
istana blue telah selesai di dekor dengan begitu indah semua persiapannya telah matang di aula besar istana blue telah di isi dengan ribuan orang baik itu dari rakyat negara M sendiri atau pun ada dari negara keluar sesuai dengan undangan.
para tamu undangan berdecak kagum akan dekorasi yang begitu Mega. semua mata Tak ada yang tak kagum melihat kerajaan modern itu begitu mewah. di sudut ruangan 2 orang pria duduk dalam keheningan dengan menampilkan wajah datar.
Kenapa tidak berbaur dengan yang lain? maka jawabannya adalah karena keduanya sosok yang sangat tidak menyukai keramaian apalagi ada orang-orang yang menjilat mereka berbicara baik di depan dan berbicara buruk di belakang orang-orang munafik seperti itu sangat dibenci oleh kedua sosok itu.
kedua sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Arkana Zeus Al Barack dan asistennya Johan. Johan bahkan beberapa kali melirik Arkana yang sejak semalam tidak membuka suara sedikitpun membuat Johan tahu jika Bosnya itu sedang dalam mood yang buruk.
"apakah yang kamu katakan tadi malam adalah suatu kebenaran baby?" batin Arkana yang penuh dengan? bila mengingat pembicaraan dia dan Aruna semalam.
Flashback beberapa jam lalu.
Arkana yang tidak bisa tidur memilih bangun dan keluar berjalan mengelilingi kapal hingga sampai di belakang kapal Arkana melihat sosok yang sangat dia rindukan dan cintai sedang menghadap langit.
Seulas senyum muncul di sudut bibir Arkana Arkana berjalan dengan tegas dan yakin tanpa keraguan sedikitpun menghampiri sosok itu yang merupakan Aruna.
"tidak bisa tidur?" tanya Arkana tiba-tiba yang sudah berada di samping Aruna.
Aruna yang mendengar suara asing langsung melirik ke arah samping titik Aruna mengernyitkan alis dengan dahi yang mengkerut dalam melihat Arkana dengan menatapnya penuh senyuman.
"apa dia kerasukan setan laut? hingga menjadi gila seperti ini" pikir Aruna menatap intens penuh kewaspadaan kepada Arkana.
"Aku harap kamu mau memaafkan aku baby. aku benar-benar mencintai mu dari pada apapun" ucap Arkana sungguh-sungguh.
Aruna yang malas membuka suara hanya menganggukkan kepala lalu fokus kembali mendongak pada langit malam yang cerah di terangi bulan dengan bintang yang mengelilinginya.
diamnya Aruna malah disalah artikan oleh Arkana. Arkana beranggapan Aruna diam karena Haruna masih marah dan kecewa padanya. memikirkan hal itu Arkana hanya bisa meremas wajahnya dengan kasar.
"Aruna Aku minta maaf......maaf karena pernah membuatmu kecewa di masa lalu aku tau mungkin aku tidak akan mendapatkan maaf mu tapi beri aku satu kesempatan lagi untuk membuktikan jika aku benar-benar mencintai mu"ungkap Arkana cepat takut omongannya di potong oleg Aruna.
Arkana menarik menggenggam kedua tangan Aruna mengelusnya lembut dengan tatapan yang tak di alihkan oleh Arkana dari wajah cantik Aruna.
__ADS_1
"Mencintai ku? kesempatan?" tanya Aruna dengan datar.
"Iya. kita mulai semua dari awal yah. aku benar-benar mencintai mu aku tidak ingin kehilangan kamu lagi baby" ucap Arkana dengan tatapan sendu.
"Benarkah kamu mencintai ku?" tanya Aruna terdengar lembut namun bibirnya tersenyum aneh tanpa di ketahui oleh Arkana.
"Yah aku benar-benar mencintai mu. aku menyesal karna menyia-yiakan kamu dulu. rasakan jantung ku begitu berdebar hanya karna untuk mu aku serius dengan ucapan ku" ungkap Arkana yang mengambil tangan Aruna membawanya dan menempelkannya di atas dadanya tempat jantungnya berada.
