
Disisi lain, Crystal dan Ryan saat ini sedang ada di pusat perbelanjaan di pusat kota. Ia sedang belanja mingguan untuk memenuhi kebutuhan dapurnya.
“Ah, aku senang sekali, kalau kamu libur begini. Semoga saja bisa libur terus,” ucap Crystal seraya memeluk tangan kekar suaminya, sedangkan Ryan mendorong troli yang sudah penuh dengan belanjaan mereka.
“Kalau aku libur terus, nanti kamu dan anak-anak mau makan apa?” jawab Ryan dengan datar. Seperti biasa, pria itu selalu terlihat datar dan juga menyebalkan.
Crystal mengerucutkan bibirnya, ketika mendengar jawaban suaminya. “Uangmu ‘kan banyak, satu bulan tidak bekerja pun tidak akan habis,” ucap Crystal.
“Kita ‘kan jarang quality time seperti ini,” lanjut Crystal.
“Tugas Negara, Crys. Sabar saja 10 tahun lagi aku akan pensiun,” jawab Ryan, sembari mengecup kening istrinya.
“Huh! Masih lama sekali!” gerutu Crystal, kemudian ia melepaskan tangan Ryan saat melihat seorang wanita yang ia kenali.
“Itu Cindy ‘kan?” Crystal menunjuk seorang wanita yang sedang mengantre di kasir.
Ryan mengikuti jari telunjuk istrinya, kemudian ia mengangguk pelan. “Iya,” jawab Ryan singkat.
__ADS_1
“Sebentar! Kamu tunggu di sini, aku ingin menyentil ginjalnya!” Crystal ingin menghampiri Cindy untuk memberikan pelajaran, akan tetapi langkahnya di tahan oleh Ryan.
“Jangan buat keributan! Malu Crys!” Ryan mengingatkan sembari mencekal tangan istrinya.
“Kamu tenang saja, aku akan bermain aman tanpa menimbulkan kerubutan,” jawab Crystal, berusaha untuk melepaskan cekalan suaminya.
“No!” Ryan menggeleng tegas. Ia hafal sikap istrinya yang super bar-bar, dan ia yakin jika Crystal akan berbuat apa saja untuk memberi pelajaran Cindy, dan pasti akan menimbulkan keributan.
Crystal memikirkan sebuah cara agar suaminya mengijinkannya untuk menemui Cindy. “Nanti malam dua ronde,” bisik Crystal, sembari mengelus dada bidang suaminya yang berotot.
Ryan menyeringai licik, ketika mendengar tawaran istrinya yang sangat menggiurkan. “Tiga ronde and long time, bagaimana?” Ryan memberikan penawaran.
“Tapi, demi membalaskan perbuatan wanita sialan itu, aku rela tidak bisa jalan besok pagi,” batin Crystal.
“Oke, tiga ronde, long time, deal!” ucap Crystal kepada suaminya, sembari mengulurkan tangannya.
“Deal!” jawab Ryan, tersenyum puas, dan menjabat tangan Crystal seraya mengecup bibir Crystal sekilas.
__ADS_1
“Ingat jangan menimbulkan keributan, aku menunggumu coffe shop, and I Love you,” ucap Ryan, sembari mendorong troli menuju coffe shop yang ada di sana, beruntung mereka sudah selesai berbelanja.
Crystal tersipu malu, lalu segera menghampiri Cindy yang masih ada di deretan antrean kasir.
*
*
*
Cindy dibuat terkejut saat ada orang yang menariknya begitu saja, ia ingin memaki orang tersebut, namun niatnya di urungkannya saat melihat orang tersebut. “C-crys ...” Cindy tergagap dan wajahnya berubah pias. Ia ingin melarikan diri, namun dengan cepat Crystal menjegal kaki Cindy, hingga membuat wanita itu terjatuh di atas lantai.
Semua pengunjung memusatkan perhatian mereka pada Cindy yang terjatuh.
“Ups, maaf aku tidak sengaja. Apakah kamu butuh bantuan?” Crystal mengulurkan tangannya, seraya menyeringai setan.
Cindy meringis kesakitan, seraya menatap tangan Crystal yang terulur ke arahnya, dan dengan ragu ia meraih tangan Crystal.
__ADS_1
“Kamu pikir aku sudi membantu wanita picik dan laknat sepertimu!” Crystal langsung menghempaskan tangan Cindy dengan kuat.
Gass!! Hajar Cindy tanpa ampun Crys😆🤣🤣