
“Sial!” umpat Devan, ketika Raya sudah melesakkan mobilnya keluar dari pintu gerbang rumahnya. Devan menyugar rambutnya dengan kasar, lalu berjalan masuk ke dalam rumah lagi. Jika dirinya menyusul Raya saat itu juga pasti mertuanya akan tahu jika mereka bertengkar. Ia memutuskan untuk menemui Raya jika istrinya itu sudah merasa tenang.
Sedangkan Raya yang sudah berada di dalam mobil terus mengumpati suaminya. “Dasar kadal tua! Buaya tua! Tua-tua keladi!”
“Apakah dia tidak sadar diri dan tidak ingat umur? Benar-benar sangat menyebalkan! Lihat saja aku akan membalas semua perbuatanmu itu!” kesal Raya, sambil terus melajukan mobil menuju rumah kedua orang tuanya.
Dan tidak berselang lama dirinya sudah sampai rumah Xander dan Jeje, ia keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah mewah dan megah tersebut.
“Mommy!” teriak Raya kepada Jeje yang sedang duduk di Sofa sembari memainkan ponselnya.
Jeje mendongak, dan terkejut saat melihat putri sambungnya sekaligus sahabatnya itu datang ke rumah.
__ADS_1
“Ada apa lagi? Kamu datang ke sini pasti sedang bertengkar dengan suamimu?” tanya Jeje, yang sudah hafal dengan sikap putrinya itu.
Raya tersenyum meringis lalu menghempaskan bokongnya di atas Sofa, tepat di sebelah Jeje dan memeluk lengan Jeje dengan erat.
“Mom, izinkan aku menginap di sini satu minggu, please,” pinta Raya, dengan nada memohon.
“No! Apakah dengan cara kabur seperti ini, bisa menyelesaikan masalah? Kamu ini sudah tidak muda, bersikaplah lebih dewasa lagi,” ucap Jeje, sekaligus memberikan pengertian kepada putri sambungnya itu.
Jeje menghela nafas panjang, kemudian menatap putri sambungnya dengan dalam. “Kamu tahu? Kunci keharmonisan rumah tangga adalah kepercayaan?” tanya Jeje dan di angguki oleh Raya.
“Maka dari itu percayalah kepada suamimu,” lanjut Jeje, dan di balas dengusan kesal oleh Raya.
__ADS_1
“Mom, bagaimana aku bisa percaya dengan dia! Sedangkan dia saja sudah menghianati pernikahan kami dengan genit dengan wanita yang lebih muda dari aku!” sungut Raya sembari melipat ke dua tangannya di dada, lalu memalingkan wajahnya kesal.
“Dan asalkan Mommy tahu jika dia itu dengan terang-terangan menggoda wanita di depan mataku, istri mana yang tidak sakit hati? Dan istri mana yang terima jika suaminya sendiri menggoda wanita lain! Dan ini sudah menjadi kebiasaannya dari sejak jaman dulu saat pertama kali kami menikah hingga sampai sekarang ini!” ucap Raya, terpaksa membongkar aib rumah tangganya sendiri, tentang perilaku suaminya. Karena sudah merasa lelah karena selama ini dirinya yang di salahkan, disebut istrinya yang terlalu overprotektif oleh kedua orang tuanya sendiri.
Jeje tentu saja terkejut dengan penjelasan Raya, yang jujur kepadanya. “Kenapa kamu baru bilang sekarang? Hah?” tanya Jeje, merasa bersalah karena selama ini selalu menyudutkan dan menyalahkan Raya.
“Aib, Mom, tapi pada akhirnya semuanya terungkap karena aku sudah tidak tahan lagi memendamnya sendiri. Bahkan kedua putriku saja sampai meragukan kebahagiaanku dengan ayah mereka,” jelas Raya lagi dengan sok kuat dan sok tegar, padahal di dalam hatinya sangat remuk dan hancur.
Jeje mengusap lengan Raya dengan lembut, seraya berkata. “Maafkan, Mommy, Raya. Aku tidak tahu jika masalah rumah tanggamu sepelik ini,” ucap Jeje merasa bersalah kepada putrinya itu.
“Beri aku solusi, Mom, apa yang harus aku lakukan?” tanya Raya, dengan nada frustrasi.
__ADS_1
Jangan lupa like dan Votenya ya❤