Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Waktu berlalu


__ADS_3

1 tahun kemudian


Di dalam hutan terlihat seorang wanita ralat gadis yang sedang berlatih dan terus mengayunkan pedang kesana Kemari layaknya sebuah tarian pedang.


WUSSH


Classsh


Srekk


Menyabet, menusuk, dan memotong gadis itu terus mengayunkan pedangnya hingga mengenai pohon bambu dan beberapa pohon kecil yang langsung terpotong.


Keringat membasahi dahi, leher, bahkan mungkin seluruh tubuh sang gadis namun gadis itu terlihat tak risih malah terlihat semakin bersemangat mengayunkan pedangnya semakin cepat.


Dor


Tring


Suara peluru yang bertemu dengan besi yang berasal dari katana yang di pegang gadis itu.


"Keluar" teriak gadis itu dengan sorot mata yang amat tajam menatap sekelilingnya.


"Ternyata kepekaan mu semakin tinggi Princess" ujar sosok pemuda tampan yang baru saja keluar dari persembunyiannya.


"Lebih tepatnya kamu tidak akan bisa mengimbanginya wahai kakak tercinta ku" balas gadis itu tersenyum meremehkan kepada sosok pemuda di depannya.


"Kita lihat saja nanti" kata Sosok pemuda itu yang tidak mau mengalah.


Kedua insan yang berbeda kelamin itu saling menatap tajam sebelum keduanya saling menyerang satu sama lain dengan cepat dan brutal.


Dor


Tring

__ADS_1


Dor


Tring


Bugh


Bugh


Brak


Srek


Syet


"1-0" ucap gadis itu tersenyum miring saat berhasil melukai lengan kanan soal pemuda di depannya hingga pistol pemuda itu jatuh.


"Jangan senang dulu karna aku akan mengalahkan mu" kata Sosok pemuda itu mengambil pedang di sampingnya.


"Buktikan. aku ingin lihat seberapa hebat dirimu wahai kakak tercinta" ucap sang gadis yang malah menantang sosok pemuda di depannya.


Keduanya mulai saling menyerang bertarung dengan menggunakan katana masing-masing. bunyi dentingan besi tak terelakkan lagi.


Trang


Trang


Tring


Srekk


Syett


Kedua sosok itu bertarung dengan mengeluarkan semua kemampuan masing-masing ah lebih tepatnya hanya sosok pemuda itu sedang sang gadis terlihat sengaja mempermainkan lawannya.

__ADS_1


Tidak jauh dari tempat mereka bertarung berdiri dua sosok yang sedang mengamati keduanya.


"Menurut mu siapa yang akan memenangkan pertandingan ini" tanya seorang pria kepada gadis di sampingnya yang ikut menyaksikan pertandingan kedua sosok di depan mereka sana.


"Sudah pasti seperti biasa Princess akan selalu menang" jawab gadis itu yakin menatap sosok gadis yang sedang mengayunkan katana nya di depan sana layaknya penari pedang.


"Cih kali ini pasti Princess akan kalah" kata Pria itu yakin.


"Ck ck ck kau tidak lihat bagaimana keadaan saudara kembar mu itu yang sudah terluka bahkan pakaiannya sudah compang camping seperti pengemis" balas gadis itu sinis.


Jedarrrr


Pria di samping gadis itu hanya bisa berdengus kesal lalu menoleh ke arah dua soso yang sedang bertarung. kedua mata pria itu membulat melihat sosok pria di depan sana yang sudah begitu mengenaskan dengan pakaian yang sobek-sobek.


"Bagaimana masih yakin kalau saudara kembar mu itu bisa menang?" gadis itu bertanya dengan nada meremehkan dan sinis.


"Cih" pria itu hanya bisa berdecih membuang muka.


Kembali ke sisi dua sosok yang masih terus saling menyerang walau sosok pria sudah terluka cukup banyak.


"Bagaimana kakak ku tersayang masih belum mau menyerah kah?" Kata gadis itu menggoda sosok pria di depannya dengan menaik turunkan Alisnya.


"Princess....!"


Gadis itu menoleh ke asal suara yang memanggilnya hingga sebuah senyum terbit di bibirnya.


"Kak Ze....!" pekik gadis itu langsung membuang katana di tangannya sembarang arah lalu berlari ke arah pria yang memanggil namanya.


"Jangan berlari princess" teriak Pria itu panik.


Grep


"Aru kangen sama Kak Zelan" kata gadis itu manja.

__ADS_1


"Kakak juga kangen sama Princess" balas pria itu.


Kedua sosok pria itu adalah saudara kembar Zelan dan Zilan sedangkan kedua gadis itu adalah Aruna dan Delyana.


__ADS_2