
"Masalah apalagi yang di buat pria sinting itu"
Seorang pria turun dari mobil dengan mulut yang terus komat Kamit entah apa yang di ucapkan entah makian atau umpatan.
Pria yang mengomel itu tak bukan dan tak lain adalah Arkana. Arkana yang tengah mengadakan meeting penting langsung meninggalkannya saat kepala pelayan mengabarkan jika Zilan pulang dalam keadaan terluka cukup parah dengan memandikan darah.
Zilan?
Sejak Arkana membawa Aruna bersamanya maka Zilan juga ikut bahkan ikut numpang alias tinggal di mension-nya jika di hitung maka sudah 2 Minggu pula Zilan tinggal bersamanya di mension besar itu namun sudah 2 Minggu pula Arkana ketar ketir akan ulah dari saudara gadis yang dia cintai itu.
Bagaimana tidak ketar ketir selama 2 Minggu itu Zilan selalu membuat ulah layaknya seperti seorang bocah yang baru melihat dunia luar saja.
beberapa hari yang lalu Arkana pernah membawa Zilan ke markasnya yaitu Markas Mafianya Black Diamond karna Zilan terus merengek ingin ikut padahal waktu itu Arkana sedang akan melakukan transaksi senjata tapi Zilan malah ikut.
Sampai disana Zilan di biarkan berkeliaran di markas itu di temani beberapa orang anggota kepercayaannya namun baru saja di tinggal 30 menit semua anggota Arkana langsung lari teriak-teriak ketakutan lantaran Zilan melepaskan Singa dan Harimau kesayangan Arkana kedua hewan itu begitu buas dan tak pernah tunduk pada siapa pun selain Arkana tapi kepada Zilan bahkan mereka seperti seekor kucing.
GRRRRRR
GOOOOARRRR
"AAAAAAA"
"Tolong...."
"BOS TOLONG...."
Arkana yang berada di dalam ruangan transaksi menggeram marah karna anggotanya begitu berisik. Arkana dengan langkah lebar segera keluar dari ruangan itu dengan wajah datar namun matanya membulat melihat dua hewan kesayangannya sedang berjalan bebas di markasnya. pantas saja anggotanya lari kocar kacir karna ada kedua hewan itu.
"Siapa yang membebaskan Jekky(Harimau) dan jakky(Singa)?" Arkana bertanya kepada salah satu anggotanya yang sedang bersembunyi di balik dinding.
"Itu... saya tidak tau Bos tapi pemuda itu tadi datang bersama Bos" jawab anggota Arkana.
Sontak Arkana langsung membulatkan mata saat mendengar jawaban dari anggotanya. matanya menatap tajam sekitar mencari keberadaan biang onar itu.
"ZILAN.....!"
Teriakan Arkana menggelegar di markas itu membuat anggota Black Diamond berkumpul di dalam ruangan itu bahkan mereka berdiri gemetar karna ada kedua hewan yang ganas itu.
__ADS_1
"ZILAN....."
"Ada apa sih pake teriak-teriak segala? nih markas mau di serang atau bagaimana?" nimbrung Zilan yang tiba-tiba muncul dengan menggigit apel santai tanpa dosa.
Semua anggota Arkana langsung berdiri menegang saat melihat Zilan berjalan santai melewati kedua hewan kesayangan Bos mereka itu.
Pak
Arkana yang kesal langsung memukul kepala Zilan dengan kesal tak cukup sampai disitu Arkana juga menarik telinga Zilan layaknya ibu yang sedang memarahi anaknya.
Jelas apa yang di lakukan oleh Arkana itu membuat anggotanya menjatuhkan rahang bagaimana bisa Bos mereka melakukan hal konyol seperti itu pikir anggota Arkana.
"Aduh woyyy lepasin.... ini sakit woyy...." teriak Zilan yang memukul-mukul tangan Arkana yang menarik telinganya.
"Kenapa kamu mengeluarkan si jakyy dan Jekky?" tanya Arkana datar.
