Menggenggam Rindu (Sebuah Penantian)

Menggenggam Rindu (Sebuah Penantian)
Sakit tapi enak


__ADS_3

Masih Warning!!


“Jeff.” Safira menahan nafas, ketika kekasihnya mulai memosisikan diri.


“Aku takut,” ucap Safira, dengan jujur. Ia masih teringat saat kesuciannya di renggut oleh Jeff. Rasa sakit yang dia rasakan saat itu, masih berbekas di benaknya.


“Rileks,” ucap Jeff, seraya menundukkan kepalanya dan memanggut lembut bibir Safira yang sudah jadi candunya itu.


Salah satu tangannya ia jadikan tumpuan agar tidak terlalu menindih Safira, dan tangan satunya lagi memegang kepala si Jery yang bersiap masuk ke dalam rumahnya. Menggesekkan kepala botak si Jery di depan pintu rumah yang sudah becek dan licin itu.


“Eughh ...” Safira melenguh tertahan, ketika Jeff mulai melesakkan kepala si Jery ke dalam bagian intinya dengan gerakan lembut dan pelan.


“Sakit ...” Safira melepaskan ciuman Jeff paksa, lalu beralih menggigit pundak Jeff dengan kuat.


Jeff tidak masalah, rasa sakit yang dirasakannya tidak sebanding dengan yang di rasakan Safira.


“Sakit banget ya?” tanya Jeff.

__ADS_1


“Iya,” jawab Safira, sembari mengangguk pelan, dan matanya berkaca-kaca.


Cup


Jeff mengecup kedua mata Safira dengan lembut, lalu beralih mengecup bibir Safira dengan lembut juga. Ia menghentak kembali senjatanya ke dalam bagian inti Safira, dengan dua kali hentakan senjatanya sudah tertanam sempurna di dalam sana, bersamaan dengan Safira memekik keras, saat merasakan benda besar, panjang, berurat, dan perkasa itu menembus bagian intinya.


“Sakit Jeff, hikss ...” Safira menangis, kemudian Jeff mendekapnya seraya menciumi wajah Safira dengan penuh cinta, dan ia mendiamkan senjatanya di dalam sana sejenak sampai Safira merasa tenang.


“Maaf, Sayang,” ucap Jeff, lalu mencium bibi Safira lagi dengan lembut dan menyesapnya atas bawah bergantian, dan salah satu tangannya menaikkan Br* yang masih melekat di tubuh Safira. Tersembullah, dua gunung kembar yang mempunyai pucuk berwarna pink kecoklatan. Jeff segera melahap pucuk gunung itu dengan sangat rakus.


“Ah, Jeff,” Safira melenguh dan mendesah enak.


Melihat Safira yang sudah mulai merasa nyaman, dan tidak merasa sakit lagi, Jeff mulai menggerakkan pinggulnya naik turun dengan perlahan.


Jeff menggertakkan giginya dengan kuat, saat merakan leher si jery terkecik di dalam sana, namun terasa sangat nikmat dan mantap.


“I love you, Sayang,” ungkap Jeff, di sela aktifitasnya. Ah, gila ini sangat nikmat sekali, dan Jeff tidak ingin semua cepat selesai. Dan ia ingin segera menikahi Safira.

__ADS_1


“Kita besok nikah, Yuk!” ajak Jeff, lalu menyesap pucuk dada Safira bergantian, sambil terus bergoyang di dalam sana.


“Iya, sshhhh ... ah.” Safira kini sudah mulai merasakan nikmatnya surga dunia. Rasa sakit yang ia rasakan kini tergantikan dengan rasa nikmat yang sangat luar biasa. Safira sampai merem melek keenakan, sembari mengalungkan kedua tangannya di leher Jeff.


“Kenapa?” dengan usil Jeff bertanya kepada Safira.


“Enak banget,” jawab Safira jujur, di sela desahannya.


“Sudah nggak sakit?” tanya Jeff lagi, dan Safira menjawab dengan gelengan kepala.


“Jadi boleh bergerak cepat?”


“Boleh, Sayang. Banyak tanya ih!” kesal Safira, lalu menarik tengkuk Jeff, dan melumaat bibir tebal kekasihnya itu dengan sangat rakus.


Jeff semakin mempercepat gerakkannya. Dan desaahan demi desaahan itu saling bersahutan, bunyi kecipak-kecipak jeder pun semakin terdengar keras, membuat Jeff semakin semangat untuk mempercepat gerakannya.


Setelah hampir setengah jam bercinta, akhirnya keduanya melenguh panjang menandakan jika sudah sampai pelepasan. Rahim Safira terasa hangat dan penuh dengan cairan Jeff.

__ADS_1


Hereudang, maafkan jari-jariku yang gabut, jadinya los dol🤣🤣🤣🙏


Vote! Vote! Like dan kasih saweran ya!


__ADS_2