Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Ancaman Calista


__ADS_3

"Jika begitu tampar dia!"


"Hahhhhh tampar?"


"Iya tampar, jika tidak aku akn pergi dari mension kamu."


Deg


Arkana membulatkan mata saat mendengar permintaan dari istrinya itu.Arkana tidak menduga jika gadis itu bisa semarah ini.


"Kenapa tidak mau?" Aruna terkekeh lucu menatap sinis Arkana.


"Jelas tidak mau Ara tidak mungkin......."


Plak


"Kata siapa aku tidak berani? Kamu sudah membuat wanitaku marah dan berteriak di depannya, Menurutmu apa ada ampun untuk mu? Tidak! Tidak ada yang boleh meninggikan suaranya di depan istriku." Ucap Arkana yang telah memberikan cap lima jari pada wajah Amanda.


"Arkana kamu...... Menamparku? Bagaimana bisa lamu melakukan itu? Wanitamu hanya aku bukan dia!" Tunjuk Amanda pada Aruna dengan suara rendah.


Amanda sebenarnya ingin sekali mencakar-cakar wajah wanita yang mengaku-ngaku sebagai istri dari pria yang di cintainya itu. Namun, Amanda sadar tempat yang di datangi adalah tempat umum. Akan sangat bahaya jika ada yang sampai mengenalinya lebih parah lagi jika aksinya di rekam.


"Kamu itu hanya masa lalu suamiku. Jadi menjauh sebelum kemarahan ku memuncak karna jika itu terjadi kamu tidak akan sangka apa yang bisa aku lakukan. Termaksud menghancurkan karir yang kamu banggakan itu." Ucap Aruna yang menekan setiap katanya.


Setelah bertanya seperti itu Aruna langsung pergi begitu saja meninggalkan Arkana dan lainnya di belakang. Arkana yang melihat Aruna pergi tak tinggal diam langsung berlari kecil meninggalkannya tanpa peduli Amanda yang terus memanggilnya.


"Johan bagaimana bisa Arka menikah dengan wanita lain ha...?" Amanda bertanya pada Johan yang hanya berwajah datar.


"Tentu saja karna Bos mencintainya." Jawab Johan ketus dan datar.


"Tidak mungkin Arka hanya milikku bukan milik wanita sundal itu!"

__ADS_1


Plak....


"Kau....."


"Jangan coba-coba meneriaki gadis kecilku dengan kata-kata kotor yang keluar dari mulut kotor kamu. Jika kamu berani mengusik kehidupan gadis kecilku aku tidak segan-segan menghancurkan kamu sampai akar-akarnya. Kamu tentu tahu siapa aku, bukan? Jadi jangan coba-coba." Calista menepuk bahu Amanda dengan pelan.


Glek....


Amanda menelan ludah saat tau jika ada orang lain yang benar-benar mengenalnya disini. Amanda tidak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang. Walaupun dirinya model internasional tapi wanita yang berdiri di depannya adalah seorang model papan atas yang berada di atas levelnya. Ibarat kata dia Vip sedangkan Calista ruangan VVIP.


"Ingat pesanku." Bisik Calista yang berlalu pergi.


Johan yang sejak tadi ada disana tertegun mendengar ancaman Calista yang sepertinya tidak main-main.


"Aku harus mencari tahu semua tentang gadis itu. Kenapa ini nenek lampir sepertinya takut sama Calista?" Kata Johan dalam hati yang menatap punggung Calista.


"Sial! Semua ini karna wanita sundal itu. Akhirnya aku gagal jalan-jalan bersama gadis kecil." Gerutu Calista yang kesal pada Amanda yang mengganggu momen dia bertemu dan jalan-jalan dengan Aruna.


"Tunggu!"


Calista yang merasakan tangannya di cekal langsung berhenti dan menoleh ke belakang melihat siapa yang mencekal tangannya.


"Ada apa?" Tanya Calista datar saat mengetahui jika yang mencekalnya adalah asisten dari Arkana yaitu Johan.


"Aku ikut kamu." Kata Johan dengan santai.


"Kenapa?" Tanya Calista dengan alis menyatu.


"Aku di tinggalkan oleh Bos Arkana jadi aku tidak mempunyai kendaraan." Jawab Johan seadanya.


"Tidak bisa! Aku tidak ingin satu mobil dengan kamu. Kanu cari saja taksi sana." Calista langsung berbalik tapi lagi-lagi tangannya di cekal.

__ADS_1


"Apalagi Tuan Johan? Saya tidak ingin mengantar anda di perusahaan. Terlebih saya saat ini butuh waktu sendiri untuk melampiaskan kekesalan saya. Jika Tuan ingin menjadi samsak saya silahkan ikut." Ucap Calista dengan datar dan dingin membuat Johan mengernyitkan alis.


Melihat JOhan hanya diam Calista langsung berbalik masuk ke dalam mobil menjalankannya pergi meninggalkan area taman.


"Sial......!" Johan mengumpat kasar saat Calista benar-benar meninggalkannya di taman.


"Wanita itu..? Bagaimana bisa dia benar-benar meninggalkan aku sendirian di tempat ini?" Guman Johan yang menarik rambutnya kasar.


"Sayang percaya padaku aku tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan wanita itu." Ucap Arkana yang duduk di bawah Aruna.


"Tapi kamu berjanji untuk menikahinya."


"ah itu....."


"Itu apa? Kamu pasti belum move hemmmph" Kalimat Aruna langsung terhenti saat bibirnya di ***** lembut oleh Arkana.


"Dengar sayang..... Aku tidak mencintai siapapun lagi selain kamu. Dengar dadaku hanya akan berdebar karna mu bukan karna wanita lain." Terang Arkana dengan nada serius menatap manik abu-abu milik sang istri.


"Benar?"


"Benar sayang aku tidak akan bisa berbohong padamu karna kamu adalah hidup aku." Ucap Arkana yang membawa Aruna masuk dalam pelukannya.


"Ku harap begitu." Guman Aruna dengan suara pelan.


"Sekarang apa kamu sudah memaafkan aku?"


Srettt


"Tidak pokoknya aku masih marah padamu!"


HAHAHAHAHA

__ADS_1


__ADS_2