
"Tapi sayangnya anggota ku bukan 500 orang tapi 5.000 sedang menuju ke negara M dan akan tiba 3 hari lagi di hutan bagian Utara"
Uhukk
perkataan Arkana benar-benar membuat semua orang terkaget-kaget pasalnya bagaimana bisa Arkana bergerak lebih cepat dari mereka.
"5.000 pasukan?" tanya Raja Arthur yang meminta kepastian.
"Iya 5000 pasukan oleh karna itu wilayah di hutan Utara akan menjadi tempat markas dari anggota ku" terang Arkana.
"Apa perlu saya menyuruh orang untuk membangun tenda disana?"
"Tidak perlu biar aku urus sendiri"
"Sekarang beri tahu aku kapan perang itu akan terjadi" Arkana bertanya dengan datar dan dingin.
"1 Minggu dari sekarang" balas Raja Arthur.
"Jelaskan secara rinci" titah Arkana yang mengeluarkan aura intimidasi yang kuat membuat semua orang tertegun.
"Dia....... dia bukan pria sembarang masih banyak teka teki dan rahasia dalam diri anak muda ini" kata Raja Arthur menatap dalam Arkana.
"Menurut mata-mata Anggota paman ada sekitar 10.000 orang sedangkan untuk Klan merah kami belum mengetahui pasti namun jika mengikuti apa yang di katakan oleh mata-mata mereka berjumlah 5.000-10.000 pasukan." terang Zelan.
"Siapa Klan merah kenapa kalian membuat ku bingun" ucap Arkana datar.
"Klan merah adalah musuh bebuyutan dari Klan biru yaitu kami keturunan asli dari Klan biru. Klan merah dari dulu sudah memiliki obsesi untuk menjadikan kami budak atau bahkan memusnahkan kami para keturunan Klan Biru. Selain itu ada suatu hal yang selalu Klan merah kejar dari kami yaitu suatu pusaka. yang bahkan bisa menghancurkan 1 negara jika jatuh pada tangan yang salah." ucap Zelan.
"5 tahun lalu kami sudah berperang dengan Paman yang ingin menjadi Raja namun kami berhasil bertahan dan mengalahkannya namun kali ini kami tidak yakin bisa menang jangankan menang bertahan saja mungkin tidak bisa. walau kita menang jumlah namun orang-orang Klan merah bukan manusia biasa seperti kamu mereka mempunyai kekuatan di luar nalar manusia yang bisa melawan mereka hanya kami keturunan Klan biru tapi jumlah kami bahkan hanya sekitaran 100 orang saja. kita mungkin akan ada kemungkinan bisa bertahan atau menang jika ada dia tapi ..... itu hal mustahil bahkan dia masih nyenyak pada tidur panjangnya" ucap Zelan yang di akhir kalimatnya rendah dan terdengar sendu.
"Apa mereka tidak mempunyai kelemahan?" Arkana bertanya dengan datar karna jujur rasa penasaran Arkana menjadi lebih tinggi lagi.
__ADS_1
"Sayangnya itu mustahil" jawab Zelan.
Mendengar itu Arkana juga langsung diam, wajahnya datar dengan sorot mata yang tajam menerawang jauh di depan sana.
"Bagaimana bisa di dunia ini masih ada hal yang nggak masuk akal di nalar manusia" Guman Arkana yang benar-benar tidak menduga di dunia modern seperti ini masih ada sistem seperti itu.
"Dan sebenarnya ada hal yang belum kami beritahu kebenaran kepada mu?" kata Aruna tiba-tiba.
Sontak mendengar ucapan Aruna membuat semua orang terutama Zilan yang sudah melototkan mata kepada Aruna.
"Apa yang kamu lakukan ha....?" ucap Zilan menatap tajam Aruna.
"Memberi tahu kebenarannya" balas Aruna santai.
"Diam....! jangan coba-coba berbicara tentangnya disini" desis Zilan yang menatap Aruna seperti musuh.
