Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Jawaban Arjun


__ADS_3

"Mulailah bertanya. di mulai dari Arjun" titah sang Raja.


"Aku yang ingin bertanya dulu" ucap Zelan yang langsung berdiri.


Raja Arthur hanya mengangguk lalu mereka semua mulai bertanya satu persatu di mulai dari Zelan.


"Jika kamu di hadapkan dengan dua pilihan antara memiliki Selir/wanita lain di hidup kalian untuk memperluaskan kekuasaan kamu atau memilih setia dengan ancaman jika akan terjadi pemberontakan?" tanya Zelan datar dan tegas


"Jika kamu menjadi apa yang akan kamu lakukan jika rakyatmu krisis akan ekonomi?" ucap Zilan lantang.


"Bersediakah milikmu kamu bagi dengan yang lain?" tanya Naren


"Jika suatu saat Putri Ases tidak bisa memiliki apa yang akan kamu lakukan?" Raja Arthur bertanya dengan datar dan dingin.

__ADS_1


Arjun berdiri dari kursinya berdiri dengan kepala yang di angkat ia sangat percaya diri.


"Pertama-tama aku akan menjawab pertanyaan dari Pangeran Zelan. aku akan memilih memiliki Selir karna itu semua juga untuk rakyatku karna jika kekuasaan ku meluas akan banyak juga sekutu yang berada di pihak ku. kedua dari pertanyaan Pangeran Zilan jika rakyatku mengalami krisis ekonomi maka salah satu cara menyelamatkannya salah dengan bekerja sama dengan beberapa orang yang memiliki kekuasaan namun mungkin beresiko seperti yang aku katakan di awal mungkin akan ada wanita lain di hidup ku. ketiga pertanyaan Jendral Naren aku bersedia berbagi jika itu memang sudah jalannya saya tidak akan bisa menantang apa yang telah di tuliskan. dan terakhir mengenai pertanyaan terakhir dari Yang Mulia sebelumnya saya minta maaf tapi....."


Arjun menjeda kalimatnya dengan menghela napas lalu menatap mereka satu persatu hingga kembali menatap Raja Arthur.


"Awas saja jika jawabannya salah aku tidak segan-segan Menghancurkan salah satu tokoh ayahnya" batin Zilan yang sudah punya rencana duluan.


Sontak mendengar jawaban Arjun membuat kelima pria lainnya di dalam ruangan itu langsung mengepalkan tangannya kuat-kuat.


"S*lan. beraninya dia menghina putri ku apa dia benar-benar mau mati" umpat Raja Arthur dalam hati yang mukanya sudah memerah.


"Cih belum jadi Raja saja sudah sombong lihat saja apa yang akan kamu terima saat keluar dari sini. aku akan benar-benar memporak-porandakan tokoh-tokoh Ayah mu itu s*alan." batin Zelan dan Zilan yang sejalan.

__ADS_1


"Cih hanya anak Mentri keuangan berani merendahkan kesayangan ku. sepertinya akan sedikit menyenangkan jika bermain-main dengannya" batin Naren yang tersenyum licik.


"Dasar pria bodoh tidak ada otak berani sekali kamu merendahkan wanita ku dengan bilang akan mencari wanita lain. Ck jika saja di depan ku tidak ada mereka sudah aku lubangi kepala tanpa otak mu itu dengan pistol kesayangan ku" maki Arkana yang menatap Arjun seperti Mangsanya.


"Sehabis ini aku harus menghubungi Johan untuk menyeret pria bodoh ini ke dalam sel tahanan ku" lanjut Arkana dalam hati lalu tiba-tiba menyerigai licik membayangkan dia akan bermandikan darah dari pria di sampingnya itu.


Zilan yang melihat seringaian Arkana langsung mengernyit bingun.


"Apalagi yang di pikirkan pria mafia itu sehingga tersenyum aneh seperti itu" Guman Zilan yang memperhatikan Arkana.


Sedangkan Aruna hanya menonton dan duduk tenang di kursinya namun tidak ada yang melihat dan menyadari jika tangan Aruna telah mengepal dengan sangat erat.


"Beraninya dia.....

__ADS_1


__ADS_2