Menggenggam Rindu (Sebuah Penantian)

Menggenggam Rindu (Sebuah Penantian)
Tubuhmu Canduku


__ADS_3

Sementara itu di sebuah rumah mewah, seorang pria sedang duduk di sofa ruang tamu sembari membayangkan pertemuannya dengan seorang gadis beberapa waktu yang lalu. Gadis yang menurutnya sangat cantik, polos dan baik hati itu telah mencuri hatinya sejak pandangan pertama.


“Safira ... Safira ... Safira Fadaei,” sebuah nama itu terus keluar dari bibir sexy-nya.


“Kenapa dia masih bersama dengan Jeff? Seharusnya ‘kan mereka sudah putus? Ataukah gadis itu memang bertahan kerja di sana?” gumamnya, sembari menyesap wine yang ada di tangan kanannya.


“Ini gara-gara Papa, kenapa menyuruhku pulang ke German setelah kejadian di hotel itu. Seharusnya aku bisa menjadi pahlawan untuk Safira, dan menyembuhkan luka hati Safira. Heum, ini semakin menarik, lihat saja aku akan mendapatkan perhatian Safira, semoga kerja sama itu di terima oleh Jeff Smith. Dengan keuntungan besar yang aku tawarkan, pria itu tidak akan bisa menolaknya,” ucap Maxim penuh percaya diri, lalu tertawa terbahak setelah mengatakan hal itu.


*


*


*


Jeff dan Safira kini sudah selesai membersihkan diri. Jeff sudah rapi dengan pakaiannya, sedangkan Safira masih memakai handuk putih yang menutupi separuh badannya.

__ADS_1


“Sayang, kamu sengaja menggodaku?” Jeff memeluk Safira dari belakang, lalu mengecupi tengkuk Safira bertubi-tubi. Jeff tidak tahan, saat melihat tubuh sexy kekasihnya. Apalagi handuk yang di kenakan Safira hanya menutupi bagian dada sampai sebatas bok*ongnya.


“Eumh, Jeff. Aku sudah lemas, apa kamu tidak puas?” tanya Safira sembari menggigit bibir bawahnya, saat handuknya sudah di loloskan lagi oleh Jeff, dan tangan kekar itu, meremat dua gunung kembarnya bergantian dan memainkan pucuk gunungnya dengan gemas.


“Aku tidak akan puas, tubuhmu canduku. Sayang. Aku tidak sabar ingin menikahimu besok, agar kita bisa puas bercinta, sepanjang hari dan sepanjang waktu,” bisik Jeff di dekat telinga Safira, lalu menggigit daun telinga kekasihnya dengan lembut, meninggalkan geleyar aneh di tubuh Safira.


“Ahh ... Jeff.” Safira tidak berdaya, saat Jeff mulai mengaduk-aduk bagian intinya dengan sensual. Dan Jeff langsung menunggingkan Safira, kemudian ia menurunkan resleting celananya, seraya mengeluarkan Si Jery yang sudah menganggukkan kepalanya sembari meneteskan air liurnya.


Jleb


“Ahh ...” Safira memekik, saat Jeff memasukinya dari belakang dengan satu kali hentakan.


Dan Ronde kedua pun terjadi dengan gaya DG. Style. Safira menjerit dan mendesaah keenakan saat merasakan senjata Jeff yang keluar masuk di dalam miliknya yang basah dengan gerakan yang cepat. Hingga tidak berselang lama, mereka pun mencapai puncak yang kedua kalinya.


Setelah selesai bercinta untuk yang kedua kalinya, keduanya itu membersihkan diri lagi bersama. Hanya mandi saja tidak lebih, walaupun Jeff tidak mau diam, terus menggoda Safira dengan sentuhan-sentuhan nakal.

__ADS_1


*


*


*


“Aku mau pulang! Bisa-bisa aku tidak bisa berjalan jika berada di sini terlalu lama!” protes Safira, setelah memakai pakaiannya lagi.


Jeff hanya tersenyum simpul, ketika mendengar protes Safira. Pria itu malah dengan santainya membuka handuknya di hadapan Safira, sembari menatap Safira dengan nakal. “Pakaikan aku baju, setelah itu baru aku antarkan pulang,” ucap Jeff sembari berkacak pinggang di hadapan Safira.


Safira menelan ludahnya dengan kasar, ketika melihat tubuh Jeff yang sangat sempurna. Dada bidang yang keras, perut seperti roti sobek, lengan kekar, dan juga Si Jery yang terlihat setengah menegang, gondal-gandul di bawah sana.


Bagaimana bisa, kekasihnya yang sudah berusia 45 tahun mempunyai tubuh yang sangat sempurna. Jika di perhatikan, Jeff terlihat lebih muda dari umurnya.


“Ayolah, Sayang,” ucap Jeff, menyadarkan Safira yang tengah mengagumi tubuh kekar kekasihnya.

__ADS_1


Votenya keluarin semua dong.😭


__ADS_2