"Sampai kapan kak? sampai kapan dia juga harus tahu kebenarannya" kata Aruna yang menaikan satu oktaf suaranya.
"AKU BILANG DIAM YA DIAM....!" bentak Zilan membuat semua orang Kaget terutama Aruna yang sampai terperanjat.
"Jangan menyebutku kakak aku tidak mau di panggil Kakak oleh mu" ucap Zilan Tajam.
"ZILAN" sentak Zelan dan Raja Arthur bersaman.
"DIAM....! maaf Zelan, Maaf Ayahanda tapi aku tidak bisa menahannya lagi aku begitu membenci dirinya" kata Zilan menunjuk Aruna yang kini telah bergetar berdiri.
"Kamu tau aku ingin sekali membunuh mu dan juga dia. pria yang membuat orang yang paling aku cintai harus merasakan kesakitan dan kekecewaan." kata Zilan menunjuk Arkana dengan tatapan penuh akan kebencian.
Arkana yang melihat itu untuk sesaat terkejut bagaimana bisa Arkana melihat kebencian yang begitu besar di mata Zilan.
"Karna keegoisan mu membuat dia harus terus sakit. dari kecil kau selalu merebut semua miliknya bukan hanya kasih sayang, mainan, kamu bahkan merebut darahnya setiap bulan"
__ADS_1
"ZILAN"
Deg
"Apa yang kamu katakan Haa dia itu adik kamu" sentak Raja Arthur.
"Cih Adik? aku tak Sudi memiliki adik yang bahkan tega terus mengukir luka di tubuh dan batin saudarinya sendiri" bentak Zilan.
"Semua ini salah kalian...! salah kalian yang selalu memerhatikan dia di banding dirinya. dari kecil kalian terus peras darahnya hanya untuk mengobati dan menyembuhkan Putri kesayangan kalian ini" teriak Zilan yang menggila.
"Kau.." Zilan menunjuk Zelan.
"Kau adalah saksi dimana Putri dan adik kesayangan kamu ini membuat dia sering terluka, bahkan memfitnahnya tapi aku tak pernah mengatakan kebenarannya malah terus menyembunyikan itu membuat dia harus mendapat hukuman terus menerus"
Bugh
"Itu untuk kamu sebagai kakak yang tak "mbecus" kata Zilan yang memberi Bogem mentah pada wajah Zelan membuat Zelan tersungkur dan membentur meja.
"Berapa kali dia berkorban, berapa kali dia tumbang, dan berapa kali kalian abaikan" teriak Zilan yang matanya sudah memerah.
"Berhenti berpura-pura baik. aku tau kalian selalu menyakitinya darahnya kalian peras habis bahkan sampai membuatnya berapa kali tumbang" kata Zilan dengan menjatuhkan air matanya.
Semua orang terdiam terutama Raja Arthur yang tak pernah melihat putranya yang datar itu serapuh dan sehancur itu sebelumnya.
Sedangkan Aruna gadis itu hanya bisa menangis penuh penyesalan dengan memeluk Tunangannya Jendral Naren.
di sisi lain Arkana benar-benar bingun apa yang mereka bahas kenapa Zilan begitu membenci Aruna. jika dia yang di benci dia paham karna itu pasti ada hubungannya dengan perlakuannya dengan Aruna di masa lalu tapi Zilan juga membenci Aruna itu benar-benar membuat Arkana bingun.
Arkana tau hidup dalam lingkup kerajaan memang banyak intriknya bahkan lebih menakutkan dari konflik di dunia luar. jadi tidak heran jika mereka terlibat dalam suatu masalah seperti perebutan tahta atau perebutan cinta.
"Kau...." tunjuk Zilan kepada Aruna yang memeluk Jendral Naren. " Kau berhasil mendapatkan cinta mu tapi dia.." jeda Zilan.
__ADS_1
"hahaha dulu dia mencintai sang jendral namun di rebut oleh mu sekali lagi dia jatuh cinta tapi cintanya lagi-lagi di tolak bahkan di perlakukan seperti barang yang bisa di lempar sana sini"
Deg