Menggenggam Rindu (Sebuah Penantian)

Menggenggam Rindu (Sebuah Penantian)
Kekurangan gizi


__ADS_3

"Huh!" Jeff menghembuskan nafasnya lega setelah hampir 20 menit bermain Mbak Sinzu di kamar mandi, tangannya terasa ingin patah rasanya karena Si Jery ngambek sebab tidak di kasih jatah jungkat-jungkit dan masuk ke dalam rumahnya yang hangat. "Dasar Jery baru tidak di kasih jatah selama 2 minggu kenapa tubuhmu sudah kering keronta seperti itu?" ucap Jeff pelan sembari menatap Si Jery yang sudah bobo ganteng di dalam boxer-nya.


Jery kekurangan gizi Jeff. 😆


Jeff melangkahkan kakinya lagi menuju tempat tidur dan merebahkan dirinya di sana, di samping istrinya yang sudah tertidur pulas. Jeff memandang wajah Safira yang terlihat sangat cantik dalam keadaan seperti apa pun.


"Lagi tidur saja cantik begini," gumam Jeff, sembari mengusap pipi mulus istrinya yang mulai chuby, karena nafssu makan istrinya itu meningkat semenjak kehamilannya itu. Berbeda dengan dirinya yang masih merasakan masa-masa ngidam dan juga morning sickness.


"Demi anak kita dan juga kamu, aku rela menderita Sayang," ucap Jeff, lalu menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya, seraya mengecup kening dan bibir Safira sekilas, dan tidak berselang lama dirinya pun ikut terlelap dalam tidur, mengarungi mimpi bersama dengan istrinya.


*


*


*


Pagi harinya, seperti biasa Jeff akan mengalami mual dan muntah sampai menjelang siang. Semua yang ia alami itu sangat menyiksa dirinya, akan tetapi ia menikmati semua prosesnya, ia pun tidak pernah mengeluh sama sekali.


"Are you oke?" tanya Safira sembari mengelus pundak suaminya dengan lembut.

__ADS_1


"I'm oke, Honey," jawab Jeff setelah membasuh wajahnya dengan air yang mengalir dari keran wastafel kamar mandi kamar


"Apakah kamu mau di buatkan air lemon hangat?" tanya Safira, merasa khawatir dengan suaminya yang setiap kali selalu mual seperti itu.


Jeff menegakkan punggungnya yang tadinya sedikit menunduk di wastafel. Kemudian ia melirik istrinya dan tersenyum licik. Ada sebuah ide yang tiba-tiba melintas di otaknya.


"Aku tidak butuh air lemon, Sayang. Tapi ... aku butuh ini ..." Jeff tidak melanjutkan ucapannya, namun ia menyentuh dan membekap bagian sensitif istrinya yang tertutup G-striing itu.


"Jeff, tapi aku lagi malas, entah kenapa hasratku untuk bercinta menyurut," jawab Safira, seraya menepis tangan suaminya.


Jeff berengut kesal, lalu keluar dari kamar mandi dengan perasaan marah. Bagaimana bisa istrinya itu menolak keinginan suaminya sendiri.


"Jeff, kamu marah?" tanya Safira mengikuti suaminya dari belakang.


"Kamu mau kemana? Ini hari Sabtu loh?" tanya Safira lagi, namun tetap saja Jeff tidak menjawab pertanyaan Safira.


"Jeff, aku bertanya kepadamu, kenapa diam saja?!" tanya Safira dengan nada kesal.


Jeff menghembuskan nafasnya kasar, ia mengambil dompet, kunci mobil, beserta ponselnya dan memasukkan ke dalam kantong sweater-nya.

__ADS_1


"Menurutmu aku harus bagaimana? Haruskah aku mengemis kepadamu untuk meminta bercinta denganmu?!" tanya Jeff balik, dengan nada yang tidak kalah kesal.


"Jadi kamu marah karena hal sekecil itu?!" jawab Safira, sembari mengusap wajahnya dengan kasar.


"Hal kecil menurutmu, tapi bagi kaum pria adalah hal yang besar," jawab Jeff, sembari keluar kamar dengan perasaan kesal luar biasa.


"Jeff! Tapi kamu tidak boleh keluar dengan keadaan seperti ini!!" cegah Safira, menahan Jeff.


"Terserah aku!" jawab Jeff kesal, lalu menghempaskan tangan Safira.


"Tapi, Jeff—"


"Jangan menahanku Safira! Biarkan aku pergi, lebih baik aku tidur di apartemen!" ucap Jeff.


"Ya, aku tidak akan menahanmu pergi, tapi setidaknya jika keluar kamar kamu harus pakai celanamu dulu," ucap Safira sembari manahan tawanya.


NGEK!


"Apa?!" Jeff sontak langsung membekap Si Jery yang tertutup Boxer saja. "Memalukan!" Jeff benar-benar, malu untung saja tidak ada yang melihatnya berpenampilan seperti itu.

__ADS_1


Jeff 🤣🤣🤣🙈


Jangan lupa like dan dukungannya ya❤❤


__ADS_2