Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Hilang ingatan


__ADS_3

"Tuan Leon, anda perlu ingat kami akan memperlakukan klien kami tidak ada yang istimewa apalagi jika klien Kami adalah wanita. Dunia bisnis adalah dunia yang penuh akan intrik dan juga persaingan dunia bisnis adalah bukan sesuatu yang harus dicoba-coba jika memang Putri ituan tidak memiliki potensi akan hal itu lebih baik Putri anda di rumah saja karena perusahaan kami tidak membutuhkan klien yang dengan sifat manja harus diperlakukan istimewa" kata Johan dengan data menatap Tuan Leon dan Calista dengan tajam.


Glek


Tuan Leon yang awalnya berpikir apa yang akan dikatakannya dapat diterima karena dia merupakan klien penting namun saat mendengar balasan yang menohok dari Johan membuat senyum Tuan Leon langsung berubah pucat dari penuturan Johan saja dapat Tuan Leon tebak bahkan walau mereka baru saja menandatangani kontrak bisa saja perusahaan besar itu membatalkannya secara sepihak.


"Maafkan saya tuan Johan Saya hanya....." kalimat tuan Leon langsung dipotong oleh Johan.


"Lagi pula yang akan menangani proyek ini adalah saya bukan Bos Arkana" tambah Johan


"APAAA" teriak Calista yang menatap Johan dengan mata membulat.


"Kenapa? Anda pikir Bos Arkana yang akan melakukannya Bos Arkana tidak akan berdekatan dengan wanita manapun karena sangat mencintai Nona Aruna tunangannya " terang Johan dengan tersenyum sinis.


"Sial. Ada apa dengan tatapannya itu kenapa malah menatap ku seperti itu?" umpat Calista dalam hati dengan tangan yang mengepal sempurna.


"Aku kira dia berbeda dengan wanita lainnya namun ternyata Sama saja" batin Johan yang entah kenapa merasa kecewa.


Awalnya Johan berpikir Calista akan sedikit berbeda dari wanita lainnya karena walaupun terlihat tertarik dengan Arkana namun wanita itu tidak melakukan banyak tingkah namun setelah menyaksikan responnya yang barusan Johan dapat menebak jika Calista adalah salah satu wanita rubah.


Sedangkan di sisi lain Calista bukan sedang memikirkan Arkana namun ada hal lain. Hal yang membuatnya datang di negara itu.


"Sudahlah. Sampingkan dulu masalah perasaan tujuan utama ku datang ke negara ini adalah mencarinya. Mudah-mudahan aku masih bisa menemukan-nya disini. waktu itu aku tidak sempat berterima kasih dengan benar padanya "kata Calista dalam hati.


"Tuan Johan tenang saja saya akan berusaha semampu saya untuk tidak merepotkan Tuan nantinya" kata Calista dengan tegas.


Tuan Leon yang mendengar penuturan dari Sang Putri langsung tertegun di buatnya pasal-nya putri-nya itu adalah putri yang memiliki sifat manja dan keras karena dari kecil hidup tanpa kasih sayang seorang ibu membuat Tuan Leon berperan menjadi dua yaitu sebagai ibu dan juga sebagai ayah untuk sang putri.


Apapun yang di inginkan oleh Calista Tuan Leon selalu menuruti dan memberikannya tanpa peduli itu baik ataupun buruk karna itu pula membuat Calista menjadi pribadi yang sedikit Arogan.


"Sejak kapan? Kamu sudah banyak berubah sayang," batin Tuan Leon dengan menatap sang Putri dengan mata memerah menahan sesuatu.

__ADS_1


"Aku harap begitu" balas Johan tersenyum aneh.


Setelah berkata seperti itu Johan langsung pergi meninggalkan Tuan Leon dan Calista dalam ruangan itu.


"Kamu yakin sayang? Jika tidak kamu tidak perlu melakukan itu biarkan Daddy yang melakukannya" kata tuan Leon dengan cemas.


Tuan Leon tentu tahu bagaimana sepak terjang Arkana si raja Bisnis dan Johan si Asisten Raja Bisnis itu dalam dunia bisnis mereka bahkan tak segan-segan menghabisi orang yang menentang ataupun orang yang merugikan mereka.


"Calista yakin Dad Calista pasti bisa menyelesaikan semuanya Selain itu Calista juga ingin mencarinya. Negara ini adalah awal pertemuan ku dengannya aku harap ada kesempatan kedua untuk takdir mempertemukan kami kembali di negara ini " ungkap Calista dengan tersenyum tipis


"Tapi sayang kejadian itu telah berlalu selama 3 tahun dan dia juga mengatakan jika bukan warga asli dari negara ini bukan?" Kata Tuan Leon.


