
“Sayang, kenapa kamu tega sekali denganku?” ucap Devan, seraya menggosok bagian tubuhnya yang sudah menonjol itu. Dirinya benar-benar tersiksa, apalagi golok saktinya sudah siap untuk di asah.
Raya tersenyum miring saat melihat suaminya yang terlihat sangat tersiksa.
"Raya kamu kemana?" tanya Devan dengan suara seraknya, saat melihat istrinya beranjak dari hadapannya.
"Mau ganti baju,"ketus Raya, berjalan menuju ruang ganti.
Glek
Devan menelan ludahnya dengan kasar ketika, melihat tubuh istriinya begitu molek walau usianya sudah tidak muda lagi. Apalagi dua bongkahan sintal Raya di bagian belakang itu bergoyang kekanan dan kekiri mengikuti ritme langkah kaki Raya, terlihat besar, kenyal, dan membuat Devan ingin merematnya.
"Sial!" umpat Devan, istrinya itu tetap terlihat menggoda dan menantang walau usianya sudah tidak muda lagi. Tidak tahan lagi, Devan mengikuti istrinya menuju ruang ganti, tapi sayang sekali pintu ruangan tersebut di kunci dari dalam oleh istrinya membuat Devan berdecak kesal, karena tidak bisa menggarap tubuh istrinya.
"Arghhh! Apa yang harus aku lakukan!!" kesal Devan, sembari mengacak rambutnya frustasi.
Sedangkan di dalam ruang ganti, Raya tersenyum penuh kemenangan. "Baru permulaan, Papi Sayang," ucap Raya pelan, sembari terkekeh.
__ADS_1
*
*
Di sisi lain, Safira dan Jeff yang baru selesai membersihkan diri setelah percintaan panas mereka di pagi hari sampai menjelang siang itu. Tubuh Safira terasa lunglai, dan kedua kakinya terasa sangat lemas akibat perbuatan suaminya yang tidak pernah ada puasnya menikmati tubuhnya.
"Seharusnya aku makan di kamar saja, malu Jeff," ucap Safira sembari melingkarnya kedua tanganhya di leher kokoh suaminya. Ya—Jeff menggendong Safira ala bridal style menuju ruang makan, dan aksi Jeff menjadi pusat perhatian para pelayan di rumah tersebut, dan tentu saja membuat Safira menahan malu yang luar biasa.
"Malu kenapa?" tanya Jeff yang merasa bodo amat dengan orang-orang di sekitarnya.
"Jeff mereka menatap kita, eh tepatnya menatapku," rengek Safira manja.
Jeff mengedarkan pandangannya, menatap satu persatu para pelayan yang memperhatikan dirinya dan juga Safira. "Apakah kalian tidak punya pekerjaan?! Ataukah sudah bosan kerja!!" tanya Jeff dengan suara yang lantang, sontak saja para pelayan yang memperhatikan pasangan yang sedang di mabuk cinta itu langsung gelagapan, dan segera meminta maaf, lalu melanjutkan perkerjaanya masing-masing.
"Sudah beres, tidak perlu malu lagi," ucap Jeff sembari mengecup bibir istrinya sekilas.
Sampai di ruang makan, Jeff mendudukkan istrinya di kursi meja makan, dengan hati-hati. "Kamu mau makan apa?" tanya Jeff kepada Safira .
__ADS_1
"Apa saja," jawab Safira, karena di bukanlah pemilih makanan, asalkan enak masuk ke dalam perutnya.
"Oke!" jawab Jeff lalu memetintahkan salah satu pelayan untuk membuatkan makanan untuk mereka berdua.
Tidak berselang lama makanan untuk Safira dan Jeff, sudah tersaji di atas meja. Dan pasangan suami istri itu mulai memakan sarapan sekaligus makan siangnya dengan tenang, dan habis tidak tersisa.
Jeff mengusap perut istrinya dengan sangat lembut, lalu beralih mengusap pipi Safira. "Apakah Mommy dan Baby sudah kenyang?" tanya Jeff dengan lembut.
"Sangat ... sangat kenyang, Daddy," jawab Safira sembari mengedipkan matanya berulang kali, terlihat lucu dan menggemaskan di mata Jeff.
"Kamu menggemaskan sekali," ucap Jeff sembari menarik hidung mancung Safira. "Jadi tidak tahan, mau makan kamu lagi," lanjut Jeff, langsung mendapat pukulan dari istrinya
"Jeff! Apa yang tadi belum kenyang?!" kesal Safira.
"Jery masih kelaparan, Sayang." Jeff beralasan.
Jangan lupa like dan Votenya, udah hari senin loh, Votenya mana?🥺🥺
__ADS_1