Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Kejanggalan


__ADS_3

Arkana yang sedang melamun di kagetkan dengan suara pintu kamarnya di ketok dari Luar.


Dengan langkah malas Arkana berjala ke arah pintu lalu membukanya orang di depan pintu Arkana langsung membungkuk hormat karna mereka tau jika pria di depan mereka adalah calon selir dari Putri Mahkota.


"Ada apa" Arkana bertanya dengan suara datar dan dingin.


"Kami membawakan Tuan makan malam." ucap salah satu dari kedua pelayan itu.


"Masuklah" titah Arkana datar.


Kedua pelayan itu saling lirik lalu melangkah masuk mulai meletakkan makanan yang mereka bawah ke meja yang ada di dalam kamar itu.


"Yang Mulia juga berpesan jika sudah selai makan agar Tuan Arkana menemui Yang Mulia di ruang rapat" ucap Pelayan itu lagi.


"Hm"


Arkana tidak lagi berbicara dia hanya berdehem sebagai jawaban lalu duduk di kursinya. kedua pelayan itu segera membungkukkan badan sedikit lalu segera pergi.


Arkana mulai menyantap makanannya dengan sedikit terburu-buru karena tak ingin membuat calon mertuanya itu menunggu dirinya terlalu lama.


Setelah selesai makan Arkana segera berjalan cepat masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum mandi Arkana masih sempat-sempatnya mencukur kumis dan janggut nya yang sudah mulai tumbuh dan terlihat . hingga beberapa menit kemudian terlihat Arkana berjalan keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk di pinggangnya yang dia lilitkan untuk menutup daerah pribadinya dan sebuah handuk kecil yang dia gosok-gosok kan di kepalanya agar rambutnya cepat kering.


Setelah memastikan rambutnya sudah mulai kering Arkana segera berlari menuju lemari lalu memilih pakaian Yanga akan dia kenakan. setelah berpakaian rapi Arkana menuju meja rias lalu mulai menyisir rambutnya yang agak panjang karna sudah Lama dia tidak memotong rambutnya.


"Sepertinya aku harus mencari tukang cukur aku harus memotong rambut ku agar aku terlihat tampan" Guman Arkana yang sedang menyisir rambut nya.


Setelah selesai Arkana sekali lagi memastikan apakah penampilannya susah rapi atau belum. setelah yakin jika itu rapi Arkana segera berjalan menuju pintu.


Arkana menyelusuri lorong-lorong istana itu yang terlihat sepi karna sudah malam jadi pelayan banyak yang istrahat apalagi sudah tidak ada lagi yang harus mereka kerjakan.

__ADS_1


Arkana berjalan di lorong sepi dengan memasukan satu tangannya di saku celana hingga ia terlihat lebih gagah dan keren.


Pas di pembelokan menuju ruangan Yanga kan di jadikan sebagai ruangan bertemunya dengan Raja Artur. tiba-tiba Ratu Sofia lewat di depannya dengan keadaan yang berantakan dan Mata yang sembab.


Arkana langsung menyipitkan matanya saat melihat penampilan wanita yang berusia sekitaran 45-47 tahun itu memiliki kondisi yang berantakan. Arkana memang tidak pernah lagi bertatap muka atau bertemu dengan Ratu Sofia selain di hari pertama saat dirinya terdaftar sebagai calon selir. hanya di hari itu Arkana bisa bertemu dan bertatap muka dengan Ratu Sofia selebihnya sudah 2 Minggu ini dia berada di istana Blue tak pernah bertemu dengan Ratu Sofia.


Karna rasa penasaran membuat Arkana langsung mengejar Ratu Sofia hingga Arkana berhenti di sebuah taman istana yang terletak di belakang istana.


"Hiks Hiks Hiks Hiks sampai kapan Tuhan..... sampai kapan engkau akan terus memberikan hamba ujian batin ini. sampai kapan engkau membuat tidur dia nyenyak hingga memilih tinggal dalam tidurnya daripada bangun dan melihat dunia kami. dunia nyata dimana ada aku sebagai seorang Ibu yang terus mengharapkan kehadirannya hiks" Teriak Ratu Sofia di malam yang sunyi itu.