"Aku sengaja melepaskannya karna aku ingin membawanya ke mension" jawab Zilan Santai.
Sontak Arkana langsung membulatkan mata mendengar penuturan Zilan yang begitu santai.
"Apa kamu ingin membunuh semua orang dalam mension dengan membawa mereka berdua kesana" bentak Arkana yang benar-benar emosi.
Arkana yang menatap tanda serius dari Zilan langsung mendekatkan telinganya kepada Zilan.
"Aku ingin membawanya ke mension siapa tau Princess cepat bangun" bisik Zilan.
Sedangkan Arkana jangan di tanya, bahkan ekspresi nya sepertinya ingin menelan Zilan hidup-hidup.
"Stop marah, Princess sangat menyukai kedua kucing seperti mereka jadi biarkan kedua kucing itu di kamar Princess" bisik Zilan lagi.
"Percaya padaku" kata Zilan yang merangkul Arkana.
Arkana menggeleng-gelengkan kepala mengingat tingkah gila saudara dari Aruna itu yang sayangnya ia panggil pria sinting.
BRAKKK
Arkana yang kesal langsung menendang pintu kamar Zilan langsung masuk tanpa aba-aba.
__ADS_1
"Pria sinting apalagi yang.... Astaga ada apa dengan dirimu" teriak Arkana panik melihat tubuh Zilan penuh luka.
Arkana tau luka itu bukan luka dari cakaran binatang buas seperti sebelumnya tapi luka itu luka dari senjata tajam yaitu seperti belati atau katana.
"Katakan padaku apa yang kamu lakukan Pria sinting?" sentak Arkana membalik badan Arkana karna tadi Arkana tengah terbaring membelakanginya dengan bertelanjang dada.
Buk
"ASTAGA... HEY...! PRIA SINTING KAMU KENAPA?" tanya Arkana panik melihat wajah Zilan sudah pucat pasi.
"Tunggu disini aku panggil dokter dulu" kata Arkana yang langsung merogoh ponselnya.
"JOHAN KIRIM DOKTER DI MENSION SEKARANG JUGA JIKA DALAM 10 MENIT TIDAK SAMPAI KAMU YANG AKAN AKU SEMBELIH" teriak Arkana langsung.
Selesai menelfon Johan, Arkana langsung berlari keluar dari kamar Zilan.
"KEPALA PELAYAN SIAPKAN KOMPRES SEKARANG JUGA" teriak Arkana.
"Sebenarnya apa yang terjadi? siapa yang menyerang pria sinting ini sampai jadi begini?" batin Arkana yang bertanya-tanya.
Tanpa keduanya sadari mereka sudah merangkul satu sama lain menjadi seperti saudara yang saling mengkhawatirkan namun terlalu banyak gengsinya.
Sedangkan di tempat lain Johan sedang menyumpah serapahi Arkana yang memberinya perintah yang di luar nalar manusia.
"HALLO EDWARD SEGERA PERGI KE MENSION BOS ARKANA 10 MENIT HARUS SAMPAI." teriak Johan.
"KAU GILA HA.... MANA BISA SAMPAI DALAM WAKTU SESINGKAT ITU" teriak Edward di ujung sana.
"Tapi Bos dalam keadaan genting lebih baik kmu pergi sekarang karna waktu kamu terus berkurang" terang Johan.
"Lalu kenapa juga Pria datar itu menelfon kepada mu kenapa bukan langsung kepada ku" kata Edward yang terdengar kesal.
"Mana aku tau. cepat pergi atau nyawa mu akan melayang dari nada suara saja sepertinya Bos sedang panik" ujar Johan mengingat-ingat suara Arkana tadi yang kentara sekali sedang panik.
"APA...!"
Mendengar penuturan Johan membuat Edward kaget lalu mematikan ponselnya sambil berlari masuk ke dalam mobil lalu tancap gas dengan kecepatan di atas rata-rata.
__ADS_1
"Jangan-jangan ini berhubungan dengan gadis itu? jika benar maka aku akan benar-benar mati." guman Edward