
Safira dengan terpaksa memakaikan baju ke tubuh Jeff. "Baiklah bayi besar, ibumu ini akan memakaikanmu baju," ucap Safira sambil tersenyum manis, akan tetapi dengan nada yang teramat kesal.
"Baiklah, Mama," jawab Jeff, lalu merentangkan tangannya saat Safira akan memakaikan baju ketubuhnya.
"Ck! Dasar menyebalkan!" rutuk Safira, segera mengerjakan tugasnya, dari pada ia terus tertahan disini.
"Terima kasih, Mama," ucap Jeff, lalu memeluk Safira dan mengecup wajah Safira tanpa ada yang terlewat sedikit pun, membuat Safira kegelian, karena jambang Jeff bergesekan dengan pipinya.
"Sudah hentikan, geli, Jeff!" Safira mendorong wajah Jeff agar tidak memborbardir wajahnya lagi.
"Ha ha ha." Jeff tergelak keras, lalu merangkum bahu Safira. "Ayo, aku akan mengantarkanmu pulang, tapi sebelum itu, kita makan malam dulu," ajak Jeff, seraya keluar dari Unit apartemennya dan tidak lupa mengunci pintu apartemennya tersebut.
"Hum, aku lapar sekali, karena sudah mengeluarkan banyak cairan hari ini," ucap Jeff tidak berfilter saat akan memasuki lift.
"Jeff! Jaga mulutnya!" kesal Safira, beruntung saja di dalam lift tersebut hanya ada mereka berdua, jika tidak, mungkin dirinya sudah sangat malu.
"Jeff! hentikan tanganmu dan bibirmu!" kesal Safira, karena tangan Jeff menyentuh gunung kembarnya dan sedikit meremasnya, sedangkan bibirnya mengecupi leher Safira.
"Bercinta di dalam lift sepertinya sangat menarik dan menegangkan," ucap Jeff, seraya melepaskan tubuh Safira dari dekapannya.
Safira mendengus kesal, entah kenapa kekasihnya ini mempunyai pemikiran se*x seliar itu?
"Dasar gila!" umpat Safira. Ia tidak akan merealisasikan keinginan gila kekasihnya itu.
__ADS_1
"Sepertinya akan seru, dan aku harus mencobanya suatu saat nanti," batin Jeff, seraya tersenyum tipis. Percintaan yang penuh dengan tantangan membuatnya semakin bergairah.
"Jangan bermimpi! Karena aku tidak ingin melakukannya!" ucap Safira, seolah tahu apa yang di pikirkan oleh Jeff.
Ting
Lift terbuka, dan Safira segera keluar dari sana, di ikuti Jeff dari belakang. Keduanya sudah memasuki mobil, dan memasang sabuk pengaman.
"Mau makan di mana?" tanya Jeff, sembari memiringkan kepalanya, menatap Safira yang masih terlihat cemberut.
"Di taman kota saja," jawab Safira ketus.
"Hei, kamu masih marah? Aku hanya bercanda," ucap Jeff, seraya mengelus pucuk kepala Safira dengan lembut.
"Tapi, cinta dan suka 'kan? Apalagi sama si jery, pasti kamu suka banget," goda Jeff, sembari menjawil dagu Safira, lalu menjalankan mobilnya keluar dari besmant apartemen tersebut.
"Apaan sih!" elak Safira, lalu memukul lengan Jeff dengan keras.
"Buktinya kamu tadi bilang begini, 'Oh, sayang. Jery nikmat banget sih, ah lebih dalam' apakah kamu lupa?" goda Jeff lagi, menirukan Safira yang sedang mendesaah sambil memuji Jery.
"Jeff!" runtuk Safira, lalu memalingkan wajahnya lantaran malu.
"Tidak apa-apa, Sayang, aku malah suka dengan suara desahaanmu." Jeff terus menggoda Safira.
__ADS_1
Jika pria itu tidak menyetir, sudah di pastikan dirinya akan memukul Jeff untuk melampiasakan rasa kesalnya.
*
*
*
Sampai di taman kota. Taman yang menjadi tempat awal mereka berdua bertemu, taman yang penuh dengan kenangan. Jeff dan Safira duduk di bangku panjang di sudut taman itu sembari menikmati mie ayam Wonogiri.
"Enak banget mie-nya, nambah lagi boleh nggak?" tanya Safira, yang begitu lahap memakan mie-nya, munkin karena tenaganya terkuras habis oleh percintaan mereka tadi.
"Boleh, asal di habiskan dan nggak takut gemuk," ucap Jeff, sembari mengusap sudut bibir Safira yang terdapat sisa makanan menempel.
"Aku akan menghabiskannya, jika tidak habis 'kan ada kamu," jawab Safira, sembari terkekeh pelan.
"Baiklah, menghabiskan hal yang lebih dari itu saja aku mau dan tidak jijik, apalagi jika hanya sisa makan kamu," jawab Jeff, sembari menaik turunkan alisnya.
"Jeff!!!" Safira mendelik kesal, mendengar ucapan pria itu yang absurd.
4 Bab ya hari ini, semoga besok bisa nambah lagi❤
Thank you semuanya yang sudah kasih dukungan buat emak, luv you sekebun singkong❤❤❤
__ADS_1