Menggenggam Rindu (Sebuah Penantian)

Menggenggam Rindu (Sebuah Penantian)
Safira, Cintaku


__ADS_3

Jeff melepaskan pelukannya setelah Safira mulai tenang. Gadis itu masih terisak pelan, membuat Jeff semakin dirundung rasa bersalah yang luar biasa. Ia membalikan tubuh Safira agar menghadapnya. Menangkup wajah Safira dengan kedua tangannya, seraya mengusap air mata yang membasahi pipi mulus itu dengan ibu jarinya. Lalu mengecup kening Safira dengan penuh kasih sayang.


"I Feel Sory," ucap Jeff dengan lembut, seraya menatap wajah Safira yang terlihat sendu. Demi langit dan bumi, ia sangat mencintai gadis yang ada dihadapannya ini dan ia tidak akan melepaskannya.


Safira diam tidak menjawab, malah ia semakin terisak. Entah sadar atau tidak, ia langsung menubruk tubuh Jeff dan memeluk pria itu dengan sangat erat. Menyadarkan kepalanya di dada bidang Jeff, dan menumpahkan tangisnya disana.


Jeff membelas pelukan Safira tidak kalah erat, seraya mengecup pucuk kepala Safira berulang kali, dan sesekali mengusap punggung Safira yang bergetar.


Mereka berdua yang sedang berpelukan, menjadi pusat perhatian oleh orang-orang yang melintas di depan gedung apartemen tersebut. Ada yang baper, sampai ada yang heran dengan tingkah mereka berdua.

__ADS_1


Degup jantung Jeff terdengar seperti melody yang indah di indra pendengaran Safira. Entah kenapa hatinya merasa lebih tenang, saat mendengar suara detak jantung itu. Safira semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Jeff.


"Aku tidak bisa melawan hatiku, sebagaimana pun aku membencinya, tapi aku masih sangat mencintainya. Bagaimana aku menghadapi hariku selanjutnya? Jika raga dan pikiranku sangat membencinya, akan tetapi hatiku masih sangat mencintai dia. Aku kalah melawan hati ini, aku pasrah dengan hati ini. Aku harus bagaimana?" batin Safira yang kian menumpahkan tangisannya didekapan Jeff.


"Aku sudah tahu tentang kebenaran semua ini. Tapi, aku terlambat, aku sudah terlanjur menyakitimu terlalu dalam, menorehkan luka yang sulit untuk di sembuhkan. Safira, cintaku, kasihku, apakah kamu masih bisa memaafkan pria bajingan ini? Apakah kamu masih mau memberikan kesempatan kepada pria biadap ini?" ucap Jeff, namun hanya sanggup ia ucapkan didalam hati. Kalimat itu seolah tertahan di ujung lidahnya yang tiba-tiba terasa kelu.


Suasana haru menyelimuti tubuh keduanya. Mereka sampai tidak sadar jika sudah berpelukan sangat lama. Sampai Jeff merasakan tubuh Safira terasa lemas, sontak Jeff merasa panik, lalu sedikit mengurai pelukannya. Dan ternyata benar, Safira sudah tidak sadarkan diri.


*

__ADS_1


*


*


Sampai dirumah sakit, Safira segera di tangani oleh tim medis. Jeff begitu gelisah sembari menggigit kepalan tangannya. "Bagaimana Dokter?" tanya Jeff.


"Tekanan darahnya sangat rendah, dan juga sepertinya istri anda mengalami tekanan batin yang kuat. Jika ada masalah rumah tangga, mohon bicarakan secara baik-baik," jelas Dokter tersebut, seraya menatap sinis Jeff. Ia berfikir jika Jeff adalah suami yang buruk.


"Oh, iya, satu lagi .... Istri anda mengalami insomnia yang sudah berkepanjangan, dan ini sangat tidak baik untuk kesehatannya. Pemicunya bisa jadi karena istri anda mengalami tekanan batin. Ini sudah di tahap sangat serius, Tuan. Tapi, tenang saja, saya akan memberikan resep obat untuk istri anda," jelas Dokter tersebut.

__ADS_1


"Terima kasih, Dokter," jawab Jeff, lalu mendepati tempat tidur pasien, sembari menatap Safira yang sudah siuman, namun gadis itu enggan menatap dirinya.


Jangan lupa like, vote, komentar dan hadiahnya ya❤❤💋


__ADS_2