Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Kemunculannya


__ADS_3

"AYAHANDA...!"


TRING ...


Sabetan pedang dari Aceng berhasil di tangkis oleh Zilan yang datang tepat waktu jika tidak mungkin Raja Arthur sudah terluka. sedangkan Raja Arthur tersadar saat mendengar suara dentingan pedang.


"Pangeran Zilan"


"Ayahanda fokuslah lihat sekeliling Ayahanda mereka sedang berjuang keras jangan sia-siakan perjuangan mereka dengan Ayahanda yang hanya berdiri mematung disini" ucap Zilan datar dan terdengar tajam membuat Raja Arthur Mengedarkan pandangannya sebelum menunduk malu.


"Bocah S*alan beraninya kamu menghalangi jalanku" teriak Aceng menatap tajam Zilan.


"Cih dasar penghianat aku akan benar-benar membunuh mu dan semua antek-antek mu itu" balas Zilan dengan nada datar.


"Banyak omong... hiyaaa..!" Aceng berteriak maju menyerang Zilan yang langsung di ladeni oleh Zilan.


Raja Arthur yang melihat Zilan mulai terpojok langsung membantunya menyerang Aceng dengan serius.


"Kita serang bersama" ucap Raja Arthur yang langsung di angguki oleh Zilan.


"Cih Ayah dan Anak sama saja, sama-sama membuatku muak aku benar-benar akan membunuh kalian berdua sialan" teriak Aceng yang semakin menyerang Zilan dan Raja Arthur dengan gila.


Disini lain Arkana bertarung mati-matian menghadapi soal bertudung merah itu walau Arkana sadar sosok di depannya kuat namun tidak membuat Arkana takut.


"Manusia lemah seperti mu tidak pantas menjadi lawan ku" kata sosok itu dengan terus menyerang Arkana.


"Manusia lemah? hehe bahkan manusia lemah ini tak bisa kamu luka kakek Tua" ejek Arkana.


Sosok bertudung itu menggeram marah pasalnya memang sampai saat ini setelah bertarung saling menyerang selama beberapa menit sosok bertudung itu belum bisa melukai Arkana sedangkan Arkana walaupun aku bisa melukai sosok bertudung itu namun masih bisa bertahan walaupun karena aku sendiri jika sosok di depannya ini bisa dikatakan bukan lawannya.


"Kamu benar-benar membuat ku marah maka jangan salahkan aku jika aku mencabik-cabik dirimu nanti"


Bersamaan dengan ucapan sosok itu terjadi perubahan pada matanya yang awalnya warna hitam kini menjadi warna merah darah, tangannya tiba-tiba muncul kuku panjang yang begitu tajam membuat Arcana untuk sesaat terkejut akan perubahan sosok di depannya.


"Buset itu manusia apa iblis" teriak Johan yang berada di belakang Arkana.


"Kamu datang" Arkana bertanya dengan datar karna tadinya dia berfikir Johan tidak akan datang.


"Baru beberapa menit" jawab Johan yang langsung menebas kepala musuh hingga terpisah dari badanya.


"Hahahaha sekarang aku benar-benar akan mencabik-cabik tubuh mu hingga akan terkoyak-koyak" kata sosok bertudung itu dengan suara yang terdengar mengerikan.


"Bos hati-hati" ucap Johan yang langsung mendekati Arkana untuk membantu Bosnya menghadapi sosok di depannya.


"Benar-benar di luar nalar aku benar-benar tidak menyangka jika di dunia modern sekarang masih ada manusia yang bersekutu dengan iblis" gerutu Johan menatap ngeri perubahan sosok di depannya itu.


"Serang"

__ADS_1


Johan dan Arkana langsung berlari menerjang sosok itu dengan menyerang membabi buta.


Bugh


Trang


Srekk


Bugh


Brak


Brak


"Hahaha dasar manusia lemah" hina sosok itu.


Arkana dan Johan langsung terlempar dan terhempas di tanah dengan keras saat sosok itu menendang mereka berdua dengan sangat keras. Arkana dan Johan hanya bisa berusaha bangun hingga langsung memuntahkan seteguk darah.


Uhukk


Uhukk


"Bos tidak apa-apa?" Johan bertanya dengan menatap cemas kepada Arkana tanpa menyadari kondisinya.


