Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Calista


__ADS_3

"Terima kasih telah menolongku waktu itu. Terima kasih telah membuatku sadar apa yang aku lakukan itu salah. Terma kasih telah menyadarkan aku dan membuatku menjadi lebih baik. Aku berubah demi kamu juga agar nanti saat bertemu denganku kamu tidak malu saat aku berdiri dan berjalan di sisimu." Ungkap Calista yang masih terus memeluk Aruna.


"Jangan memeluknya!" Sentak Arkana yang langsung memisahkan Calista dan Aruna. Hingga dorongan Arkana membuat Calista terhuyung ke belakang syukur ada Johan yang entah kenapa menahan tubuh terhuyung Calista.


"Kamu baik-baik saja?" Tanya Johan pada Calista yang berada di dalam pelukannya.


"Aku baik-baik saja, terima kasih." Ungkap Calista yang langsung sadar dan melepaskan diri dari pelukan Johan.


"Jika ingin memeluk peluk saja dia. Kebetulan dia jomblo kan?" Kata Arkana datar melirik Calista dan Johan.


"Maaf saya tidak berminat." Jawab Calista enteng membuat Johan membulatkan mata. Selama ini tidak ada yang berani melak seorang Johan apalagi secara terang-teragan.


"Yang mau memelukmu siapa? Jangan terlalu percaya diri." Kata Johan dengan nada sinis memalingkan wajahnya ke arah lain.


"nyatanya anda yang memang memeluk saya Tuan Johan." Balas Calista dengan datar.


"Saya tidak bermaksud memeluk kamu. Saya hanya bermaksud ingin menolong kamu." Kata Johan yang menatap kesal Calista.

__ADS_1


"JIka tidak ikhlas menolong saya harusnya tadi anda membiarkan saya jatuh saja. Dengan begitu saya tidak akan berutang budi pada anda Tuan Johan." Sarkas Calista yang menatap dingin Johan.


Johan yang mendengar perkataan Calista entah kenapa merasa kesal. Dari awal pertemuan Johan tidak menyukai Calista entah karna apa. Intinya dia tidak menyukai wanita itu menetap Arkana. Atau karna dia yang mencintai Aruna jadi berpikir untuk menjauhkan wanita seperti Calista dari hidup dan kebahagiaan orang yang di cintainya.


"Gadis kecil kamu mau kemana kenapa meminta uang pada Tuan Arkana?" Tanya Calista yang berujar lembut kepada Aruna berbeda dengan saat berbicara dengan Johan tadi.


Semua yang mendengar penuturan lembut Calista tertegun. Bagaimana bisa wanita yang tadinya berwajah datar kini secepat kilat berubah wajah hangat dan menatap Aruna begitu lembut.


"Aku..... Mau belanja." Jawab Aruna dengan singkat.


"Kamu kan lagi bekerja." Ucap Aruna yang melihat jika memang sedari awal Calista duduk di depan Arkana untuk membahas kerja sama.


"Em...... Daddy...."


"Tuan Arkana kali ini saya yang akan menggantikan putri saya. Saya harap Tuan mau memaklumi karna putri saya Calista sangat sudah lama mencari sosok gadis itu." Kata Tuan Leon yang merupakan ayah dari Calista.


"Tidak akan! Aku tidak membiarkan putrimu membawa istriku keluar." Kata Arkana datar.

__ADS_1


"ISTRI....?" Teriak Calista dan Tuan Leon.


Calista dan Ayahnya tentu tahu jika Aruna pasti sangat berarti untuk Arkana mengingat pria itu dengan enteng memeluk Aruna di depan mereka. Namun, Calista tidak menyangka jika hubungan keduanya sudah sejauh ini.


"Tuan tenang saja saya tidak akan melukai gadis kecil ah..... Maksudnya Nyonya Albarack" Ucap Calista dengan serius.


Aruna yang mendengar kata Nyonya langsung membulatkan mata dengan tatapan mata yang sinis kepada Arkana.


Glek


"Kenapa perasaan ku tidak nak seperti....." Arkana dengan pelan menoleh ke arah Aruna yang kini menatapnya seperti predator yang sedang mengintai mangsanya.


"Sayang....."


"Alu tidak suka panggilan kamu! Itu aku seperti ibu-ibu." Ucap Aruna dengan nada ketus melirik tajam Calista.


''Ah... Itu maafkan aku.."

__ADS_1


__ADS_2