Menggenggam Rindu (Sebuah Penantian)

Menggenggam Rindu (Sebuah Penantian)
Mbak Sinzu?


__ADS_3

Sudah 3 bulan lamanya, Cindy meninggalkan rumah. Akan tetapi Aries tidak memedulikan dan juga tidak mencari istrinya itu, karena Aries berpikir jika Cindy pulang ke rumah orang tua angkatnya yang ada di luar kota.


Malam itu Aries memasuki rumahnya yang tampak sepi dan hanya ada keheningan saja.


“Huh!” Aries menghembuskan nafasnya dengan kasar seraya mengedarkan pandangannya di setiap sudut rumahnya, biasanya jika dirinya pulang telat Cindy akan selalu mengomel mengomel kepadanya.


“Kamu dari mana?”


“Kenapa baru pulang ke rumah? Apakah kamu tidak tahu jika aku selalu menunggu dan juga sangat khawatir kepadamu?!”


Suara Cindy masih terasa melekat di gendang telinganya, terus berdengung, mengembalikan ingatannya tentang Cindy. Entah kenapa hatinya menjadi terasa sangat hampa? Entah mengapa ia saat ini merasakan kesunyian di hatinya? Dan jujur dari hatinya yang paling dalam, ia merindukan Cindy.


Aries menghempaskan tubuhnya di atas sofa, lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Cindy, akan tetapi hanya suara operator saja yang menjawab. Ia menghembuskan nafasnya dengan kasar, seraya meremas ponselnya dengan kasar. Aries baru tersadar akan sebuah kenyataan jika Cindy telah pergi meninggalkan dirinya.


“Tidak boleh terjadi! Dia tidak boleh pergi dari ku karena aku belum puas untuk membalaskan dendamku! Kamu harus terus menderita Cindy! Lihat saja, aku akan menemukanmu dan juga akan menyeretmu kembali ke rumah ini!” desis Aries dengan penuh emosi.

__ADS_1


*


*


*


Sementara itu, jika Aries sedang merasa marah, sedih dan kehilangan, keadaan berbanding terbalik dengan Safira dan Jeff yang sedang merasakan kebahagiaan yang luar biasa, karena kehamilan Safira yang saat ini sudah berusia 2 bulan, perut Safira sudah kelihatan sedikit menonjol. Dan Jeff pun masih merasakan morning sickness. Malam itu Safira dan Jeff baru saja menggelar syukuran kehamilan Safira dengan mengundang anak yatim piatu dari beberapa yayasan anak yatim piatu.


“Sayang, kamu pasti sangat lelah. Ayo, istirahatlah,” ucap Jeff, saat melihat istrinya duduk di tepian tempat tidur.


“Besok lagi, sayang, sudah malam, dan tidak baik jika ibu hamil tidur larut malam,” ucap Jeff dengan lembut dan sangat hati-hati karena belakangan ini mood istrinya naik turun dan menguras kesabaran Jeff.


“Heum, baiklah,” jawab Safira, sembari meletakkan ponselnya di atas nakas, kemudian merebahkan dirinya di atas tempat tidur, dan di susul oleh Jeff.


“Gerah!” ucap Safira, saat di peluk oleh Jeff.

__ADS_1


“Aku turunkan suhunyalakan AC-nya ya biar tidak gerah,” ucap Jeff.


“Bukan masalah suhu AC-nya tapi anak kita tidak mau di dekati oleh Daddy-nya!” jawab Safira sembari mendorong tubuh Jeff agar menjauh darinya.


“Astaga sayang. Jery sudah kelaparan loh, karena sudah 2 minggu tidak masuk rumahnya,” keluh Jeff sembari mendesah kesal, karena istrinya tidak mau di sentuh olehnya dengan alasan anaknya tidak mau berdekatan dengannya.


Alasan macam apa itu? Ataukah mungkin ini hanyalah akal-akalan istrinya saja? Batin Jeff.


Jeff sangat tersiksa karena tidak bisa melampiaskan hasratnya yang selama ini tertahan, di tambah lagi setiap malam Safira terus memakai baju saringan tahu, membuat si Jery semakin meronta ingin masuk ke dalam rumahnya.


“Apakah aku harus main sama Mbak Sinzu?” batin Jeff.


Mbak Sinzu? Siapa itu?😆


Likenya dan dukungannya, terima kasih😍😍

__ADS_1


__ADS_2