Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Mulai


__ADS_3

Waktu terus berjalan, hari terus berganti tak terasa hari yang di tunggu-tunggu akan segera terjadi yang di tunggu-tunggu bukanlah hari baik melainkan hari besar yang menjadi hari terjadinya perang besar.


Di depan istana kini Raja Arthur di ikuti oleh yang lainnya berdiri berhadapan dengan sosok yang berpakaian serba merah. di samping pria yang berpakaian serbah merah itu berdiri pria paruh baya yang memiliki perawakan ada kemiripan sedikit dengan Raja Arthur.


"Aceng tidak bisakah kamu hentikan semua ini" kata Raja Arthur menatap sendu menatap sosok pria paruh baya di samping pria berpakaian merah itu.


Sungguh jauh di lubuk hatinya paling dalam Raja Arthur tak pernah menginginkan peperangan ini apalagi lawan mereka adalah saudara nya sendiri walau hanya beda ibu namun mereka satu Ayah.


"Cih aku tidak akan berhenti sebelum mendapatkan tahta Raja menjadi milik ku jika dari dulu kamu memberikan ku tahta Raja dan Kamu mundur menjadi Raja perang ini tidak akan terjadi" balas pria di samping pria berpakaian merah.


Sosok itu adalah Aceng Indrajaya saudara tiri Raja Arthur yaitu kakaknya yang lahir dari istri kedua atau selir dari Raja terlebih dahulu. kenapa tidak memakai marga De Bora karna sudah ketentuan jika anak dari seorang selir tidak memakai marga Ayahnya tapi marga ibu mereka.


"Baiklah aku akan serahkan tahta Raja tapi hentikan peperangan ini" kata Raja Arthur bernegosiasi dengan Aceng.

__ADS_1


Hahahaha


"Kamu pikir aku bodoh he.... aku tidak akan percaya pada omongan kosong mu itu" ucap Aceng menatap sinis Raja Arthur .


"Seorang Raja tidak akan membahayakan nyawa Rakyatnya"


"Berhenti menceramahi ku bodoh. aku tidak peduli dengan nyawa kecil mereka itu. aku hanya menginginkan menjadi Raja dan hari ini adalah hari kehancuran kamu dan seluruh keturunan mu akan aku cabik-cabik tubuh mereka satu persatu"


"Mencabik-cabik tubuh kami he... yang ada aku yang mencabik-cabik tubuh keriput mu itu Paman Tua" timpal Zilan dengan nada mengejek.


"Aku akan menarik pasukan ku dengan syarat berikan aku pedang pusaka Klan biru maka kamu dan Rakyat mu ini akan aku bebaskan" ucap sosok merah itu dengan lantang.


"Tuan ku apa yang anda lakukan" pekik Aceng karena ini di luar dari rencana mereka.

__ADS_1


"Diam" bentak sosok merah itu menatap tajam Aceng.


"Apa kamu fikir kami bodoh dengan menyerahkan senjata itu sama saja dengan membiarkan kamu menghancurkan dunia ini. kamu fikir Saya tidak tau apa tujuan kamu sebenarnya yang ingin menciptakan dunia baru dengan menyeleksi setiap manusia jika menurut kamu tidak layak mereka akan di bunuh" terang Raja Arthur.


Sontak mendengar itu membuat anggota Raja Arthur tersentak kaget. Klan merah memang terkenal akan kejamnya namun mereka tidak menduga jika Ketua Klan merah begitu terobsesi untuk membuat Dunia baru dengan cara sistem menguji coba setiap manusia layak dan tidak layak hidup.


"Hahahaha sungguh tak ku sangka Raja Arthur begitu pintar hingga bisa menebaknya dengan cepat" balas soal merah itu tersenyum jahat.


"Jadi apakah kamu ingin menyerahkannya gadis kecil atau aku porak-porandakan istana kebanggaan kalian ini" kata Sosok merah tertunduk pada Aruna eh ralat Arina.


"Selagi kami hidup kalian tidak akan bisa Menpora-porandakan istana ini" ucap Raja Arthur.


"Jika itu keinginan mu jangan menyesal jika aku benar-benar menghancurkan istana mu itu" ucap Sosok merah itu dengan menahan amarah.

__ADS_1


"SERANG HABISI MEREKA SEMUA.....!"


__ADS_2