"Calista tahu, namun entah kenapa Calista yakin akan bertemu dengannya kembali di negara ini. Calista merasakan akan kehadirannya di negara ini" terus terang Calista yang menerawang jauh ke depan sana.


"Entah siapa orang itu? Daddy ingin sekali bertemu dengannya. Daddy bahkan belum mengucapkan kata terima kasih yang benar kepadanya karena telah mengubahmu begitu banyak hanya dalam satu kali pertemuan "kata tuan Leon dalam hati menatap wajah sang putri.


"Dad" panggil Calista yang menoleh ke arah Tuan Leon lalu mulai bergelayut manja di lengan sang ayah.


"Ada apa? "Tanya Tuan Leon yang mengelus kepala sang putri tercinta dengan lembut.


"Dia bilang dia tidak pernah tahu bagaimana rasanya di sayang dan di manja oleh kedua orang tuanya seperti ayah dan ibunya. Jadi kalau nanti Calista ketemu lagi dengannya. Daddy harus mengangkatnya menjadi anak daddy dan menjadi saudara Calista nantinya" kata Calista dengan senyum yang indah di bibirnya.


Calista tersenyum senang saat membayangkan dia dan sosok itu akan menjadi saudara walaupun angkat mereka akan menjadi saudara yang paling kompak nantinya.


Sedangkan Tuan Leon yang mendengar permintaan dari Sang Putri langsung mengangkat alisnya satu menetap Calista dengan dalam.


"Apa dia tidak akan cemburu jika kasih sayang Ayahnya akan terbagi" kata Tuan Leon dalam hati namun dia tidak berani untuk bertanya takutnya membuat sang putri kecewa.


" Baiklah dia akan menjadi kakakmu nanti" balas Tuan Leon yang langsung setuju untuk mengangkat orang itu menjadi anak angkatnya.


"No! Dad. Bukan Kakak tapi adik, dia lebih muda 3 tahun dariku jadi dia yang harus memanggil aku kakak "

__ADS_1


Tuan Leon yang Mendengar hal itu langsung membuang nafas kecewa.


"Padahal aku ingin menjodohkannya dengan Calista" kata tuan Leon dalam hati padahal dia tidak tahu orang yang di cari sang putri adalah seorang pria atau seorang wanita.


"Sudahlah kita pulang saja "kata Leon yang mengajak Sang Putri untuk pulang.


Calista yang mendengar ajakan sang ayah hanya menganggukan kepala sebagai tanda setuju lalu keduanya beranjak berdiri dan pergi meninggalkan ruangan itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tanpa di sadari hari telah berganti malam. dalam suatu ruangan duduklah empat orang pria yang memiliki pesona dan kharisma yang berbeda-beda ke empat orang itu tak lain dan tak bukan adalah Arkana si wajah datar dan kaku, Zilanda yang memasak ekspresi datar, Johan sang asisten Raja bisnis yang hanya tersenyum konyol dan Edward si pria kalem.


Kenapa di katakan paling kalem karena datar enggak Dan senyum juga nggak namun di antara ke empat orang itu hanya dia yang memiliki ekspresi yang enak dipandang sedangkan ketiga lainnya sangat jauh dari kata normal.


"Apa Aruna sudah benar-benar tidur" tanya Arkana kepada Zilan.


"Tenang saja Princess sudah benar-benar tertidur lelap" jawab Zilan santai.


"Sebelum masuk pembahasan inti aku ingin kalian berdua berpura-pura tidak mengenal Aruna" kata Zilan yang menunjuk Edward dan Johan bergantian.


"Kenapa?" Tanya Johan dan Edward secara bersamaan.


Johan dan Edward memang belum mengetahui apapun tentang perubahan Aruna yang mereka ketahui hanya Gadis itu telah sadar.


"Aruna mengalami hilang ingatan dia kembali pada ingatan 2 tahun sebelumnya" ungkap dilan yang jelas membuat Johan dan Edward kaget bukan main.


"I....itu artinya No...nona Aruna juga ti...tidak meng....ingat Bos..."


"Benar Aruna tidak mengenal kalian atau pun Arkana" potong Zilan tegas.


Sontak hal itu membuat Johan dan Edward saling melirik satu sama lain lalu menoleh ke arah Arkana yang hanya memasang ekspresi datar. baik Johan maupun Edward tahu bagaimana perjuangan Arkana mencari Aruna bahkan pria itu tak segan-segan mengeluarkan pasukannya hanya untuk membantu pihak karena dalam melawan pemberontak yang memiliki kekuatan luar biasa di luar nalar manusia.

__ADS_1


Arkana sebenarnya bukanlah tipe kalau orang yang akan ikut campur urusan orang lain apalagi jelas-jelas tidak menyangkut dirinya namun demi Aruna Arkana rela ikut campur.


"Jangan menatapku seperti itu Aku tidak butuh belas kasihan kalian"


__ADS_2