Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Persiapan perang


__ADS_3

Waktu terus berjalan setelah masalah pemilihan Selir atau dalam kata lain mencarikan suami untuk Aruna selesai. Kini mereka di sibukkan dengan diri masing-masing.


Raja Arthur yang terus mengadakan Rapat di ikuti Zelan dan Jendral Naren yang terus menyusun rencana strategi untuk melawan musuh nanti.


Arina yang sibuk memperkuat diri dengan terus berusaha mengayunkan pedangnya walau terasa berat dan susah namun Arina akan terus berusaha.


Siang dan Malam Arina latihan berpedang do belakang halaman istana mengasah kembali kemampuannya yang di pelajari 1 tahun terakhir.


Hosh hosh hosh


"Sebenarnya dimana Delyana kenapa di saat-saat genting seperti ini dia malah menghilang seharusnya sebagai keturunan dari seorang pelindung tidak boleh menghilang seperti ini apalagi ini sudah 3 hari" ucap Arina kesal.


Pasalnya sejak hari terakhir seleksi untuk mencari suami Aruna dengan dalih mencari selir Delyana tidak pernah lagi muncul di hadapannya atau hadapan yang lain.


Sedangkan Zilan menghilang entah kemana setelah pertengkaran itu ia menghilang bagai di telan bumi tak ada yang bisa menemukannya.


Di tempat lain Arkana tengah menunggu ke arah wilayah Utara untuk menunggu Anggota nya Yang akan sandar di pelabuhan malam ini. Arkana menggunakan Sepeda motor untuk menuju wilayah yang di tempuhnya.


Setelah perjalanan selama 4 jam lamanya Arkana akhirnya sampai di pelabuhan tempat mereka dicegat berapa minggu yang lalu. namun mata Arkana menyipit melihat puluhan kapal besar yang bersandar di pelabuhan itu.


walaupun begitu Arkana tampak tenang karena sekali lihat dia langsung mengenali lambang yang berada di puncak kapal tersebut.


Arkana turun dari motornya lalu berjalan mendekat ke arah jembatan yang baru saja


menampakkan kakinya di jembatan Arcana langsung disambut oleh orang kepercayaannya.


"Tuan" panggil Edwar salah satu orang kepercayaan Arkana yang langsung membungkuk di ikuti oleh yang lain.


"Kapan kalian tiba?" Arkana bertanya dengan nada datar dan dingin.


"Sekitar 30 menit lalu Tuan" Jawab Edward lagi.


"Hm bangun tenda" tita Arkana yang langsung menjauh masuk ke dalam hutan.


"20 ORANG SETIAP KAPAL IKUT SAYA UNTUK MEMBANGUN TENDA" ucap Edward lantang.

__ADS_1


mendengar perintah dari Edward orang-orang dalam kapal segera keluar seperti yang di inginkan oleh Edward setiap kapal mengutus 20 orang untuk membangun tenda.


Edward memimpin jalan menuju hutan mencari tempat yang bagus untuk membangun tenda untuk mereka semua.


beberapa menit kemudian Edward melihat Arkana di depannya dan langsung Segera berjalan mendekati Bos mereka.


"Bos"


"bangun tenda di sini setelah itu cari hewan buruan di hutan siapa tahu ada"


para anggota Arkana dan Edward segera menjalankan perintah dari bos mereka. mereka semua bekerja sama sehingga mereka cepat menyelesaikan walaupun tenda itu tidak akan cukup untuk mereka semua.


sedangkan di tempat lain di sebuah ruangan yang hanya diterangi obor seorang gadis dengan menatap sosok berjubah hitam di depannya.


"Bagaimana keadaan di luar?" tanya sosok bertudung hitam kepada gadis di depannya.


"untuk saat ini semuanya sibuk pada tugas masing-masing. Raja Arthur di temani jenderal Naren dan Pangeran Zelan terus mengadakan rapat besar-besaran mereka semua membahas strategi untuk melawan klan merah" kerang sosok gadis muda itu yang masih dengan kepala menunduk.


"Apa kita mendapat sekutu?"


