
Krek
Pintu kembali terbuka memperlihatkan gadis cantik dengan balutan dres yang begitu indah dan sebuah tudung di kepalanya hingga wajahnya tidak terlihat
Tak
Tak
Tak
Semua orang terdiam dengan mata melotot bahkan mereka semua menahan napas saat sosok itu berjalan melewati mereka walau tak melihat wajahnya namun mereka yakin wajah di balik tudung itu begitu memukau.
semua orang terdiam membuat suara Hells seorang Putri Mahkota yang di kenal dengan Putri Ases itu menggema di dalam ruangan itu.
Tidak ada satu orang pun yang berani membuka suara sebelum gadis itu sampai di depan sang Raja lu memberi hormat.
"Salam Ayahanda"
Suara lembut namun tegas itu membuat semua para tamu undangan penasaran akan bagaimana rupa dari seorang putri mahkota yang sangat terkenal akan kejahilannya itu namun begitu berhati malaikat secara bersamaan.
__ADS_1
"Salam mu ku terima wahai Putri ku" balas Raja Arthur yang berdiri dari kursinya lalu berjalan mendekati Aruna yang masih menundukan kepalanya.
"Hari ini Saya Raja Arthur akan membuka tudung kepala Sang Putri Mahkota agar wajahnya bisa di lihat dan di kenali oleh seluruh Rakyat negara ini maupun negara luar." ucap Raja Arthur lantang.
"Putri ku menghadaplah kemari" ucap Raja Arthur lembut namun tegas.
Aruna yang mendengar penuturan Sang Raja langsung menghadap ke arah Sang Ayah sekaligus Sang Raja bagi negara M.
Kedua tangan Raja Arthur terulur memegang tudung itu. para tamu undangan bahkan menahan napas saat Raja Arthur mulai mengangkat tudung itu hingga sedikit demi sedikit wajah itu terlihat.
Wajah putih nan mulus, bibir tipis dengan pemerah bibir yang tidak mencolok, mata yang tajam dengan bulu mata lentik, hidung mancung, dan Alis yang begitu sejajar membuat sosok itu begitu cantik dan menawan.
Aura keanggunan dan kepemimpinan langsung menyebar saat tudung itu terangkat sempurna dengan sosok gadis itu membuka mata menatap mereka semua dengan badan yang berdiri tegap tanpa getar. mata yang memancarkan kebijaksanaan tanpa keraguan dengan sebuah pedang yang berada di tangan kirinya menambah akan nilai kecantikan gadis itu.
Arkana....! soal itu tak lain adalah Arkana yang begitu terpukau akan kecantikan dan aura yang di pancarkan Aruna membuat tubuhnya membeku di tempat.
Tangan Arkana mengepal saat melihat mata para pria di dalam aula itu menatap penuh binar dan minat kepada Aruna membuat darah Arkana mendidih hingga memancing amarah Arkana yang setengah mati dia tahan.
"Silahkan perkenalkan dirimu Princess" ucap Raja Arthur pelan hingga hanya di dengar oleh dirinya dan Aruna sendiri.
__ADS_1
"Selamat malam semua...." sapa Aruna begitu tegas.
"Malam" balas para tamu undangan yang seperti terhipnotis oleh suara Aruna.
"Perkenalkan Saya adalah Putri Aruna Ases De Bora Putri semata wayang Sang Raja Arthur dan Ratu Sofia" ucap Aruna lantang membungkuk sebagai penghormatan.
"Wow aku tidak menyangka jika Putri Mahkota begitu cantik dan mempesona"
"Kamu benar Putri Ases begitu cantik"
"Aku ingin melamar Putri Ases menjadi istri ku"
"Aku juga akan melamar sang Putri"
"Cih berhenti bermimpi karna aku yang akan di terima oleh sang putri"
"kita lihat saja"
Arkana yang mendengar bisikan-bisikan para bajingan itu menggeram kesal Karna berani menginginkan Aruna untuk menjadi istri mereka.
__ADS_1
"Beraninya mereka menginginkan wanita ku untuk mereka jadikan istri. benar-benar bosan hidup" Guman Arkana yang sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi bermaksud berdiri memberi pelajaran kepada pria-pria itu namun terhenti saat mendengar suara Raja Arthur yang lantang.
"MALAM INI AKU RAJA ARTHUR MELANTIK DAN MERESMIKAN PUTRI ARUNA ASES DE BORA MENDUDUKI KURSI PUTRI MAHKOTA DAN MENGUMUMKAN JIKA PUTRI MAHKOTA AKAN MENJADI CALON PEWARIS SAH YANG SESUNGGUHNYA DENGAN KATA LAIN PUTRI ARUNA AKAN MENJADI PEMIMPIN ISTANA BLUE DAN SELURUH RAKYAT NEGARA M" ucap Raja Arthur lantang.