
"Dulu saya menghilang bukan karna ancaman anda pangeran tapi ada suatu kewajiban yang harus saya pikul. saya menghilang untuk berlatih menjadi kuat agar saya mampu berdiri di sampingnya melindunginya dari segala ancaman dan mara bahaya di masa depan." ucap Delyana menarik napas.
"Selama 9 tahun, saya berlatih siang dan malam untuk menjadi kuat dengan harapan tidak terlalu lama tidak menyangka bawah saya butuh 9 tahun untuk bisa sekuat ini, walau begitu kekuatan saya sekarang belum bisa di katakan hebat dan masih butuh untuk di asa lagi" kata Delyana menarik napas dalam-dalam menerawang jauh di depan sana.
"Sebesar apa beban yang harus kau pikul hingga butuh waktu selama bertahun-tahun?" Zilan bertanya dengan memendam amarah karna menurutnya gadis di depannya inilah yang membuat hubungannya dengan sang adik renggang.
"sangat besar karna saya harus melindungi seseorang yang sangat penting" jawab Delyana ambigu membaut Zilan langsung mengernyitkan alis.
"Sang pelindung akan selalu menemani perjalan dari keturunan yang terpilih" lanjut Delyana menatap Raja Arthur lalu menatap menatap Aruna.
Deg
Raja Arthur dan Ratu Sofia langsung menegang mendengar penuturan dari gadis di depan mereka. Baik Raja Arthur atau pun Ratu Sofia sangat mengetahui apa maksud dari gadi di depannya hanya saja mereka berdua tidak yakin.
"Berhenti membahas suatu hal yang tidak aku mengerti. Ayahanda aku lapar" ucap Aruna bergelayut manja di lengan Raja.
"Ah maafkan Ayahanda Princess. ayo kita ke ruang makan" ajak Raja Arthur yang langsung menuntun Aruna menuju ruang makan.
__ADS_1
"Dasar Pak Tua" guman Zelan dan Zilan mendengus kesal melihat Raja Arthur yang langsung membawa Aruna bersamanya.
Sampai di meja makan mata Aruna langsung berbinar melihat semua jenis makanan kesukaannya ada dan tersaji rapi di atas meja.
"Waaah bakal kenyang nih aku" seru Aruna yang langsung berlalu duduk di kursi miliknya.
Raja Arthur dan Ratu Sofia di ikuti yang lain langsung mengambil duduk di tempat masing-masing hingga kini tersisa Delyana yang berdiri di belakang Aruna.
Raja Arthur baru saja akan membuka mulut untuk mempersilahkan makan namun matanya menangkap Delyana yang masih berdiri di belakang Aruna.
"Gadis pemburu, duduklah di samping Princess" kata Raja Arthur menatap Delyana.
Akhirnya setelah Delyana duduk Raja Arthur mulai makan di ikuti yang lain. Aruna makan begitu lahap dan tak sabaran namun tetap anggun.
Sedangkan di tempat lain di perusahaan Arkana tengah mengamuk kepada para karyawan hanya karna penempatan titik atau koma yang salah namun efeknya mereka semua bergidik ngeri.
"Apa kalian begitu bodoh ha......? bagaimana bisa kalian membuat laporan sampah seperti ini." teriak Arkana melempar kertas-kertas itu hingga berhamburan di udara.
__ADS_1
BRAKK
"APA-APAAN LAGI INI. APA KERJA KALIAN SELAMA INI HINGGA OEMASARAN KITA MENGALAMI PENURUNAN 1 % APA KALIAN SUDAH BOSAN BERKERJA DISINI" bentak Arkana yang menggebrak meja.
Amarah Arkana benar-benar naik saat melihat laporan pemasaran mereka yang menurun dari biasanya. walau 1% itu jumlah kecil namun Arkana tetap tidak menyukai itu di tambah modnya hari ini sedang tidak baik-baik saja membuat semua orang kena semprot.
Dari semua orang yang kena semprot Arkana namun Johan adalah korban yang paling menyedihkan bahkan apa-apa dia akan di salahkan bahkan itu jelas-jelas bukan salah dan tugasnya namun Arkana terus menyalahkannya.
"Johan awasi pekerjaan mereka! kamu jangan bermalas-malasan seperti mereka juga" teriak Arkana menatap tajam Johan yang hanya bisa menunduk dan menganggukkan kepala.
"Huhuhuhu.... apa salah Dan dosa ku Tuhan hingga aku harus mendapat dan menghadapi Bos gila dan Kejam seperti dirinya. bahkan diriku yang diam ini juga kena semprotnya padahal itu bukan kesalahan ku. huhu jika saja dia bukan sahabat ku aku akan benar-benar pergi meninggalkan Bos gila seperti itu tapi..... gaji disini selangit"
Johan hanya bisa menangis dalam hati meratapi nasibnya yang entah kenapa dari pagi sampai sekarang dia benar-benar kena sial karna terus di semprot dan di omeli Arkana tanpa ampun.
Johan benar-benar ingin membentur kepala Arkana di tembok dengan harapan Bosnya itu akan sadar dan kembali seperti dulu. entah kenapa Johan melihat Arkana seperti sedang patah hati.
Deg
__ADS_1
Tubuh Johan langsung menegang dengan wajah pucat saat tiba-tiba pikiran itu melintas di otaknya.
"Apa Bos sedang jatuh Cinta dan Cintanya di tolak? tapi siapa wanita itu?" guman Johan yang menerka-nerka sosok yang membuatnya Bosnya itu kembali jatuh cinta.