
“Daddy berarti membohongiku!” rutuk Safira, sebelum memasuki ruangan tersebut. Namun, ia juga bernafas lega karena Xander tidak mematahkan tulang rusuk dan tangan Jeff. Bersyukur di dalam hati.
Safira menghampiri Jeff yang berada di atas tempat tidur pasien. “Aku pikir, kamu tidak akan selamat!” kesal Safira, seraya menatap kesal Jeff yang sudah tersadar dan kini juga tengah menatapnya.
“Aku baik-baik saja, Sayang,” ucap Jeff, sembari mendudukkan diri, lalu meraih tangan Safira dengan penuh kelembutan, lalu menggenggamnya dengan erat.
“Beruntung Daddy tidak mematahkan tulang rusuk dan tanganmu,” kesal Safira, lalu melepaskan genggaman tangan Jeff dengan paksa.
“Aku hanya terkena pukulan di bagian wajah saja, jangan khawatirkan aku,” ucap Jeff, lalu menarik Safira ke dalam pelukannya.
“Kita akan berjuang bersama untuk mempertahankan cinta kita, kamu mau ‘kan?” ucap Jeff, seraya menyusupkan wajahnya di ceruk leher Safira, menghirup aroma tubuh Safira yang begitu menenangkan dirinya. Jauh dari lubuk hatinya yang terdalam, ia sangat takut jika kehilangan Safira lagi. Membayangkannya saja, ia tidak sanggup.
Safira memejamkan matanya dengan erat, lalu membalas pelukan Jeff tidak kalah erat. “Iya, aku mau, Jeff. Kita akan berjuang bersama untuk mempertahankan cinta kita,” jawab Safira dengan lirih seraya mengusap punggung Jeff penuh dengan kelembutan.
__ADS_1
“Terima kasih, Sayang. Terima kasih banyak, aku sangat beruntung memiliki wanita seperti kamu,” ucap Jeff dengan penuh kebahagiaan, seraya mengurai pelukannya, dan menatap Safira dengan dalam, kemudian mengecup kening Safira dengan penuh kelembutan, menyalurkan cinta dan kasih sayangnya.
Ciuman di kening itu terlepas, keduanya saling pandang, saling melemparkan senyuman, dan entah siapa yang memulai, bibir mereka saling bertaut, saling menyesap dan melumaat dengan penuh kelembutan.
“Aku tidak ingin kehilangan kamu lagi, Safira cintaku. Aku akan tetap memperjuangkan cinta ini walau banyak rintangan yang menghadang. Cukup sekali saja, aku kehilangan kamu, itu pun karena kebodohanku sendiri. Untuk kali ini aku akan terus memperjuangkan kamu,” batin Jeff, di sela ciumannya.
Ciuman lembut kini terlepas, lalu saling menyatukan kening, dengan mata yang terpejam, dengan kedua tangan Jeff yang masih menangkup wajah Safira.
“Aku akan segera menikahimu,” ucap Jeff, dengan serius. “Bukan karena aku bernafsu, akan tetapi aku tidak ingin kehilangan kamu lagi,” lanjut Jeff, seraya menjauhkan wajahnya.
“Tentu sayang,” jawab Jeff, sembari turun dari tempat tidur. “Ayo kita pulang,” ajak Jeff.
“Tapi, apakah kamu baik-baik saja?” tanya Safira, masih sangat cemas dengan kondisi kekasihnya.
__ADS_1
“Seperti yang kamu lihat, aku sehat dan bugar. Ya, walaupun wajahku tidak terlihat tampan, karena luka memar ini,” jawab Jeff seraya terkekeh, sembari mengelus pipinya yang terasa sakit.
“Kamu tetap tampan di mataku,” jawab Safira, tersipu malu, membuat Jeff gemas, lalu menggigit hidung Safira dengan gregetan.
“Jeff! Sakit!” rengek Safira, sembari mengelus hidungnya yang baru saja di gigit oleh Jeff.
“Maaf, aku gemas sekali,” jawab Jeff seraya terkekeh, lalu menggandeng tangan Safira, keluar dari ruangan tersebut. Lalu mengurus administrasi rumah sakit, serta menebus obat untuk Jeff di Apotek rumah sakit tersebut. Setelah selesai mereka segera keluar dari rumah sakit tersebut.
“Kita tidak kembali ke kantor?” tanya Safira, saat sudah berada di dalam mobil.
“Mana mungkin kita kembali ke kantor dengan keadaan yang kacau seperti ini,” jawab Jeff, yang sudah melajukan mobilnya.
“Kamu saja yang pulang, aku harus melanjutkan pekerjaanku,” pinta Safira, dan di jawab gelengan dari Jeff.
__ADS_1
Selamat kamu jeff, daddy Xander nggak buat tulang-tulangmu patah🤣
like dan vote jangan lupa ya❤