"Kejahatan apa? kesalahan apa yang telah aku lakukan di masa lalu hingga engkau menghukum ku dengan membuatnya tidur nyenyak dalam mimpinya. adakah aku menyakiti orang lain? pernahkah aku membuat mu murka? kenapa kamu terus menyiksa ku? kenapa kamu terus menyiksanya? KENAPA....?" teriak Ratu Sofia yang langsung jatuh terduduk di tanah taman itu dengan suara tangisan yang menyayat hati.


"Ada apa ini? apa ada sesuatu yang tidak ku ketahui? kenapa Ratu Sofia menangis begitu terdengar pilu seakan-akan ada suatu hal yang sangat dia sayangi tidak ia dapatkan?" guman Arkana dalam hati yang terus menatap Ratu Sofia dari balik pohon.


"Tidur Nyenyak? mimpi indah? apa maksudnya kenapa ciri-ciri itu mengarah kepada orang yang tertidur panjang atau koma? tapi siapa yang koma? jika keluarga Ratu Sofia tidak mungkin menurut informasi Ratu Sofia adalah anak tunggal dan orang tuanya telah meninggal setalah dia menikah dengan Raja Arthur. sekarang siapa yang di maksud Ratu Sofia?"


Sontak Arkana langsung membelalakkan mata saat mendengar penuturan Ratu Sofia. terkejut? sudah pasti ternyata tebakannya benar jika orang itu tengah koma tapi yang jadi pertanyaan di otak Arkana siapa orang itu kenapa Ratu Sofia bisa menangis histeris seperti itu.


"Ternyata ada konflik lain yang tidak aku ketahui dalam istana ini. aku harus menyuruh Johan untuk mencari tahu" guman Arkana lalu berbalik pergi dari taman karna dia harus segera menemui Raja Arthur.


Arkana berjalan cepat menuju ruangan yang di perintahkan Raja Arthur untuk datang menemuinya. Arkana bahkan berjalan setengah berlari menuju ruangan itu.


Sampai disana Arkana langsung mengatur napasnya terlebih dahulu lalu tangannya terulur untuk mengetok pintu namun belum sampai tangannya menyentuh pintu terdengar suara dari dalam.


"Apa isinya"


Tangan Arkana menggantung di udara saat mendengar suara yang dia yakini suara Pangeran Zilan karna dia bisa tau dari nada suaranya yang datar dan dingin tidak jauh berbeda dengannya.


"Sebuah surat perang"

__ADS_1


"Itu suara Raja Arthur" guman Arkana.


"APA..."


Arkana yang berada di luar pun ikut kaget walau suara Raja Arthur rendah dan pelan namun telinga tajam Arkana bisa mendengarnya dengan jelas.


"Paman benar-benar tidak berubah ia masih terus berusaha untuk mengambil alih tahta"


"Ayahanda apa yang harus kita lakukan menurut mata-mata yang aku kirim Paman bekerja sama dengan Klan merah untuk menyerang kita"


"Apa yang harus kita lakukan bahkan kekuatan paman mu saja mungkin tidak bisa kita lawan apalagi jika mereka bergabung dengan klan merah."


"Ternyata perang saudara karna perebutan tahta tapi apa itu klan merah?" ucap Arkana pelan penuh tanda tanya.


"Aku akan menggerakkan pasukan rahasia ku walau tidak banyak tapi mereka semua tangguh ku harap mereka sanggup membuat kita berada di posisi bertahan"


"Aku juga."


"Kamu apa Pangeran Zilan"


"Saya akan mengeluarkan anggota yang aku Latih sendiri. selama 3 tahun terakhir aku membentuk kelompokku sendiri karna aku tau Paman pasti akan mencari sekutu setelah kekalahannya 5 tahun lalu"


"Walaupun begitu kita mungkin akan tetap kalah"


STOP....!


Arkana sudah paham dan mulai tidak sabar menunggu di depan pintu itu hingga dengan segera Arkana mendorong pintu lalu masuk ke dalam


"Aku akan membantu" ucap Arkana lantang.

__ADS_1


__ADS_2