"Arkana" ucap sosok bertudung dengan suara pelan


"Tuan Arkana memberikan bantuan dengan anggota sebanyak 5000 orang"


"Lalu bagaimana dengan perangnya?"


"Perang akan terjadi sekitar tiga hari lagi yang di mana Tuan Aceng ikut bersekutu dengan klan merah"


"Berapa total pasukan mereka"


"Sekitar 40.000-50.000 orang yang Dimana pasukan dari Tuan Aceng sebanyak 5.000 orang."


"Pergilah dan terus awasi pergerakan mereka kirimkan aku informasi terus menerus"


"Yang M...."

__ADS_1


"Ada apa" potong sosok bertudung cepat.


"Apa anda akan ikut dalam perang kali ini?" tanya sosok gadis muda itu pada sosok bertudung di depannya.


"Apa yang aku takutkan aku hidup hanya untuk Rakyat ku tak ada yang mengharapkan kehadiran ku mungkin jika aku mati di Medan perang nanti nama ku akan selalu di kenang oleh Rakyat" ucap sosok bertudung dengan nada datar namun terdengar sendu.


Mendengar penuturan sosok bertudung hitam di depannya membuat sosok gadis yang sedang tertunduk semakin menundukkan kepalanya dengan meremas kedua tangannya sendiri.


"Pergilah jangan mencampuri urusan pribadi ku karena itu bukan ranah mu" ucap sosok bertudung hitam dengan suara datar dan terdengar sangat dingin.


"maafkan hamba yang lancang ini"


"Pergilah"


besok bertudung hitam itu mengibaskan tangannya sebagai tanda menyuruh orang di depannya untuk pergi sedangkan sosok gadis itu hanya menurut lalu berjalan keluar dari tempat itu.


"50.000 orang rupanya barang kali ini akan memakan banyak korban yang tidak bersalah. " guman sosok bertudung dengan nada sedih memikirkan akan banyak orang yang terbunuh sia-sia akibat perang.


"Klan merah di hari perang itu juga akan menjadi hari terakhir keturunan kalian melihat matahari jika aku mati maka kalian semua harus mengikutiku ke alam baka menuju Raja Yana" desis sosok bertudung dengan menahan amarah sekuat tenaga.


Tak ingin berlarut dalam amarahnya sosok bertudung itu segera menuju sudut ruangan mengeluarkan sebuah alat komunikasi lalu mulai mengotak-atik benda itu hingga beberapa menit kemudian sosok itu menghela nafas lega.


"kuharap mereka bisa memahami dan datang tepat waktu setelah menerima kode dariku"


Sedangkan di tempat lain Arkana dan Edward duduk melingkar dengan beberapa orang yang masing-masing-nya adalah dalam ketua bidang masing-masing.


di depan mereka terbenang sebuah kertas yang lumayan besar air panas mulai berdiri lalu mengambil tongkat kecil dan sebuah pulpen


"Ini adalah titik istana blue berada tugas utama kita adalah menghadang musuh agar tidak bisa melewati pintu gerbang masuk ke dalam istana" terang Arkana yang mulai melingkari titik yang ditunjukkan sebagai istana blue.


"Titik ini adalah titik yang berada di taman belakang istana. di taman belakang istana terdapat lorong rahasia yang bisa digunakan keluar masuk oleh karena itu 500 anggota akan masuk dan menunggu mengelilingi istana blue melalui jalan rahasia ini"


"Titik ini adalah tempat terjadinya perang 5 tahun lalu yang di mana mereka menyerang lewat Utara. namun kali ini kita tidak tahu mereka akan menyerang di arah mana oleh karena itu maka 2000 anggota akan berpencar dan bersembunyi di hutan sekitar Sedangkan untuk 2500 anggota lainnya akan menjadi penyerang utama yang berdiri di depan Istana blue bersama dengan ku nanti."


Arkana terus menjelaskan setiap titik yang akan menjadi persembunyian mereka atau tempat penyerangan mereka tanpa menyadari jika malam telah larut.

__ADS_1


__ADS_2