
"Saya mengumpulkan kalian semua disini karna ujian untuk menjadi selir Yang Mulia Putri Mahkota akan di mulai hari ini juga" ucap Raja Arthur.
"APAAAA....."
Rasanya ingin sekali Arkana berteriak saat ini juga bahkan matanya hampir keluar dari tempatnya saat mendengar penuturan dari Raja Arthur.
Pemilihan Selir?
Bagaimana bisa Arkana berakhir disini Arkana tak pernah mendaftar jangankan mendaftarkan diri Arkana bahkan tidak percaya akan hal itu yang mengatakan Aruna akan memiliki suami lebih dari satu lalu bagaimana bisa dia menjadi kandidatnya.
Otak jenius Arkana langsung Blang hingga tak bisa berfikir apa-apa bahkan otak yang sering dia banggakan itu tak mampu mencerna apa yang sedang terjadi.
Arkana melihat orang-orang di sekitarnya yang begitu sumringah karna akan menjadi selir dari Ratu masa depan Negara M tapi Arkana?
Karna bahkan seperti keledai yang berdiri di antara puluhan domba yang tidak tau apa-apa. kepala Arkana langsung berdenyut sakit memikirkan kondisinya sekarang.
__ADS_1
Arkana terus diam dengan pikirannya sendiri hingga tak menyadari dan mendengar apa yang telah Raja Arthur sampaikan.
Sedangkan di sudut sana salah satu pria mengangkat bibirnya ke atas membuat sebuah lekukan bulan sabit membentuk senyuman tipis namun tidak ada yang menyadari akan itu.
"Ini belum seberapa Tuan Arkana yang terhormat aku akan membuat kamu tambah stres memikirkan kamu akan menjadi orang kedua yang bahkan posisinya hanya setengah atau bahkan tidak di anggap sama sekali. jika perlu aku akan membuat kamu benar-benar gila aku tidak 0eduli jika harus berperang dengan kelompok kamu itu. ini adalah harga atas apa yang kamu lakukan untuk Pergi kecil ku bahkan harga ini tak seberapa di bandingkan dengan sakitnya peri kecilku" kata sosok itu dalam hati mengepalkan tangan di bawa meja sana dengan mata yang memerah menahan air mata dan amarah secara bersamaan.
"Baiklah pembahasan sampai disini saja kita akan bertemu sebentar malam persiapkan diri kalian" kata Raja Arthur tegas.
1 jam kemudian mereka semua di arahkan untuk kembali ke kamar masing-masing termasuk Arkana yang kembali ke kamarnya.
"Johan..... Johan pasti tau sesuatu" ucap Arkana dengan nada rendah tapi ada amarah di balik nada rendah itu.
Arkana yakin ini pasti ada sangkut pautnya dengan Johan karna dia tidak pernah mengajukan diri untuk menjadi selir apalagi semalam dia kembali sebelum acara itu selesai.
Arkana langsung berdiri keluar dari kamar dan menuju kamar Johan yang hanya terletak beberapa kamar dari kamar miliknya. sampai di kamar yang di tempati Johan tanpa ba-bi-bu Arkana langsung menendang pintu itu dengan kasar. Arkana tidak peduli jika ia berada di istana Blue yang bukan wilayahnya tapi sekarang dia benar-benar kesal dan marah kepada Asistennya itu.
__ADS_1
"JOHAN....." teriak Arkana dengan amarah yang menggebu-gebu.
Johan yang sedang melamun langsung terperanjat kaget mendengar teriakan Arkana penuh akan amarah.
"Bos apa...." kalimat Johan langsung di potong oleh Arkana.
"APA YANG KAMU LAKUKAN JOHAN.... KENAPA KAMU MENDAFTARKAN NAMA KU UNTUK MENJADI SELIR DARI ARUNA HA....?" teriak Arkana bersyukur kamar yang mereka tempati adalah kedap suara.
"Aku hanya berusaha untuk membuat mu mendapatkannya Arka sebagai sahabat aku menginginkan kebahagiaan mu" balas Johan yang nampak tenang.
"DENGAN MENJADIKAN AKU YANG KEDUA..... AKU HANYA MENGINGINKAN DIA MENJADI MILIK KU BUKAN BERBAGI APALAGI AKU YANG MENJADI KEDUA" bentak Arkana menatap tajam Johan yang masih berdiri tenang di depannya.
"Bisa aku berbicara sebagai sahabat kamu? aku hanya ingin jujur mengenai suatu hal yang benar-benar tulus aku rasakan dari hati aku yang paling dalam" kata Johan menatap dalam Arkana.
Arkana yang mendengar penuturan Johan langsung mengatur napasnya karna tak ingin menghajar sahabatnya itu disini.
__ADS_1
"Bicaralah"