
“Eugh ... Jeff ...” racau Safira, saat mendapatkan hujaman demi hujaman yang begitu lembut. Jeff melakukannya dengan hati-hati karena tidak ingin menyakiti anaknya yang ada di dalam kandungan Safira. Justru gerakan Jeff begitu lembut dan pelan membuat Safira semakin menggila. “Jeff, please Faster!” pinta Safira, sembari menggigit bibir bawahnya, kala kenikmatan itu terus mendera tubuhnya.
“No, ingat anak kita sayang,” jawab Jeff, lalu menundukkan kepalanya, menyesap dua pucuk bukit yang berwarna pink itu dengan sangat rakus dan bergantian. Ah, ini gila bercinta dengan gerakan yang sangat lembut, rasanya sungguh luar biasanya. Jeff merasakan miliknya seperti di urut di dalam milik istrinya.
Jeff terus memaju mundurkan pinggulnya dengan gerakan lembut, dan bibirnya kini berpindah melumaat bibir istrinya dengan lembut juga, sungguh perpaduan yang luar biasa rasanya. Dan tidak berselang lama tubuh keduanya mengejan bertanda jika keduanya sudah mencapai puncak bersamaan.
“Jeff, kenapa kamu mengeluarkannya di dalam? Bukankah kata dokter tidak boleh?” tanya Safira, dengan nafas yang terengah.
“Maaf, aku lupa sayang, terlalu nikmat jadinya aku tidak bisa menahannya,” jawab Jeff jujur, lalu mengecup bibir Safira sekilas dan menggulingkan tubuhnya ke samping seraya mengambil beberapa lembar tisu yang ada di atas untuk mengusap sisa percintaan mereka.
“Tapi, tidak apa-apa ‘kan kalau di buang di dalam?” tanya Safira lagi, sembari menaikkan selimut untuk menutupi tubuh polosnya yang sudah seperti macan tutul.
“Tidak apa-apa kalau sekali, kita besok beli Kond*m, aku lupa tadi membelinya, apakah kamu keberatan jika aku menggunakan itu?” tanya Jeff, sembari memeluk tubuh polos istirnya dari samping.
“Asalkan rasanya sama, aku mau,” jawab Safira malu-malu, dan langsung mendapatkan cubitan gemas dari Jeff.
“Tentu rasanya akan sama, karena milikku besar dan kuat,” jawab Jeff, sembari terkekeh karena istrinya sekarang sangat frontal jika berbicara.
__ADS_1
“Ya, si Jery yang terbaik, karena dialah yang mampu membuat diriku tergila-gila kepadamu,” jawab Safira jujur, dan salah satu tangannya terulur untuk mengelus Jery yang sudah bobo ganteng meleyot seperti terong rebus di bawah sana.
“Jadi kamu tergila-gila denganku karena Jery?” tanya Jeff dengan tatapan tidak percaya. Dan Safira mengangguk sebagai jawaban di iringi dengan gelak tawa.
“Dasar nakal!” ucap Jeff, gemas dan memeluk istrinya dengan erat.
“Ayo tidur, sudah malam,” ucap Jeff.
Dan pasangan pengantin baru yang baru selesai olah raga malam itu mulai memejamkan mata untuk mengarungi mimpi bersama.
*
*
*
Disisi lain Cindy kini sedang berada di ruang tamu sembari duduk dan menunggu suaminya pulang.
__ADS_1
“Dia ke mana sih?!”Cindy menggerutu kesal sembari menatap jam dinding, dan waktu sudah menunjukkan jam 10 malam, membuat Cindy di landa rasa cemas dan resah luar biasa.
Dan tidak berselang lama terdengar deru suara mobil yang memasuki halaman rumah, Cindy sudah beranjak dari duduknya dan menyambut ke pulangan suaminya.
“Aries dari mana saja kenapa baru pulang?” tanya Cindy saat Aries baru memasuki rumah.
Aries menghentikan langkahnya, dan menatap tajam Cindy.
“Bukan urusanmu!” jawab Aries, sembari melangkah menaiki anak tangga dan di ikuti oleh Cindy dari belakang.
“Tentu urusanku! Karena aku adalah istrimu!” tegas Cindy sembari menatap punggung Aries.
“Istri pajangan maksudmu?!” Aries tersenyum setan mendengarnya.
Cindy terpaku dan tersayat hatinya saat mendengar ucapan Aries yang begitu menohok hatinya.
“Apa maksudmu berkata seperti itu?!” seru Cindy yang tidak bisa menyembunyikan kesedihan dan rasa sakit hatinya lagi.
__ADS_1
Sedih jadi Cindy 😭😭😭😭
Kasih dukungan dong buat Cindy, please🙏😭