"Dasar bodoh bahkan keadaan kamu lebih parah dari pada aku" ucap Arkana datar namun sedikit terkekeh kecil.


Mendengar balasan Arkana yang terkekeh Johan lalu melihat pada penampilannya yang begitu menyedihkan. bagaimana tidak menyedihkan bahkan bajunya telah terkoyak dengan luka menganga di dada karna sosok itu tadi mencakar-nya dengan kuku panjang miliknya.


"Tidak bisa....!" kata Arina yang terus melawan musuh dengan pedang biasa miliknya.


"Kenapa tidak? hanya pedang itu yang bisa menghancurkan mereka" bentak Zelan yang emosi menatap tajam Arina.


"Bukan aku tak mau menggunakannya tapi pedang ini sedari tadi terus memberontak tak mau aku sentuh bahkan setiap aku sentuh. pedang ini akan mengeluarkan listrik dan menyetrum ku" teriak Arina kesal Karna dari tadi dia ingin membantu namun tidak bisa karna pedang itu yang terus memberontak bila dia pegang.


"BAGAIMANA BISA" teriak Jendral Naren dan Pangeran Zelan kaget.


Kembali ke pertarungan Arkana dan Johan yang melawan Soak itu yang semakin mengerikan dengan keluarnya tanduk di kepala sosok itu.


BRAKK


"JOHAN....." Arkana berteriak nyaring saat Johan di lempar begitu saja.


Keadaan mereka berdua cukup memperhatikan dengan luka dimana-mana dan baju compang camping yang dengan tubuh yang penuh akan darah.


"Sebelum aku membunuh mu aku akan membunuhnya terlebih dahulu" ucap Sosok itu berjalan mendekati Johan.


"Tidak. aku tidak boleh menyerah aku tak punya pilihan lain selain memanggilnya aku tak ingin orang-orang terdekat ku di renggut oleh mahluk menjijikan ini" kata Arkana dalam hati berusaha berdiri tegak.

__ADS_1


"Zeus kau mendengar ku?"


"Jelas kenapa?"


"Keluarlah"


"Bukankah sudah aku bilang dari tadi keluarkan aku tapi kamu malah menahan ku disini"


"Aku takut kamu mengamuk"


"Cih"


"MATI KAU" teriak sosok itu melempar Api di tangannya ke arah Johan.


"JOHAN...."


WUSSSH


BRAKK


KREKK


"HAHAHAHA AKHIRNYA MAHLUK LEMAH ITU MUSNAH"


Sosok itu tertawa jahat namun tawanya langsung berhenti saat melihat tubuh siapa yang hancur dan kepala siapa yang menggelinjang di depannya dengan mata melotot.


"RYAAN.......!"


Sosok itu berteriak histeris langsung mengambil kepala orang yang sangat dia kenali itu dengan tangan bergetar mengangkat kepala itu.


"SIAPA...... SIAPA YANG MEMBUNUH PUTRA KU HA....." teriak sosok itu menggelegar.


Sontak Karna teriakan itu membuat perang itu berhenti, orang yang saling menyerang langsung berhenti lalu melihat ke arah sosok bertudung yang tengah memegang kepala seseorang namun anggota dari Klan Merah membulatkan mata saat melihat wajah dari orang yang kepalanya itu telah terputus dari badannya.


Sedangkan di pihak Raja Arthur kini mereka menatap heran pada sosok itu karna tiba-tiba saja dia berteriak namun mereka langsung mengerti jika yang di pegangnya adalah kepala dari putranya yang telah mati.


"Ada pihak lain yang ikut campur tapi siapa tapi entah kenapa aku merasakan jantungku berdebar dengan kencang aku.... aku merasakan keberadaannya disini" batin Arkana yang menatap ke segala arah seperti mencari sesuatu namun tidak menemukannya.


"SIAPA YANG MEMBUNUH PUTRA KU S*4L4N CEPAT KATAKAN SIAPA......?" teriak Sosok itu yang semakin menakutkan dengan perubahannya.


"Bukankah kamu sendiri yang membunuhnya"


Deg


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*Bagaimana mau lanjut gak? lanjut lah masa nggak...!

__ADS_1


Tapi besok yah Author ngatuk mau tidur dulu😉


Jangan lupa beri Like, vote dan komen di kolom komentar ya😘*


__ADS_2