Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Undangan


__ADS_3

"Aku akan membuat kalian bersatu Bos, aku janji" ungkap Johan yakin.


Johan melirik kertas yang dia ambil dari salah satu pelayan yang memberikannya. Johan menarik napas lalu membuangnya pelan-pelan.


Dengan keyakinan yang penuh Johan mengambil pulpen lalu mulai mengisi kertas itu hingga beberapa menit kemudian Johan selesai.


"Aku hanya bisa melakukan ini untuk mu Bos" Guman Johan beranjak berdiri lalu naik ke atas ranjang untuk tidur.


Skip......


Sinar matahari masuk dalam kamar melalui celah gorden namun tak membuat sosok yang tengah tertidur itu terbangun. sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Arkana namun tak bergerak sedikit pun walau di kena matahari.


Tok


Tok


Tok


Arkana yang masih terlelap mulai terganggu dengan pintu kamarnya terus di ketok dari luar.


"Astaga siapa yang datang pagi-pagi buta begini" guman Arkana yang bangun dari tidurnya.


Dengan langkah malas Arkana turun dari ranjang lalu berjalan ke arah pintu saat pintu terbuka mata Arkana menyipit melihat seorang wanita muda yang berdiri di depannya itu.


"Ada apa?" Arkana bertanya dengan nada datar kepada wanita muda di depannya itu.


Arkana berdengus kesal saat pertanyaannya tidak di jawab wanita muda di depannya yang dia yakini jika itu adalah pelayan istana kentara dari seragam yang dia kenakan.


Bruk

__ADS_1


Saking kesalnya Arkana menendang pintu dengan keras membuat wanita itu kaget hingga tersadar dari lamunannya .


"Ah Ma......maaf Tuan" ucap pelayan itu yang gugup di tatap tajam oleh Arkana.


"Ada apa?" tanya Arkana lagi.


"Tuan di panggil untuk sarapan bersama oleh Yang Mulia Raja" jawab pelayan itu dengan kepala tertunduk wajah bersemu merah


"Saya akan bersiap" balas Arkana yang langsung masuk kembali dalam kamar.


Beberapa menit kemudian Arkana keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang berbeda dan wajah yang lebih cerah.


"Silahkan ikuti saya Tuan" kata Pelayan itu yang langsung berjalan di depan Arkana.


Di pertengahan jalan Arkana bertemu dengan Asistennya yaitu Johan yang di undang sarapan bersama juga oleh Yang Mulia Raja. mendengar penjelasan Asistennya Arkana dan Johan langsung berjalan bersama menuju ruang makan.


"Silahkan duduk Tuan Tuan setelah acara sarapan ini selesai kita akan membahas hal utama" ucap Raja Arthur yang terdengar tegas.


Mendengar itu Johan dan Arkana tak punya pilihan lain selain duduk di tempat kursi yang telah di siapkan masing-masing.


Johan melihat keadaan sekitar yang tak ada yang bersuara satu orang pun lalu melihat jika dua kursi di dekat Raja Arthur masih kosong.


"Salam Yang Mulia"


"Salam Ayahanda"


Ucap Aruna dan Jendral Naren yang serempak bersamaan membuat Johan mengangguk kepala samar saat menyadari jika dua kursi yang di dekat Sang Raja pasti milik Putri Mahkota dan Sang Jendral tunangan dari Sang Putri Mahkota.


"Salam kalian ku terima. duduklah" balas Sang Raja.

__ADS_1


Setelah mendengar balasan Jendral Naren dan Putri Ases langsung menuju kursi masing-masing.


Setelah semua telah duduk Raja Arthur mulai memasukan makanan dalam mulutnya di ikuti yang lain. mereka semua makan dalam suasana yang benar-benar hening tanpa suara selain suara sendok dan garpu.


Beberapa menit kemudian mereka telah selesai melakukan sarapan beberapa orang yang namanya di sebut Yang Mulia segera di arahkan untuk menuju ruangan yang di katakan Sang Raja salah satu pria itu adalah Arkana.


Arkana yang di panggil dan di tuntun untuk menuju suatu ruangan hanya bisa mengikuti seperti orang bodoh dengan menggenggam belati yang berada di balik Jasnya.


Setelah berjalan hampir 5 menit kini mereka sampai di ruangan yang seperti ruang rapat jika di perusahaan karna ruangan itu hanya ada meja panjang dan kursi yang berjejer rapi.


"Ada apa sebenarnya ini?" batin Arkana yang bertanya-tanya.


"Saya mengumpulkan kalian semua disini karna ujian untuk menjadi selir Yang Mulia Putri Mahkota akan di mulai hari ini juga" ucap Raja Arthur.


"APAAAA....."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arkana Zeus Albarack



Jendral Narendra AFLSON



Aruna Ases De Bora


__ADS_1


__ADS_2