HAHAHAHAHAHA
"Apa anda bercanda Tuan....? bagaimana bisa saya percaya pada omong kosong anda itu.lagi pula untuk apa saya kembali kepada anda hanya untuk sebuah hal yang sudah pasti endingnya bagaimana. saya tidak akan jatuh di lubang yang sama seperti 1 setengah tahun lalu." ucap Aruna lantang menatap sinis ke arah Arkana.
"Dan disini" kata Aruna menunjuk jantungnya berada.
"Tidak ada reaksi apalagi saat di dekat mu." lanjut Aruna.
Deg
"Jantungku bahkan berjalan normal bahkan saat sedekat ini" kata Aruna yang menempelkan dirinya pada Arkana.
Deg
"Datanglah besok di acara dengan awal agar kamu bisa menyaksikan kebahagiaan aku saat bertunangan dengan tunangan ku" kata Aruna lagi.
DHUUUUAR
Rasanya seperti ada yang meledak hancur berkeping-keping di dalam tubuh Arkana saat mendengar berita yang tak di sangka-sangka olehnya sebelumnya.
"I....itu.... itu ti...tidak be...benar kan? ka..kamu pasti sedang Beca......." kalimat Arkana langsung terputus begitu saja saat Aruna memotongnya.
"Jika tidak percaya datanglah besok malam di aula istana Blue kamu akan melihat suatu kebenaran itu" ucap Aruna berlalu pergi meninggalkan Arkana yang masih berdiri di tempatnya.
__ADS_1
Bruk
Arka terhuyung ke belakang hingga bersandar di pembatas kapal. Arkana benar-benar tidak percaya akan apa yang baru saja Aruna katakan otaknya menolak dengan keras namun hatinya tidak bisa di bohongi jauh di lubuk hatinya ia takut, takut akan apa yang dia dengar adalah suatu kebenaran.
"Baiklah aku akan hadir di acara itu lagi pula aku punya undangannya" guman Arkana menatap langit malam dengan sendu.
Flashback end
"Selamat malam semua...." sapa MC terhadap para tamu undangan.
"Mari kita semua sambut Yang Mulia Raja Arthur bersama Yang Mulia Ratu Sofia" ucap MC lantang
Semua orang yang sedang sibuk masing-masing kini langsung terdiam menoleh ke karpet merah menunggu kedatangan Pemimpin dari Negara M itu.
Krek
Pintu di buka dengan lebar hingga masuklah Raja Arthur di ikuti oleh Ratu Sofia di sampingnya. pasangan itu terlihat begitu berwibawa dan memancarkan aura kepemimpinan.
Raja Arthur menggandeng tangan Ratu Sofia membawanya menuju kursi yang telah di siapkan untuk mereka.
Baru saja Raja Arthur dan Ratu Sofia duduk tiba-tiba saja pintu kembali terbuka menampilkan sosok pria tampan yang memiliki wajah yang serupa siapa lagi jika bukan Si kembar Pangeran Zelan dan pangeran Zilan.
Kedua Pangeran itu berjalan dengan satu tangan yang di masukan ke dalam saku celana hingga mereka terlihat lebih keren. Zilan dan Zelan berjalan menuju Raja Arthur dan Ratu Sofia dengan wajah datar tanpa ekspresi.
Sampai di depan Raja Arthur dan Ratu Sofia mereka berdua segera melakukan penghormatan.
"Salam Yang Mulia" salam Zelan dan Zilan kompak dengan suara tegas dan datar.
"Salam kalian aku terima. duduklah" balas Raja Arthur tegas.
Zilan dan Zelan mengangguk samar lalu membungkuk satu kali lagi setelah itu baru menuju kursi masing-masing menyisakan 2 kursi lagi yang membuat semua orang bertanya-tanya siapa pemiliknya.
__ADS_1
"Dua kursi itu untuk siapa lagi?" Bisik si A ke temannya
"Mungkin untuk Sang Putri" jawab si B