya barulah Rey berteriak-teriak memanggil Nayla agar cepat datang menghampiri nya di kamar mandi ...


" ada apa kak " tanya Nayla mengetuk pintu kamar mandi..


" handuk ,,,handuk Nay ,, aku lupa bawa " kata Rey seperti orang yang ketinggalan sesuatu yang sangat penting ...


" tunggu bentar kak " kata Nayla langsung mengambil handuk


" kak ,,,ini kak " kata Nayla kembali mengetuk pintu


" sini " Rey hanya mengeluarkan tangan nya dari balik pintu


tanpa curiga Nayla pun mengulurkan handuk di tangan nya


" kak " suara kecil Nayla menatap Rey yang berdiri di depan nya dengan tangan melingkar di pinggang nya ....


Nayla tersandar diam ke pintu yang sudah di tutup Rey ,, bahkan seperti nya untuk bernafas saja Nayla tak punya cukup ruang sampai gadis kecil itu merasa sesak ....


" bantu aku mandi Nay " pinta Rey tanpa malu berjalan tljg menyalakan shower lalu menikmati dingin nya air yang membasahi tubuh nya perlahan ....


Nayla menunduk malu bersandar pada dinding tak sanggup menatap Rey yang tengah berdiri di bawah deras nya air shower tanpa busana itu ...


" sabuni aku Nay " pinta Rey setelah mematikan air shower mengambil sabun .....

__ADS_1


" ta ,,,tapi ,, kakak kan ,,bisa sendiri " kata Nayla terus menunduk tanpa menatap Rey sedikit pun


" apa salah aku meminta istri ku membantu aku mandi ?" satu pertanyaan Rey berhasil membuat Nayla menatap intens wajah nya ...


" bu ,,,bukan gitu kak " bingung Nayla harus menjawab dan menjelaskan apa


" lalu apa ?kamu tidak mau ,,,, aku hanya meminta sekali ini Nay bahkan ini yang pertama dan mungkin juga akan menjadi yang terakhir,,,, toh setelah ini kamu juga kan pergi ke Belanda " kata Rey menekan setiap kata kata nya ...


" kalau tidak mau nggak usah " senyum kecut Rey menyabun bandan nya sendiri ....


" kak " Nayla secara spontan mendekat dan mengambil sabun itu dari tangan Rey ,,,, entah mengapa sekarang setiap permintaan Rey jika tidak Nayla penuhi dia selalu merasa bersalah ...


Nayla berdiri di depan Rey lalu dengan tangan gemetaran Nayla menyabun badan Rey mulai dari dada lalu lanjut keleher nya ....


Rey menatap dengan intens wajah cantik Nayla yang tengah menyabun badan nya , menatap wajah cantik itu membuat hati dan perasaan Rey tenang ...


saking Tremor Nya sabun yang Nayla pegang itu jatuh ke lantai tepat di samping kaki kiri Rey ...


" kak ,,, sa ,,,sab,,sabun nya ,,,jatuh " kata Nayla yang sama sekali tak mau melihat kebawah ,, dia hanya berfokus pada wajah Rey yang berdiri di depan nya ...


" ambil lah " jawab Rey santai , melirik sabun itu tanpa berinisiatif untuk mengambil nya ...


" ta,,,tapi ,,,," suara kecil Nayla menatap Rey sayu agar mengerti ,,, tapi Rey malah bersikap seperti tak terjadi apa apa...

__ADS_1


" cepat lah Nay ,,,aku sudah dingin " kata Rey menggigil menatap Nayla ...


__ADS_2