
"Kok kita ke sini?" tanya Safira, saat mobil yang di kendarai Jeff memasuki area parkir Restoran cepat saji.
"Lapar," jawab Jeff, seraya mematikan mesin mobilnya ketika sudah terparkir rapi. "Ayo kita turun," ajak Jeff sembari menatap wajah Safira.
Mau tidak mau akhirnya Safira turun dari mobil, dan melangkah masuk ke dalam restoran tersebut beriringan dengan Jeff. Keduanya memlih duduk di meja yang ada disudut Restoran tersebut. Suasana Restoran sangat ramai, mungkin karena sudah waktunya makan siang. "Kamu mau makan apa?" tanya Jeff, sembari mengusap pucuk kelapa Safira dengan sangat lembut. Dan tatapan matanya memindai wajah cantik Safira.
Jantung Safira berdetak dengan cepat, ketika di perlakukan seperti itu oleh Jeff. ia menjadi salah tingkah sendiri, apalagi Jeff tersenyum lembut saat menatapnya.
Safira memalingkan wajahnya, karena ia tidak ingin jatuh pada pesona Jeff lagi. Walau pun dirinya tidak memungkiri jika masih sangat mencintai Jeff. "Aku mau makan apa aja," jawab Safira dengan asal, tanpa menoleh ke arah Jeff. Ia lebih memilih menatap sekelilingnya.
"Oke." Jeff beranjak dari duduknya, berjalan menuju meja kasir untuk memesankan makanan siang mereka, sekaligus membayarnya.
Jeff kembali ke mejanya sembari membawa nampan yang sudah berisi dua menu makanan dan juga minuman kesukaan Safira. Ia meletakkan nampan tersebut di atas meja dengan perlahan.
"Ayo di makan," ucap Jeff kepada Safira.
"Kok cuma ini? Kamu tidak makan?" tanya Safira. Ck! Seharusnya dia tidak perlu menanyakan hal itu. Harusnya dia membiarkan dan tetap cuek kepada pria tersebut, kini Safira menyesali karena sudah bertanya kepada Jeff.
Jeff terseyum melihat Safira yang masih begitu perhatian kepadanya, dan ia yakin tidak membutuhkan waktu lama, akan bisa meluluhkan hati Safira lagi.
__ADS_1
Percaya diri sekali Jeff ini, author ketawa jahat.๐
"Tidak, aku sudah kenyang melihat wajah cantik kamu," jawab Jeff, sembari menatap Safira penuh arti dan menopang dagunya dengan kedua tangannya.
Anggap aja lagi di restoran ya,๐คฃ
"Ck!" Safira berdecak kesal menanggapinya, ia mengabaikan Jeff yang menatapnya seperti itu. Lalu dengan cepat, ia melahap makan siangnya, tanpa memedulikan Jeff yang terus memperhatikan dirinya.
"Makan yang banyak. Kalau kurang, aku pesankan lagi," ucap Jeff menggoda Safira yang terlihat sangat lahap memakan makanannya.
"Pelan-pelan. Tuh 'kan jadi belepotan," ucap Jeff, seraya mengusap sudut bibir Safira dengan ibu jarinya, kemudian ia menyesap ibu jarinya itu sendiri tanda jijik sama sekali.
"Uhuk ..." Safira menjadi tersedak karena sikap Jeff yang begitu kepadanya. Lalu ia menatap Jeff dengan tajam, sedangkan yang di tatap hanya tersenyum sambil menaik turunkan alisnya, membuat hati Safira semakin dongkol.
*
*
__ADS_1
*
Selesai makan siang bersama. Eh, tepatnya hanya Safira saja yang makan siang, karena Jeff hanya menjadi penonton setia.
"Obatmu jangan lupa di minum." Jeff mengingatkan, ketika sudah berada di dalam mobil.
"Aku tidak butuh obat!" tegas Safira.
"Fira! Please, kondisi kamu sedang tidak baik-baik saja." Jeff menjawab tidak kalah tegas, seraya menatap Safira dengna lekat.
"Apa pedulimu?!"
"Aku masih sangat mencintai kamu Fir!" jawab Jeff penuh penekanan.
"Ck! Cinta?!" Safira ingin tertawa keras saat mendengar perkataan Jeff.
Ayolah Fira, jangan membohongi diri kamu sendiri. Yuk, berdamai dengan hatimu, ๐
**Senin ya senin!
__ADS_1
Jangan lupa Votenya di keluarkan semuanya. Sekalian kasih like, sajen kembang dan kopi, biar Emak semakin semangat๐๐ฅ๐ฅ**